Upaya Minnesota Timberwolves untuk membujuk point guard Ricky Rubio agar mau bermain di NBA musim ini tak menemui hasil. Rubio memilih bertahan di Liga Spanyol saja.
Rubio dipilih T-Wolves sebagai pilihan kelima dalam draft NBA tahun 2009. Merasa masih belum siap, guard berusia 19 tahun itu mengaku masih ingin bermain di Liga Spanyol untuk setahun lagi. T-Wolves memilih tidak memaksa Rubio bergabung dan si pemain kemudian pindah dari DKV Joventut ke Barcelona setelah yang terakhir ini menyanggupi membayar buy out clause Rubio sebesar 5 juta dolar AS (Rp 50,8 miliar). Hijrahnya Rubio ke Barcelona terjadi saat T-Wolves yang diwakili langsung Presidennya, David Kahn, tampak akan sanggup memboyong pemuda berbakat itu ke NBA musim ini sebelum kemudian Rubio berubah pikiran. Di Barcelona, Rubio diikat dengan sebuah kontrak berdurasi enam tahun. Dalam kontrak tersebut juga ada buy out clause yang akan membuatnya dapat bermain di NBA dalam dua tahun ke depan. "Pergi ke Minnesota akan banyak membuat hidup saya jadi rumit. Hal itu berisiko dan saya belum dapat melihatnya dengan jelas," ujar Rubio seperti dilansir YahooSports. "Prioritas saya adalah NBA dan mustahil bagi Minnesota untuk membayar buy out clause saya, jadi saya memilih bertahan di rumah (Spanyol)," imbuh pemain bertinggi 193 cm itu lagi. Meski angka 5 juta dolar terlihat kecil, NBA mengatur bahwa sebuah klub maksimal membayar buy out clause pemain hanya sebesar 500 ribu dolar saja. Walau hal itu membuat kepindahannya tertunda, Rubio mengaku masih komit untuk tampil di NBA. "Saat musim berakhir, saya masuk ke draft dengan niat masuk NBA. Tapi beberapa hal terjadi dan saya gagal jadi pilihan teratas. Nomor lima menyenangkan, tetapi itu tak cukup bagi saya untuk main di NBA." "Saya tak mau berbohong. Tujuan saya tak lain dan tak bukan adalah NBA," tegasnya.
