Baru juga oktober. Tapi udah pada heboh bener nih komentar2 ttg milan. 
Minimal tunggu sampe paruh musim, dgn liat masuk playoff ucl ga dan posisi di 
liga. 


-----Original Message-----
From: "petirburung" <[email protected]>
Date: Tue, 06 Oct 2009 03:00:37 
To: <[email protected]>
Subject: [BolaML] Milan Kehilangan Harga Diri

Jangan langsung ngamuk baca judul, dibaca dulu isinya ..
menurut gw kok bener juga sih unek2 mantan pelatih Milan ini ..
buang aja semua pemain senior Milan, plus Opa Berlu & Galliani..
Bikin Milan Perjuangan !!
*halah*

=====================================================
Milan Kehilangan Harga Diri
 
Selasa, 6/10/2009 | 05:15 WIB

ROMA, KOMPAS.com - Mantan pelatih AC Milan, Alberto Zaccheroni, menilai, 
performa buruk mantan klubnya di Serie-A merupakan bukan diakibatkan oleh 
hal-hal teknis, seperti taktik, melainkan oleh hilangnya harga diri.

Setelah mereguk kemenangan 2-1 atas Siena di awal musim ini, penampilan tak 
lagi memuaskan. Kemerosotan itu semakin terlihat jelas dari rekor tak pernah 
menang dalam empat pertandingan terakhir.

Menurut Zaccheroni, anjloknya prestasi Milan tak bisa dilepaskan dari hilangnya 
tiga pilar utama, yaitu Ricardo Kaka, Carlo Ancelotti, dan Paolo Maldini. Meski 
memiliki banyak pemain bagus, tak bisa dipungkiri, tiga tokoh itu merupakan 
simbol kebesaran yang membuat Milan bisa mengangkat kepala di hadapan tim besar 
lainnya.

Perginya ketiga simbol kebesaran itu secara bersamaan, seperti menguras semua 
daya hidup Milan. Keadaan diperburuk dengan pelit dan lambannya Milan di bursa 
transfer. Alasan krisis finansial yang dikemukakan Presiden Silvio Berlusconi 
membuat pemain semakin mempertanyakan komitmen manajemen.

Milan pun semakin minder ketika Inter Milan dan Juventus mendatangkan 
pemain-pemain top, misalnya Samuel Eto'o Wesley Sneijder, Felipe Melo dan 
Diego. Milan yang sudah kehilangan pilar pun semakin tertampar.

Di tengah krisis itu, Zaccheroni melihat sosok bek Ignazio Abate yang masih 
memiliki antusiasme dan kebanggan bermain untuk Milan. Menurutnya, itu terjadi 
karena Abate berasal dari tim gurem, Torino. Bermain untuk tim dengan reputasi 
lebih tinggi jelas membanggakan.

Hal itu berbeda dari apa yang dirasakan pemain Milan lain. Mereka adalah tim 
besar, namun perginya Kaka, Ancelotti, dan Maldini, telah membuat mereka 
seperti kehilangan segalanya.

"Mereka adalah tim yang kehilangan harga diri Saya tidak berpikir ini soal 
taktik atau nilai. Saya tidak berpikir, masalah mereka adalah pada (materi) 
skuad. Bukan kebetulan bahwa Abate telah menjadi pemain penting karena ia 
mengalami musim di mana ia terdemosi bersama Torino," ungkapnya.

"Baginya, bermain untuk Milan adalah seperti mencapai langit dengan jarinya. 
Jadi, ia memiliki antusiasme untuk melakukan hal besar. Saya tidak tahu apakah 
pemain lain memiliki antusiasme yang sama. Ketika tim kehilangan harga diri, 
maka sulit untuk melakukan apa yang Anda inginkan. Anda kehilangan harga diri 
tidak kepada diri Anda, melainkan kepada mereka yang bermain bersama Anda," 
tambahnya





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke