---------- Forwarded message ----------
From: Indriani Retno Utami <[email protected]>
Date: 2009/5/28
Subject: Apa itu Guardiolanomics?





28/05/09 13:13
Apa itu Guardiolanomics?

*Oleh A.A. Ariwibowo*


Pep Guardiola (Reuters)
Jakarta (ANTARA News) - Kalau "nomics-nomics" menyibukkan diri dengan
kegenitan target selangit pertumbuhan ekonomi, lenturnya inflasi yang
memusingkan kepala para inang di pasar becek serba tradisional, maka nomics
yang satu ini menyasar kepada capaian dengan mengusung kesederhanaan,
memilih keberanian dan mengedepankan keteguhan hati. Tetap menyerang dan
bekerja keras, meski mengalami deraan krisis.

Guardiolanomics mengajarkan jalan super-sederhana. Lihat saja ketajaman dan
keampuhan Blaugrana yang dihuni Lionel Messi, Samuel Eto`o dan Thierry
Henry. Mengandalkan aliran bola relatif pendek, cepat, dan pada saatnya
menusuk jantung pertahanan lawan; deretan punggawa Barcelona membentuk
rantai pemain yang meneror barisan pertahanan skuad Manchester United.

Investasi dalam guardiolanomics, yakni menciptakan iklim yang memungkinkan
pergerakan pemain lebih leluasa, lebih tajam, dan lebih efektif membuahkan
gol. Birokrasi terbilang efisien di tubuh "Azulgrana", tanpa membusungkan
dada mau "sok optimistis". Sektor riilnya, ada dalam daya beli dan daya
terjang seluruh pemain,
bukan daya dalam kata-kata. Infrastruktur laga bola ada dalam "human
capital".

Kolaborasi dari lini pertahanan, tengah dan depan diracik apik oleh arsitek
berusia relatif muda, Pep Guardiola. Tim yang bermarkas di Stadion Camp Nou
itu membuat kepincut para penggila bola, karena tampil taat-asas dengan gaya
permainan sepak bola menyerangnya.

Permainan mereka indah dan terbukti produktif. Alhasil, mereka meraup juara
Copa del Rey, Divisi Primera, dan Liga Champions. Guadiolanomics meramu
kecermatan pemimpin, jalinan kerjasama antar lini dan hasil yang memadai.

Hitung-hitungannya, jika ditambah dengan capaian di babak kualifikasi III,
jumlah gol yang dilesakkan Barca di Liga Champions musim 2008/2009 mencapai
34 gol. Menurut statistik UEFA, total gol Barca menjadi 30 butir alias dua
digit.

Guardiolanomics berkiblat kepada pro-gol atau ofensif. "Jika Anda mengambil
bola dan menyerang disertai keberanian, maka akan banyak mendapat peluang
mencetak gol. Kami tak mau jadi pengecut. Itu tak pernah kami lakukan dalam
pertandingan. Tak ada cara lain. Akan lebih berbahaya jika kita tak berani
mengambil risiko," kata Guardiola.

Bagaimana dengan pasar lokal untuk menggerakkan lokomotif sektor riil?
Barcelona memproklamasikan diri sebagai skuad yang mengandalkan pemain asli
Spanyol.Pada final Liga Champions 2009 di Stadio Olimpico, Roma, Kamis
(28/5) dini hari WIB, "El Barca" turun dengan enam pemain Spanyol pada
starting line-up. Kebalikannya, "The Red Devils" yang mewakili Inggris
menggunakan tiga pemain dari negara tersebut.

Mayoritas pemain Barca berasal dari kandang "La Masia", nama yang diberikan
bagi tempat berlatih pemain "Azulgrana" di dekat Stadion Camp Nou. Jebolan
dari akademi ini antara lain kapten Carles Puyol, duo gelandang Xavi
Hernandez dan Andres Iniesta, serta kiper Victor Valdes. Ada pula Gerard
Pique dan Sergi Busquets.

