[rudy]
Kemarin pulang kerja mau beli TopSkor sudah ludes ga ada sisa di beberapa
loper koran, akhirnya beli tabloid Bola ternyata Serie A ga ada di paling
buncit tuh?
Ada Best XI Liga Champions sejak kompetisi ini berubah format, pemain Milan
ada yang masih starting XI Maldini, Seedorf, dan Panucci.

Forza Italia

Ciao
[/rudy]

Kolom Luigi GarlandoJurnalis La Gazzetta dello Sport
dikutip dari TopSkor, Sabtu 12 September 2009

Lippi, Interista dan "ItalJuve"

Kalian tahu dulu Marcello Lippi pernah menolong Inter juara? Tidak, bukan
sebagai pelatih, melainkan sebagai pemain, ketika usianya 26 tahun. Dia
berhasil melakukannya. Tepatnya pada Juni 1974. Saat itu Lippi masih menjadi
pemain Sampdoria. Bersama kedua rekannya, Cristin dan Sabatini, mereka
dipinjamkan ke Inter hanya untuk mengikuti turnamen Azteca d'Oro di Mexico
City.

*"I Nerazzurri" *mengalahkan tiga klub Meksiko dan hanya kalah dari
Indipendiente (Argentina). Inilah formasi Inter ketika itu : Bordon, Oriali,
Fedele, Bertini, Giubertoni, Bini, Massa, Skoglund, Mariani (Cerilli), Scala
(Lippi), Nicoli. Pelatih: Masiero. Oke, ini memang bukan Liga Champions,
tapi Lippi ikut berjuang dan menjadi juara dengan kostum Inter.

Dulu, juga pernah ada tim nasional Italia ala teh chamomile: hanya
dimanfaatkan untuk melepas ketegangan di kompetisi domestik. Kamp latihan
timnas di Coverciano selalu menjadi tempat menyenangkan untuk menyatukan
berbagai warna dan spirit setiap pemain dari berbagai tim. Sekarang, tim
nasional asuhan Lippi disebut *"ItalJuve" *karena kental aroma Juventus.
Akibatnya, situasi sekarang jadi terbalik: tim nasional butuh kompetisi
domestik untuk melepaskan ketegangan.

Kemarin, Presiden Inter, Massimo Moratti menyindir, "Jika Lippi mendukung
Juve, saya mendukung Lazio". Lippi menjawab dengan gusar, "Saya hanya
mendukung Italia". Reaksi pelatih Inter, Jose Mourinho, tidak kalah ketusnya
berkomentar, "Pelatih tim nasional tidak boleh menjagokan Juve, ini sama
saja tidak menghormati pihak lain". Di tengan kemelut ini, sebelumnya muncul
polemik lain yang sudah lebih dulu memanaskan suasana. "Kamu harus pergi
(dari Inter) untuk menimba pengalaman bermain", kata bek Juventus yang juga
kapten tim nasional Italia, Fabio Cannavaro, kepada Davide Santon, pemain
muda Inter. Alih-alih menasehati, ucapannya itu langsung ditanggapi pedas
oleh Mourinho.

Sepuluh hari jeda kompetisi, sepuluh hari tidak membahas persaingan
Inter-Juventus. Itu akibat ketegangan dan polemik tim nasional Italia yang
didominasi Juventus, baik para pemainnya, lapangan latihannya, stadion
tempat bermainnya, maupun para penonton di stadion. Tujuh pemain Juventus di
tim inti dan membuat euforia buat Italia. Santon redup. Kubu Inter hanya
memandang dengan muak.

Sekarang, kompetisi Serie A bergulir lagi. Bagaimana atmosfer di tim
nasional Juni nanti? kita lihat saja nanti. Kaum optimistis menjawab, tahun
2006 skandal sepak bola yang begitu buruk tidak menghalangi dua pemain
Inter(Marco Materazzi-Fabio Grosso) menjadi bintang. Di tengah keraguan ini,
hai para pendukung Inter, ingatlah Lippi seorang yang pernah juara sebagai
Interista.

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke