Aku bkn pengamat Seri A, tp sepertinya kondisinya beda antara sekarang dan dahulu. 3 pelatih tersebut diwarisi pemain2 terbaik di masa nya. Selain itu Seri A saat itu punya standar sepakbola paling tinggi di Eropa cuma akhir2 ada Madrid yg menjadi saingan. Tp kondisi skrg beda, La Liga dan EPL sdg berkibar sementara Seri A malah banyak kehilangan bintangnya, yg pensiun maupun yg pindah termasuk pelatih top nya. Di dalam Seri A sendiri Milan harus bersaing dg Inter yg paling siap menyambut musim dpn. Dengan kehilangan Kaka dan makin tuirnya skuad. Milan perlu beli banyak pemain. Masalahnya sekarang banyak klub dg finansial yang kuat juga cari pemain bagus, sementara pemain2 kelas satu sangat terbatas jumlahnya di pasaran.
Salam, Ari Chelski Sent from my mobile device Powered by Dunkin' Donuts -----Original Message----- From: Don Rudy Sent: 03/06/2009 10:49:39 Subject: Re: [BolaML] wih leonardo balik ke milan. tentu gak jadi pemain . . :P [rudy] Setahu saya, semua pelatih Milan yang membawa kejayaan di bawah kepemimpinan Berlusconi pada awalnya diragukan ketika pertama kali ditunjuk sebagai pelatih. Sampai sekarang saya tidak pernah melihat ada presiden yang punya ketajaman naluri dalam menunjuk pelatih melebihi Berlusconi. Kalau Raja Midas konon apa yang dia sentuh menjadi emas, Berlusconi apa yang dia tunjuk menjadi emas :D Ini saya puterin kasetnya : 1. Arrigo Sacchi. Masih ingat anak penjual sepatu ini? Siapa sich yang kenal Sacchi sebelum melatih Milan? dia hanyalah pelatih tim Serie B AC Parma yang kebetulan ketika itu mengalahkan Milan di Copa Italia. Saat itu juga kejelian Berlusconi terlihat, tanpa peduli dengan komentar miring dari berbagai pengamat dia menunjuk Sacchi sebagai pelatih. Dan hasilnya? musim pertama dia melatih Milan langsung mempersembahkan gelar scudetto, dilanjutkan dengan Piala Super Italia. Musim berikutnya? dia menyapu bersih gelar internasional yang diikuti Milan. Piala Champions 2x (1988-89 & 1999-90), Piala Super Eropa (1989 & 1990), serta Piala Interkontinental (1989 & 1990). Menyapu bersih gelar internasional 2 musim beruntun adalah sebuah pencapaian yang sampai sekarang belum pernah disamai oleh pelatih manapun di dunia ini. 2. Fabio Capello. Tidak diragukan lagi reputasi dan prestasinya sebagai pelatih, dia selalu membawa tim yang dilatihnya juara liga dari mulai Milan, Madrid, Roma, dan Juventus. Namun mungkin tidak banyak yang tahu kalau sebelum melatih Milan tahun 1991 dia hanyalah pelatih junior Milan yang tidak punya prestasi yang membanggakan. Bayangkan presiden mana yang mau bertaruh menunjuk dia yang tidak punya pengalaman melatih tim senior sebagai pengganti Sacchi yang menyapu bersih gelar internasional? Namun nada-nada sinis tidak menyurutkan Berlusconi untuk menunjuknya menggantikan Sacchi, dan apa yang diraihnya? Juara Serie A: 1991-92, 1992-93, 1993-94, 1995-96, Juara Supercoppa Italiana: 1992, 1993, 1994, Juara UEFA Champions League: 1993-94 (ketika itu membantai Barcelona yang ada Romario, Kuman, dan Stoijkov 4-0), dan European Super Cup: 1994. Dia juga mengukir sejarah dengan menjadikan Milan sebagai tim yang tak terkalahkan dalam 58 partai Serie A yang ketika itu dijuluki *The Invincibles.* ** 3. Carlo Ancelotti Ini sama saja, bahkan lebih parah...sebelum datang ke Milan dia punya reputasi sebagai pelatih specialist runner-up karena 2 musim menangani tim sebesar Juventus hanya bisa menjadi runner-up di Serie A. Walaupun bawa Juve juara Intertoto Cup: 1999 sama sekali bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Tapi seperti sebelum-sebelumnya, Berlusconi punya andil besar dalam perekrutannya. Nada sinis tidak dia pedulikan, dan akhirnya pilihan Berlusconi tidak salah, setelah musim2 sebelumnya menjadi pesakitan di Eropa MIlan kembali bertaring dengan banyak gelar yang dia persembahkan. Coppa Italia: 200203 Serie A: 200304 Italian Supercup: 2004 UEFA Champions League: 200203, 200607 UEFA Super Cup: 2003, 2007 FIFA Club World Cup: 2007 Jujur era pelatih ini saya merasa pahit getirnya menjadi tifosi Milan, ketika musim 2004-05 Milan sampai ke final dan bertemu Liverpool di Istanbul, Itu adalah moment yang luar biasa sangat menyesakkan, sudah leading 3-0 di babak pertama tapi akhirnya gigit jari. Setelah itu banyak sekali desakan untuk memecat beliau ini, tapi Berlusconi tetep kekeuh mempertahankannya. Bahkan Sheva yang merupakan andalan Don Carlo dilepas ke Chelsea dia tidak sedikitpun mengeluh. Dia adalah tipe pelatih yang sangat mengandalkan taktik ketimbang fisik pemain. Semua pemain di usia berapapun asalkan mempunyai teknik dan kecerdasan membaca permainan akan dia pakai dan dia andalkan. Dan entah sebuah kebetulan atau apa, saat yang ditunggu-tunggu datang musim 2006-07 Milan kembali ketemu Liverpool di Istanbul dan seperti pertemuan sebelumnya Milan selalu leading, namun kali ini tanpa ampun Milan meraih gelar Liga Champions yang ke-7. Inzaghi yang ketika itu berusia 33 tahun menjadi bintang. 4. Leonardo Nascimento de Araújo??? -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [email protected] ==========================================================Yahoo! Groups Links