Dari 24 pemain yang dikoleksi "Azulgrana" saat ini, 11 di antaranya berasal
dari "La Masia". Sebanyak 46 persen pemain hasil didikan Barca. Lionel Messi
dari Argentina terbilang relatif menjiwai sepak bola Spanyol sebab ia masuk
dalam kasta home grown player di Barcelona. Mereka diberi peran sebagai
starter di Roma.

Meski memperoleh kemenangan, Guardiola memelihara nilai kecerdasan
emosional, tidak langsung meluapkan dalam lautan "mabuk kemenangan", tetapi
lebih memilih bersikap tenang, mengandalkan pengendalian diri.

"Kami sangat senang karena kami telah berbuat hal luar biasa. Kami bukan tim
terbaik dalam sejarah Barca, tetapi kami telah mencapai hasil terbaik di
musim ini," katanya seperti dikutip dari laman UEFA.

Tidak langsung menggebrak dengan menyedot ekstra energi di menit-menit awal
pertandingan, Guardiola menginstruksikan kepada para pemainnya untuk
mempercayai proses, bukan justru memilih jalan pintas.

"Saya memproses segala emosi yang berkecamuk. Kami justru memperoleh hasil
gemilang. Pertahanan kami tidak ditopang pemain reguler, tetapi kami tetap
menyerang dan menjalin pertahanan rapat. Yang kami hadapi, salah satu tim
terbaik di dunia," katanya juga.

Sebagai pemipin, ia mengambil resiko dan tidak kikir memberi pujian kepada
anak asuhannnya. Lionel Messi disebutnya pantas menerima penghargaan "Ballon
d`Or".

"Saya hanya ingin tampil optimal. Jika Anda tampil menyerang, maka besar
kemungkinan Anda memperoleh peluang menang. Tidak ada yang lebih berharga
dan bernilai daripada mengambil resiko. Anda menikmati kejayaan, dengan
begitu Anda dapat menikmatinya. Besok, kami akan merayakan kemenangan," kata
Pep.

Dalam guardiolanomics berlaku formula, kejayaan sama dengan kesediaan
mengambil resiko plus kerja keras.

Pesona guardiolanomics diakui oleh manajer gaek United, Sir Alex Ferguson.
"Gol pertama membuat mereka tampil lebih bersemangat. Kami tidak menduga gol
sedemikian awal. Barcelona tampil luar biasa. Penguasaan bola mereka
terlihat fantastis. Lini depan tampak dinamis yang ditunjang lini tengah.
Setelah kemasukan satu gol, kami sulit bangkit. Saya menghormati filosofi
sepak bola mereka," kata pelatih yang sejak 1986 bertengger di Old Trafford
itu.

Di mata Fergie yang asal dari Skotlandia itu, guardiolanomics bermuara dari
kematangan tim dan kecermatan serta ketelitian memilih petempuran. Semua
orang punya pertempuran yang harus dihadapi. Tinggal sekarang, memilah dan
memilih pertempuran mana yang dihadapi. Yang utama dan terutama,
menggolongkan setiap potensi pertempuran ke dalam peringkat yang sama.

"Saya kagum dengan kematangan tim. Malam ini kami kecewa dengan aspek
penguasaan bola. Kami menunggu dari menit ke menit untuk pulih, tetapi
rupanya kami tidak memperoleh hasil cukup baik. Ini capaian luar biasa dari
(Guardiola) dalam tahun pertamanya sebagai pelatih. Sungguh fantastis," kata
Ferguson.

Kekuatan guardiolanomics terletak kepada keberanian melakukan lompatan dalam
perkembangan kosmos bernama laga bola. Guardiolanomics merujuk kepada
pandangan utuh mengenai manusia.

Manusia tidak dapat direduksi karena manusia tampil sebagai puncak dari
perkembangan kosmis. Bersama dengan Pencipta dalam cinta, manusia menuju
"poin omega".(*)

COPYRIGHT © 2009


-- 
"The Past cannot be erased and regrets may surface but the pen of the future
is yours to be held; to draw a beautiful life a head." - Katie Schmidt-


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke