Pelatih maki wartawan negaranya sendiri kok ikut campur
memang FIFA dari dulu gemar menggembosi Argentina

=================================================
AFA Harapkan FIFA Bebaskan Maradona
 
BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) berharap, FIFA 
membebaskan pelatih tim nasional Argentina, Diego Maradona, dari gugatan 
perilaku tidak pantas. Mereka menilai, kekasaran Maradona kepada media 
Argentina hanyalah reaksi atas kririk yang dilontarkan media kepadanya. 

Sejak diangkat menjadi pelatih timnas, Maradona memang banyak menuai kririk 
media. Ia dinilai tidak mampu mengemban tugas dan hanya akan membuat Argentina 
gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. 

Kritik semakin deras ketika Argentina tampil buruk di sejumlah laga kualifikasi 
dan terdepak dari lima besar klasemen kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika 
Selatan Zona Amerika Selatan. Namun, Maradona berhasil memastikan Argentina 
tampil di Piala Dunia menyusul kemanangan 1-0 atas  Uruguay, 14 Oktober silam. 

Hasil itu meledakkan emosi Maradona. Bila sebelumnya ia hanya menerima kritik 
media, kini ia punya alasan kuat untuk balas menyerang media. Saking kesalnya, 
dalam konferensi pers usai duel versus Uruguay itu, ia mencaci pers Argentina.

"Saya ingin mendedikasikan kemenangan ini kepada semua orang Argentina, kepada 
keluarga saya juga. Tapi, ada satu grup (wartawan Argentina) yang tak pantas 
mendapatkan dan merasakan kemenangan ini. Sebab, mereka telah memperlakukan 
saya seperti sampah. Mereka (media) kini bisa menelan tulisan mereka sendiri," 
kata Maradona saat itu.

FIFA menilai, sikap Maradona itu tidak pantas dan berlebihan. FIFA pun 
menggugat Maradona atas perilaku tidak pantas. Bila terbukti bersalah, Maradona 
terancam skorsing lima pertandingan dan denda. 

AFA tidak keberatan dengan denda. Namun, sanksi skorsing membuat timnas 
Argentina terancam tanpa pelatih di putaran final Piala Dunia nanti dan ini 
ibarat mempertaruhkan nasib seluruh bangsa. Mereka berharap, FIFA menghentikan 
penyelidikan mereka dan mencabut kasus ini.

"Maradona bersikap (kasar) dalam rangka menanggapi (pernyataan) jurnalis di 
hari-hari sebelum pertandingan (versus Uruguay)," kata juru bicara AFA, 
pengacara Hugo Passos .

Untuk menghadapi hal terburuk, AFA sedang mencari pelatih untuk menggantikan 
Maradona. Argentina tak mau mengambil risiko dengan melepas timnas ke Afsel 
tanpa pendampingan pelatih. Sejumlah nama masuk bursa calon, termasuk mantan 
pelatih timnas Argentina, Carlos Bilardo.

Sejauh ini, FIFA belum memberi tanggapan terhadap AFA. Maradona sendiri telah 
menolak untuk menyampaikan permintaan maaf.


Kirim email ke