hahahahahahaaaaa.... no comment deh
---------------------------------------------------------
CATATAN Piala Konfederasi: Italia Memudar, Seperti Warna Bajunya
Ada
apa dengan timnas Italia? Mengapa mereka melempem? Apakah performa dan
prestasi mereka terkoneksi dengan warna baju mereka yang memudar?
22 Jun 2009 10:25:20Oleh Mohamad Yanuar
Saya tak habis pikir dengan
penampilan Italia dinihari tadi. Tim besutan Marcello Lippi itu
sepertinya tak lagi memiliki sentuhan magis, baik dalam menyerang
maupun bertahan.
Di laga pertama, saat menghadapi Amerika
Serikat, Italia tampil bagus, tapi tak cukup meyakinkan. Ketika
berhadapan dengan Mesir, tak muncul lagi yang namanya kreativitas.
Semuanya terlihat monoton.
Menghadapi Brasil adalah penampilan antiklimaks Italia. Jika digrafikkan,
performa Azzurri seperti turun ke titik nol, tapi tidak dari puncak tertinggi.
Ada apa dengan Italia?
Pertanyaan
ini sepertinya pantas diajukan pada Marcello Lippi, orang yang paling
bertanggung jawab dengan segala penampilan anak asuhnya. Namun akan
menjadi hal yang tak adil bila semua kegagalan Azzurri di Piala Konfederasi
disematkan seluruhnya ke pundaknya.
Namun
ada banyak celetukan unik terdengar dari para fans Italia. Menurunnya
performa Italia itu tak terlepas dari warna kostum mereka yang memudar.
"Tidak
ada bukti empiris untuk menjelaskannya," jelas teman saya. "Tapi jika
dibandingkan dengan tim lain, seperti Spanyol dan Brasil yang memiliki
warna tegas dan mencolok, dan dihubungkan dengan penampilan mereka di
turnamen ini, kelihatannya ada hubungannya."
Jauh-jauh hari, Marcello Lippi sudah menyatakan tak sependapat dengan anggapan
itu.
"Birunya memang kurang, tapi apa pun warna jersey kami, tetap ada empat bintang
di sana dan kami ingin menghormatinya," tukas pelatih timnas Italia itu.
Saya
sendiri tak sepenuhnya setuju dengan pendapat teman saya itu. Tapi
terkait dengan kostum, saya menilai warna biru pucat kostum Italia itu
hanyalah menggambarkan prestasi Italia di turnamen ini.
Spanyol
dengan warna merahnya dan Brasil dengan kuning-biru nan menyala memang
menunjukkan performa yang sama tegasnya dengan warna kostum mereka.
Jika tak bisa dibilang sempurna, setidaknya penampilan mereka di atas
rata-rata.
Konon, penggunaan warna ini untuk menghormati
kejayaan timnas Italia di era 30-an, yang saat itu posisi pelatih
dipegang Vittorio Pozzo, di mana tim memenangi Piala Dunia 1934 dan
1938 dan Olimpiade 1936.
Sayangnya, bentuk penghormatan tersebut
tak sebanding lurus dengan performa anak asuh Lippi saat ini. Di
sinilah muncul segudang tuntutan, mulai dari regenerasi pemain hingga
strategi. Fabio Cannavaro dan pemain yang seangkatannya banyak
disarankan untuk mundur dan lebih banyak memberi pemain muda yang lebih
bersemangat dan memiliki talenta lebih baik.
Di salah satu forum menyebutkan Italia juga harus mengubah warna kostumnya,
dari biru pucat, atau yang disebut Corriere dello Sport sebagai 'biru yang
kurang warna birunya', atau celeste, menjadi biru yang lebih pekat, atau biru
yang benar-benar biru.
Toh agar semua itu menegaskan julukan timnas Italia sebagai Azzurri. Atau
timnas Italia mau mengubah julukannya sebagai Celesti?
[Non-text portions of this message have been removed]