[rudy]
Setahu saya, semua pelatih Milan yang membawa kejayaan di bawah kepemimpinan
Berlusconi pada awalnya diragukan ketika pertama kali ditunjuk sebagai
pelatih. Sampai sekarang saya tidak pernah melihat ada presiden yang punya
ketajaman naluri dalam menunjuk pelatih melebihi Berlusconi. Kalau Raja
Midas konon apa yang dia sentuh menjadi emas, Berlusconi apa yang dia tunjuk
menjadi emas :D

Ini saya puterin kasetnya :

1. Arrigo Sacchi.
Masih ingat anak penjual sepatu ini?
Siapa sich yang kenal Sacchi sebelum melatih Milan? dia hanyalah pelatih tim
Serie B AC Parma yang kebetulan ketika itu mengalahkan Milan di Copa Italia.
Saat itu juga kejelian Berlusconi terlihat, tanpa peduli dengan komentar
miring dari berbagai pengamat dia menunjuk Sacchi sebagai pelatih. Dan
hasilnya? musim pertama dia melatih Milan langsung mempersembahkan gelar
scudetto, dilanjutkan dengan Piala Super Italia. Musim berikutnya? dia
menyapu bersih gelar internasional yang diikuti Milan. Piala Champions 2x
(1988-89 & 1999-90), Piala Super Eropa (1989 & 1990), serta Piala
Interkontinental (1989 & 1990). Menyapu bersih gelar internasional 2 musim
beruntun adalah sebuah pencapaian yang sampai sekarang belum pernah disamai
oleh pelatih manapun di dunia ini.

2. Fabio Capello.
Tidak diragukan lagi reputasi dan prestasinya sebagai pelatih, dia selalu
membawa tim yang dilatihnya juara liga dari mulai Milan, Madrid, Roma, dan
Juventus. Namun mungkin tidak banyak yang tahu kalau sebelum melatih Milan
tahun 1991 dia hanyalah pelatih junior Milan yang tidak punya prestasi yang
membanggakan. Bayangkan presiden mana yang mau bertaruh menunjuk dia yang
tidak punya pengalaman melatih tim senior sebagai pengganti Sacchi yang
menyapu bersih gelar internasional? Namun nada-nada sinis tidak menyurutkan
Berlusconi untuk menunjuknya menggantikan Sacchi, dan apa yang diraihnya?
Juara Serie A: 1991-92, 1992-93, 1993-94, 1995-96, Juara Supercoppa
Italiana: 1992, 1993, 1994, Juara UEFA Champions League: 1993-94 (ketika itu
membantai Barcelona yang ada Romario, Kuman, dan Stoijkov 4-0), dan European
Super Cup: 1994. Dia juga mengukir sejarah dengan menjadikan Milan sebagai
tim yang tak terkalahkan dalam 58 partai Serie A yang ketika itu dijuluki *The
Invincibles.*
**
3. Carlo Ancelotti
Ini sama saja, bahkan lebih parah...sebelum datang ke Milan dia punya
reputasi sebagai pelatih specialist runner-up karena 2 musim menangani tim
sebesar Juventus hanya bisa menjadi runner-up di Serie A. Walaupun bawa Juve
juara Intertoto Cup: 1999 sama sekali bukan sesuatu yang bisa dibanggakan.
Tapi seperti sebelum-sebelumnya, Berlusconi punya andil besar dalam
perekrutannya. Nada sinis tidak dia pedulikan, dan akhirnya pilihan
Berlusconi tidak salah, setelah musim2 sebelumnya menjadi pesakitan di Eropa
MIlan kembali bertaring dengan banyak gelar yang dia persembahkan.

Coppa Italia: 2002–03
Serie A: 2003–04
Italian Supercup: 2004
UEFA Champions League: 2002–03, 2006–07
UEFA Super Cup: 2003, 2007
FIFA Club World Cup: 2007

Jujur era pelatih ini saya merasa pahit getirnya menjadi tifosi Milan,
ketika musim 2004-05 Milan sampai ke final dan bertemu Liverpool di
Istanbul, Itu adalah moment yang luar biasa sangat menyesakkan, sudah
leading 3-0 di babak pertama tapi akhirnya gigit jari. Setelah itu banyak
sekali desakan untuk memecat beliau ini, tapi Berlusconi tetep kekeuh
mempertahankannya. Bahkan Sheva yang merupakan andalan Don Carlo dilepas ke
Chelsea dia tidak sedikitpun mengeluh. Dia adalah tipe pelatih yang sangat
mengandalkan taktik ketimbang fisik pemain. Semua pemain di usia berapapun
asalkan mempunyai teknik dan kecerdasan membaca permainan akan dia pakai dan
dia andalkan. Dan entah sebuah kebetulan atau apa, saat yang ditunggu-tunggu
datang musim 2006-07 Milan kembali ketemu Liverpool di Istanbul dan seperti
pertemuan sebelumnya Milan selalu leading, namun kali ini tanpa ampun Milan
meraih gelar Liga Champions yang ke-7. Inzaghi yang ketika itu berusia 33
tahun menjadi bintang.

4. Leonardo Nascimento de Araújo???
Cukup satu kalimat saja "Dia adalah Juara Dunia".


> Tidak semua pelatih yang ditunjuk Berlusconi sukses, tapi semua pelatih
Milan yang sukses semuanya tidak punya prestasi membanggakan sebelum melatih
Milan.

Ciao
[/rudy]

2009/6/2 Rainhard Sitorus <[email protected]>

>
>
> Susah kalau Milan bermimpi seperti Barcelona. Selain Leonardo kurang teruji
> dibanding dengan Guardiola yg punya pengalaman menangani team yunior. Milan
> finansial dan materi pemain tidak sebaik Barca waktu ditinggal Rykaard.
> Kemungkinan musim depan Milan tidak dapat throphy apa-apa. Butuh tiga empat
> tahun deh ... baru bicara.
>
> RS
>
> .
>
> 
>



-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat 
[email protected]
==========================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke