Madrid kok sekarang udah ga cocok lagi dibilang Galacticos. Superstarnya udah gak ada lagi, dibandingkan dengan masa kejayaan mereka di era akhir 90an dan awal 2000an dimana mereka menang 3 gelar UCL dalam 5 tahun.
Oh ya, ada yang notices pemain Spanyol yang dipakai Liverpool di starting line up lebih banyak dari yang dipakai Madrid di starting line upnya semalam CMIIMW. Liverpool: Torres, Arbeloa, Alonso, Pepe Reina Madrid: Raul, Casillas, Sergio Ramos Adiossss *bantai MU!!!!! --- On Wed, 3/11/09, Daniel Vero <[email protected]> wrote: From: Daniel Vero <[email protected]> Subject: Re: [BolaML] pool menang 4-0 To: [email protected] Date: Wednesday, March 11, 2009, 4:17 AM Gue agak kecewa dengan dua gol pertama karena cenderung ada bantuan wasit. Gue lebih suka misalnya Torres nyetak gol pas menit-menit awal. Ada satu peluang yang dia bikin gerakan muter tapi tendangannya masih bisa ditepis kakinya Casillas. Dua gerakan itu, yang dibikin Torres ma Casillas, bener-bener world class. Kalo saja itu jadi gol.... Wasit banyak bikin salah semalam. Gue ga tahu sapa namanya. Kayaknya dia yang under pressure sama ributnya penonton di Anfield. Selain dua gol pertama Liverpool, kartu kuningnya Mascherano juga jadi pertanyaan. Asumsi gue, wasit kasih kartu kuning gara-gara Mascherano kick bola setelah Xabi bikin fault. Padahal jeda dua kejadian itu sangat cepat. Ga mungkinlah si Mascherano mendadak ngerem kakinya. Wasit pikir dia pake rem cakram apa.... Dari sisi permainan, Pool jauh lebih solid, rapi, terorganisir, kompak...whatever namanya. Pengalaman jelas berbicara. Pemain Pool sudah main bareng sekian tahun di CL dan sukses ngadepin tim-tim gede Eropa. Contoh : Gerrard, Xabi, Carra, Reina, Kuyt dkk. Secara mental, mereka sangat kuat. Apalagi buat sistem pertandingan home en away begini, strategi ala Benitez sering moncer. Beda ama Madrid. Lima tahun lebih mentok di 16 besar mulu. Bolak-balik ketemu tim gede selalu gagal. Pelatih gonta-ganti, begitu juga dengan pemain inti. Mereka memang sukses di La Liga tapi untuk sukses di CL butuh pendekatan teknik dan level mental berbeda. Di sini Pool dan tim Inggris lainnya bakalan lebih unggul. Gimana dengan MU? Gue lebih suka Inter lolos, tapi bukan pekerjaan gampang buat JM untuk ngalahin MU. Bolehlah statistik ngebela JM. Tapi yang paling diharapkan JM adalah luck. Di San Siro permainan MU lebih solid, apalagi di OT. Gue ngebayangin Inter bakal dikurung abis. Tiga luck yang dibutuhkan Inter adalah MU gagal nyetak gol en Ibra nyetak gol lewat counter attack. Luck terakhir adalah Inter menang adu penalti setelah 120 menit JM numpuk pemain di tengah dan bikin pertandingan jadi ngebosenin. -daniel-
