Setelah menjadi kartu mati saat diKO LIVERPOOL, Vidic kali ini ditemani pasangannya Ferdinand, menjadi batu nisan "kematian" MU di final UCL semalam.
Vidic, yg menurut SG8 merupakan pemain terbaik MU saat ini, jelas menjadi "otak" kekalahan MU semalam. Atau karna penghargaan2 yg beruntun itu membuat Vidic justru "letoy" di partai puncak ? duer ! Kamis, 28/05/2009 09:44 WIB Vidic Antiklimaks Andi Abdullah Sururi - detiksport (AFP/Carl de Souza) Roma - Final Liga Champions 2009 sepertinya menjadi antiklimaks buat Nemanja Vidic. Karang kokoh dari Serbia itu tampak rapuh saat menghadapi gempuran penyerang-penyerang Barcelona. Dalam pertarungan puncak di Roma, Kamis (28/5/2009) dinihari WIB, Manchester United kehilangan gelar Eropa-nya setelah menelan kekalahan 0-2. Manajer Sir Alex Ferguson menyesalkan terjadinya gol-gol di gawang Edwin van der Sar, karena lahir dari permainan tak bagus di lini belakang. Dan Vidic tentu saja salah satu pemain yang berperan di sektor tersebut. Tidak seperti biasanya, si 'Menara Kembar' (Twin Tower) tidak tampil solid. Rio Ferdinand, salah satu bek terbaik Inggris saat ini, kerepotan dalam membangun tembok pertahanan bersama rekan-rekannya, terutama Vidic sebagai sesama centre back. Tapi Vidic dinilai bermain lebih buruk ketimbang Ferdinand. Ia tampak kerap kehilangan konsentrasi sehingga sering kali melakukan sapuan-sapuan yang tidak ideal. Ia mudah dilewati Lionel Messi, Samuel Eto'o atau Xavi Hernandez, juga buruk menghalau bola-bola di udara. Gol pertama buatan Eto'o di menit 10 juga ada unsur kegagalan Vidic dalam menghentikan pergerakan penyerang Kamerun itu, sebelum kemudian memperdaya Michael Carrick dan Edwin van der Sar. Menjadi antiklimaks buat Vidic karena pria bertubuh tinggi besar itu beberapa jam sebelum kickoff dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Inggris pilihan sponsor Barclays. Ia juga telah memenangi penghargaan sebagai pemain 'Setan Merah' terbaik musim ini versi para pemain MU maupun fans melalui voting via situs resmi klub tersebut. ( a2s / krs )
