Hak siar Liga Inggris jatuh ke TelkomVision

Rabu, 01 Juli 2009 | 14:46 wib ET
SURABAYA - Hak siar eksklusif English Premier League (EPL) yang selama ini
diperebutkan para pemain di industri TV berbayar akhirnya jatuh ke
TelkomVision dan YesTV. Hak siar tersebut dibeli dengan harga sekira US$6
juta.

TelkomVision dan YesTV adalah merek TV berbayar yang dikeluarkan PT Indonusa
Telemedia, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).

GM Marketing & Customer Care PT Indonusa Telemedia Eko B. Bramantyo
mengemukakan, hak siar eksklusif EPL sudah hampir pasti jatuh ke tangan
TelkomVision dan YesTV. Segala prosedur sudah dilalui oleh Indonusa
Telemedia.

"Prosesnya sudah 90%. Hanya tinggal beberapa masalah teknis. Istilahnya,
kurang tanda tangan saja," ujar Eko kepada kabarbisnis.com di Surabaya, Rabu
(1/7/09).

Menurut Eko, semua proses tender sudah dilalui. Parameter pemegang hak siar
eksklusif tidak hanya ditentukan dari penawaran harga yang diajukan,
melainkan juga faktor-faktor lainnya. Eko mengaku tidak tahu pasti berapa
harga yang ditawarkan kompetitor.

"Jadi, penawaran harga bukan faktor utama. Sebab, faktor lain juga
diperhitungkan, seperti jumlah subscriber," jelas Eko.

Semua proses untuk mendapatkan hak siar ekslusif tersebut, jelas dia, akan
tuntas pada bulan. "Jika tidak bulan ini, Agustus semuanya sudah selesai.
Liga Inggris kan sebentar lagi juga sudah dimulai," terangnya.

Selain hak siar Liga Inggris, Indonusa Telemedia sudah memegang hak siar
Liga Italia. "Harga pembelian hak siar Liga Italia setengah dari harga Liga
Inggris," jelasnya. Itu artinya, perseroan mengeluarkan sekira US$2,5
juta-US$3 juta untuk mendapatkan hak siar eksklusif Liga Italia.

"Liga Inggris adalah jualan yang sangat menarik dan akan menjadi driver dari
penetrasi pasar TV berbayar kami. Namun, Liga Italia juga tetap menjadi
sarana untuk menggenjot jumlah pelanggan, mengingat masih banyak penggemar
klub-klub Italia di tanah air," kata Eko.

Tahun ini, secara total, Indonusa Telemedia mengeluarkan US$10 juta untuk
membeli sejumlah hak siar di TV berbayarnya. "Itu belum termasuk untuk
promosi," ujarnya.

Eko mengakui, ujung tombak pemasaran TelkomVision dan YesTV pada tahun ini
adalah tayangan Liga Inggris yang akan disiarkan secara eksklusif. "Liga
Inggris itu ibarat gula. Hampir semua TV berbayar di Indonesia menginginkan
memperoleh hak siarnya. Jadi, pasti ini kami maksimalkan," terang dia.

Jadi Rebutan

Berdasarkan catatan kabarbisnis.com, hak siar eksklusif Liga Inggris selalu
ramai diperbincangkan setiap tahun. Siapa operator televisi yang akan
mendapatkan hak siar tersebut ramai ditunggu-tunggu publik.

Di Asia, pemegang hak siar EPL adalah All Asia Media Network dan ESS. ESS
merupakan kongsi dua kanal televisi yang menjadi acuan tayangan olahraga,
yaitu ESPN dan Star Sports. ESS mempunyai berbagai program olahraga yang
disebarkan hampir di seluruh kawasan Asia dalam lima bahasa, yaitu Inggris,
Kanton, Mandarin, Hindi, dan Korea. 

Sejak belum jatuh ke tangan operator TV berbayar, publik Indonesia menikmati
aksi para pemain di kompetisi sepak bola yang kini menjadi nomor wahid di
dunia itu lewat tayangan televisi free to air alias televisi yang bisa
diakses secara gratis.

