--- In [email protected], "Yonas Taswiyanto" <yonas_semar...@...> wrote:
>
> Aslinya si Dauf fans berat LFC juga.
> 
> tapi karena dia fobia warna merah, trus ngakunya fans Fio.
> 
> 
> *) sekarang ini dia lagi pura2 fobia ama Genoa.
> 
> 
> yihaaahhh...

tuh khan dendam ama gw gara2 godain indah
ndah, ayo buruan kencan ama yonas
mumpung liverpool lagi menang, jadi si mbah skr bisa gantengan dikit daripada 
Dapit

biar ga ngocol terus, gw fwd brita deh tentang tim paporit mbah bro :

MU Tak Butuh 'Kuda Poni Manis'

Manchester, Tindakan Cristiano Ronaldo yang kerap memprovokasi lawan dan minta 
perlindungan wasit disayangkan seorang mantan pemain Manchester United, Paul 
Parker. Dia menyebut MU tak butuh kuda poni manis di saat sulit seperti ini.

MU mengalami dua kali kekalahan beruntun di Liga Primer, masing-masing atas 
Liverpool dengan skor 1-4 (14/3/2009) dan atas Fulham dengan angka 0-2 
(21/3/2009). Dalam dua laga itu, tiga pemain MU menerima kartu merah. Nemanja 
Vidic dalam laga kontra Liverpool, kemudian Paul Scholes dan Wayne Rooney 
ketika bertandang ke Fulham.

Khusus untuk laga melawan The Cottagers, Parker kecewa dengan sikap bintang MU 
CR7. Parker menilai, beberapa kali Ronaldo berusaha memprovokasi pemain lawan 
dan juga mempengaruhi wasit. Kondisi tersebut disebutnya sama sekali tak 
menolong tim yang tengah dalam posisi tertekan.

"Ronaldo tak membantu Manchester United. Menghentak-hentakkan kaki atau 
melambai-lambaikan tangan meminta kartu hanya membuat suporter lawan semakin 
menekan kita," tutur Parker dikutip dari Manchester Evening News.

"Dalam pertandingan, tidak dibutuhkan kuda poni yang manis. Pertandingan ini 
hanya untuk kuda yang kuat," tambah pemain MU periode 1991 hingga 1996 ini.

Parker menegaskan bahwa setiap para pemain MU harus menganggap setiap laga 
merupakan laga hidup dan mati. Ia membandingkan kala The Red Devils menghadapi 
Swindown di musim kompetisi 1993/94. Saat itu bintang "Setan Merah" Eric 
Cantona harus menerima kartu merah. 

"Main sepuluh orang merupakan titik lemah. Namun para pemain tetap tegar dan 
akhirnya kami bisa mencetak gol penyama skor. Kami menyingsingkan lengan baju 
dan mendapat hasilnya," tutur pria yang saat masih aktif bermain menempati 
posisi bek kanan itu.

Parker menilai, tim besutan Sir Alex Ferguson memerlukan kehadiran seorang 
pemain senior yang bisa memberikan kepemimpinan sekaligus menenangkan banyak 
darah muda di skuad The Red Devils. Dan itu bisa didapat dalam diri Gary 
Neville.

"Saat ini, United membutuhkan Gary Neville. Saya pikir dia bisa bersikap lebih 
baik daripada Cristiano. Bukan dalam hal fisik, namun Gary bisa berkata pada 
seluruh rekan satu tim bahwa mencoba memprovokasi lawan dan mempengaruhi wasit 
tidak akan berguna," pungkasnya.

Kirim email ke