njrit .. baru tau gw alesan dia ga manggil Trezegol..

============================
'Domenech Salah Semua'
Andi Abdullah Sururi - detiksport

Domenech (Reuters)
Bordeaux - Serangan pada pelatih timnas Prancis Raymond Domenech dilancarkan 
lagi menjelang babak kualifikasi Piala Dunia akhir pekan ini. Pelatih 57 tahun 
itu dinilai telah melakukan semuanya dengan salah.

Adalah mantan pemain Christophe Dugarry yang mengeluhkan keberadaan Domenech, 
yang  hingga kini bertahan sebagai komando skuad meskipun Les Bleus 
terseok-seok dalam perjuangannya ke putaran final Piala Dunia 2010.

Dengan sisa dua pertandingan, Prancis masih terpaut empat angka dari pimpinan 
sementara Grup 7, Austria. Banyak kalangan memperkirakan Thierry Henry dkk 
paling banter bisa memburu tiket ke Afrika Selatan lewat jalur playoff di 
antara tim-tim runner up Zona Eropa.

"Kalau kami tidak mempertahankan dia, satu-satunya pertanyaan buat diri kami 
sendiri saat ini adalah: bagaimana kami memenangi Piala Dunia?" demikian 
Dugarry kepada Le Parisien yang dikutip Soccernet. "Karena dia, kami kini 
menanyakan satu hal lain: bagaimana kami lolos ke Afrika Selatan?"

Domenech dianggap beruntung saat membawa Prancis menjadi runner up Piala Dunia 
2006, dan mulai dituntut mundur ketika "Si Ayam Jago" tampil buruk di Euro 
2008. 

Di babak kualifikasi Piala Dunia 2010, Domenech sering memunculkan kemarahan 
publik Prancis akibat hasil-hasil yang buruk. Mereka antara lain kalah dari 
Austria dan menang tidak meyakinkan dari tim-tim lemah seperti Kepulauan Faroe 
dan Lithuania. 

Gaya Domenech juga dipertanyakan, lebih-lebih karena ia terkesan bebal dengan 
setiap kritikan. Ia sering memainkan pola yang tak jelas, menggeser-geser 
posisi seorang pemain, dan yang paling "lucu" adalah keyakinan mistisnya untuk 
tidak memakai pemain berzodiak Scorpio -- David Trezeguet adalah korbannya. 

"Menyedihkan. Kalau saya ada di tempat Domenech saat ini, saya pasti sudah 
melakukan apapun yang berlawanan dengan dia sejak awal. Dia telah melakukan 
semuanya dengan cara yang salah," tandas Dugarry, eks bomber Bordeaux, Milan, 
Barcelona, Marseille dan Birmngham City itu, yang juga anggota skuad Prancis 
saat memenangi Piala Dunia 1998.

Kirim email ke