Bertahun-tahun publik tanah air menikmati layanan Liga Inggris secara
gratis. Sebab, ESS selalu menjalin kerja sama dengan televisi free to air,
mulai dari SCTV sampai Lativi. Bagi sebagian masyarakat yang sudah mengakses
TV berbayar, maka mereka menikmati Liga Inggris lewat Star Sports maupun
ESPN.

Namun, kemudian publik hanya bisa mengaksesnya lewat TV berbayar, yang
ketika itu dipelopori oleh Astro All Asia Network memegang hak siar Liga
Inggris di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. 

Polemik hak siar Liga Inggris ini sempat mencuat karena banyak yang menuding
prosesnya tidak transparan. Ada indikasi monopoli usaha dalam perebutan hak
siar tersebut. 

Publik kemudian dikejutkan oleh kehadiran Aora TV yang berhasil merebut hak
siar Liga Inggris. Aora TV dimiliki oleh keluarga Soemarno, dipimpin oleh
duet kakak-beradik Rini Soemarno dan Ongky Soemarno. Aora TV hadir dengan
perusahaan PT Karyamegah Adijaya. 

Rini adalah mantan menteri di era pemerintahan Megawati Soekarnoputri.
Hingga kini pun dia masih sering tampak bersama Megawati di sejumlah acara,
termasuk saat deklarasi pencalonan presiden putri Soekarno tersebut. Rini
juga menjadi bos di perusahaan motor dalam negeri bermerek Kanzen. Anggota
keluarga Soemarno lainnya adalah Ari Soemarno, mantan dirut PT Pertamina
(Persero). Sementara Ongky sudah terkenal malang-melintang di sejumlah
sektor bisnis.

Harga untuk mendapatkan hak siar Liga Inggris ini juga terus melonjak. Pada
2003, harga hak siar Liga Inggris "hanya" US$1,2 juta dan kini terus
mendaki. Bahkan, ESS sempat disebut-sebut menawarkan harga hingga US$25 juta
kepada para operator TV berbayar di Indonesia untuk mendapatkan hak siar
tersebut pada musim 2008. Dari situlah muncul banyak kecurigaan karena
tawaran harga dari ESS relatif tidak masuk akal. Pada tahun itu, Aora TV
muncul sebagai pemegang hak siar.

Dan kini, hak siar itu jatuh ke Indonusa Telemedia, anak usaha Telkom. Harga
sekira US$6 juta itu sebenarnya jatuh cukup dalam, mengingat tahun lalu
AoraTV pernah menyebut angka US$18 juta -US$20 juta untuk mendapatkan hak
siar Liga Inggris selama semusim kompetisi. 

Eko mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa harga dari AoraTV untuk
mendapatkan hak siar pada tahun lalu.

"Yang jelas, kami mendapatkan hak siar Liga Inggris pada musim depan dengan
harga US$6 juta itu," tegas Eko.

Program andalan ini, kata Eko, diharapkan bisa menggenjot jumlah pelanggan
perseroan. "Tapi, kami juga tidak hanya mengandalkan Liga Inggris. Percuma
saja kalau hanya Liga Inggris yang diandalkan sementara channel lainnya
sedikit," jelasnya. 

Pantas, memang, jika Indonusa Telemedia juga memperhatikan channel yang
disediakan di TV berbayarnya. Seorang praktisi di industri TV berbayar
menyebutkan, kegagalan Aora TV dalam meraih pasar pada tahun lalu adalah
minimnya channel yang tersedia, kendati mereka mempunyai hak siar Liga
Inggris.

Sebab, TV berbayar adalah konsep TV keluarga. Artinya, selera anggota
keluarga lainnya juga harus terakomodasi.

Kita tunggu saja bagaimana penetrasi pasar TelkomVision dan YesTV
pascamendapatkan hak siar eksklusif yang diidam-idamkan oleh hampir semua
operator televisi tersebut. kbc9 


Kirim email ke