Dear all, Kalau dibaca detail, ada yang mendukung sih, tapi lebih banyak yang gak mundukung. Salah satu point yang bagus adalah persepsi pemain yang "menganggap" bola bergerak lebih cepat.
Point tersebut menyebutkan kalau Jens Lehmann adalah kiper yang banyak pengalaman dengan bola, jadi dia sudah terbiasa dengan bola design lama yang mana kalau di tendang dengan "normal" akan travel dengan arah dan kecepatan yang sudah biasa dia prediksi(umumnya bola yang spin akan melambat). Namun design bola yang belakangan lebih modern dan ketemu tendangan Ronaldo yang unik(tanpa ada spin), membuat bola tidak melambat dengan normal yang mana persepsi Lehmann mengatakan bahwa bola menjadi lebih cepat(bukan menambah kecepatan). "Now in fairness to Lehmann, a dipping ball is accelerating (speeding up) towards the ground and a swerving ball is accelerating left or right, even if it is slowing down in the direction of the goal. And I would have guessed that it's these accelerations that are difficult for a keeper and not the accelerations in the direction of the keeper." regards, Billy Tan Ari Muladi wrote: > > Semua teori tak ada yg mendukung dugaan lehman. Kecepatan bola > sebenarnya bs diitung tiap seperkian detiknya. Seperti di olah raga > tenis ataupun kamera surveilance yg dipunyai polisi lalin di negara > maju. Jd sebenarnya bisa dibuktikan benar salahnya dugaan Lehman tsb > lgsg tanpa teori. > > Sent from my mobile device > Powered by Dunkin' Donuts > > - >
