Ibu jari tak terasa sakit digigit. Mondar-mandir ke sana-kemari. Wajahnya
seperti berpikir. Entah apa yang dipikirkannya saat timnya menjamu Brazil di
kualifikasi Piala Dunia kemarin. Mencari cara untuk menyamakan kedudukan? Atau,
mencari cara bagaimana meraih kemenangan setelah tertinggal dahulu? Atau, sama
sekali tak bisa berpikir? Pusing. Bisa jadi memang Maradona dibuat pusing oleh
kinerja timnya yang sudah tertinggal 2 gol di babak pertama.
Tambah pusing lagi pada akhirnya, timnya menyerah 1-3 di tangan Brazil, dan
kalah di kandang sendiri. Dan, lebih pusing lagi ketika pada pertandingan
berikutnya, timnya menyerah dari tuan rumah Paraguay, 1-0.
Kini, dalam klasmen sementara, Argentina berada di urutan kelima. Turun satu
tingkat setelah kekalahan lawan Paraguay dengan poin tetap, 22. Posisi empat
sudah diduduki Ekuador yang mengalahkan tuan rumah Bolivia.
Dengan kondisi ini, bayang-bayang kegagalan untuk menembus Piala Dunia sudah
ada di pelupuk mata. Jika gagal, akan menandai era terburuk perjalanan
sepakbola Argentina di kancah internasional.Kalaupun lolos, statistik terbilang
buruk. enam kali menang, empat kali draw, dan enam kali kalah. Bandingkan
dengan seterunya Brazil yang hanya satu kali kalah.
Apa yang kurang dari Argentina? Tidak ada. Banyak pemain bertalenta, bertebaran
di sana. Seperti halnya Brazil. Dua negara ini merupakan produsen pemain
sepakbola paling hebat di dunia. Di negera Issabella Peron ini, tak akan
kesulitan mencari pemain berkualitas di posisi apapun.
Apa yang dicapai Argentina saat ini hanya ada satu alasan, yaitu faktor
Maradona. Kasihan sekali jika ia dianggap sebagai biang kegagalan Argentina
sampai saat ini. Tak bijak memang menyalahkan hanya pada satu orang. Tapi,
realitasnya, mengatakan itu.
Maradona memang ditakdirkan sebagai salah satu pemain sepakbola paling
fantastik yang ada di muka bumi ini. Ia banyak membawa kejayaan bagi tim yang
dibelanya. Auranya membuat tim yang dibela bersinar terang. Boca Juniors,
Barcelona, Napoli, dan Timnas Argentina sendiri merasakan bagaimana auranya
bermain membuat tim meraih prestasi. Terlepas dari kasus narkoba dan kasus
lainnya yang menimpa, ia tetap saja mempunyai aura yang luar biasa jika bermain.
Sayangnya, auranya sebagai pemain sepakbola berbanding terbalik dengan karier
kepelatihannya yang singkat itu. Ia hanya sempat melatih Mandiyu of Corrientes
(1994) dan Racing Club (1995). Tak ada yang bisa dicapainya di sana.
Momen paling mengejutkan adalah ketika ia menerima permintaan dari AFA,
PSSI-nya Argentina, untuk menjadikannya sebagai pelatih Timnas Argentina
menggantikan Alfio Basile, tahun 2008 lalu. Dengan pengalaman melatih yang tak
ada apa-apanya, AFA berani memilihnya sebagai pelatih Timnas. Pertimbangannya,
apalagi kalau hanya melihat sejarah karier sebagai pemain sepakbola, bukan
karier kepelatihannya.
Hasilnya, seperti yang telah dicapai Argentina saat ini: kemungkinan tidak
lolos piala dunia, pertahanan yang rapuh, kolektivitas permainan yang kurang,
produktivitas gol yang minim, dan melorotnya peringkat FIFA. Apa yang menjadi
kelebihan Maradona hanya ia bisa menempatkan posisinya sebagai kakak yang baik
bagi para pemainnya. Tak lebih dari itu. Padahal pelatih yang baik, tak hanya
punya hubungan harmonis dengan para pemainnya, tetapi juga intelegensia, pintar
memanajemen tim, cerdas dalam strategi, dll. Hal-hal itulah yang tidak dipunyai
Maradona.
Jadi, hanya satu jawaban untuk memulihkan kondisi Timnas Argentina: Ganti
Maradona dengan pelatih yang tepat. Itu yang dibutuhkan Timnas Argentina jika
ingin meraih prestasi. Kita bisa lihat bagaimana Capello berhasil membawa
Inggris menjadi tim yang ditakuti saat ini. Rekornya di grup penyisihan pun
sempurna. Ini bukti bagaimana FA tak salah memilih pelatihnya. Hal yang sama
dengan Dunga. Walau ia sempat dikritik, toh sebenarnya kinerja timnas Brazil
bisa dibilang baik. Piala Copa America dan Piala Konfederasi pun buah dari
kerja Dunga.
Lolos ataupun tak lolos ke Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, tak akan
mempengaruhi banyak apa yang bisa dibuat Timnas Argentina. Jangan
terlalu berharap Argentina bisa meraih hasil yang lebih baik selama
komando pelatih masih di tangan Maradona.
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
[Non-text portions of this message have been removed]