--- In [email protected], Ian Granger <grange...@...> wrote: > > Setau gue Maldini pernah bersebrangan pendapat dengan "garis keras" > itu, Maldini pernah bilang gak suka dengan kelompok suporter garis > keras yang bisa bikin kacau pertandingan dan diluar stadion, IMHO gue > rasa dia sebenernya bukan ga suka sama kelompoknya tapi ga suka dengan > potensi mereka yang bisa bikin kerusuhan. > > CMIIW lho ya soalnya itu seinget gue pernah baca begitu di bola tapi > lupa taun berapa.
berita dibawah ini mungkin memaparkan beberapa alasannya. Tapi apapun alasannya.. gw setuju dgn Totti yg mengatakan ada yg salah dgn sepakbola Italia dimana banyak tindakan supporter yg anarkis, rasis, menyiuli pemain sendiri, menyerbu kamp latihan pemain dan terakhir tragedi perpisahan maldini ini telah menunjukkan kalau mereka tidak punya rasa hormat terhadap sepakbola itu sendiri. ========================================================== Mengapa Ultras Mengecam Maldini? Narayana Mahendra Prastya - detikcom Milan, Ultras adalah suporter garis keras sekaligus fanatik Fanatisme mereka terhadap tim melebihi apa pun. Tentu saja ada alasan, ketika mereka mengejek pemain yang sudah bermain kepada klub kecintaan selama 25 tahun. Akhir pekan lalu, suporter garis keras Milan, Ultras, menodai perayaan pesta perpisahan Paolo Maldini di Stadion Giuseppe Meazza, Milan. Diberitakan Channel4, saat Maldini melakukan lap of honour usai peluit panjang dibunyikan, fans yang berkumpul di Curva Sud membentangkan spanduk besar yang isinya justru bernada melecehkan Maldini. Tentu saja ada alasan mengapa Ultras berbuat seperti ini kepada pemain yang sudah seperempat abad menunjukkan loyalitasnya. Seperti diberitakan Goal dilansir dari YahooSports, tindakan Ultras ini didasari beberapa sebab. Yang pertama adalah kekalahan Milan atas Liverpool di final Liga Champions 2004/05. Ketika itu Ultras yang kecewa kemudian ramai-ramai mencibir Milan ketika tim pujaannya itu tiba di Italia. Selanjutnya, Maldini dikabarkan marah dan balik melontarkan kata-kata yang oleh Ultras dinilai menyakitkan. "Kami hanya ingin membuat semuanya jelas tentang beberapa ucapan dan tindakan Maldini beberapa tahun yang lalu. Yang jelas kami tidak bermaksud mengecamnya,"tukas pemimpin Ultras Giancarlo Capelli. Sebab lain adalah keinginan Ultras untuk terlibat dalam perayaan pamitan Maldini ditolak oleh pihak klub. Ultras semula berencana melakukan sebuah koreografi, namun Milan menolaknya. Selanjutnya, klub memproduksi dan memasarkan sendiri merchandise yang berbau perpisahan Maldini. Wakil presiden Milan Adriano Galliani menolak Ultras karena menilai kelompok suporter itu sering terlalu ikut campur dalam masalah internal klub.
