Buat fans Ayrton Senna akan terpuaskan dg kehadiran the new Senna di balap F1 
neh.. 
memulai karir F1 di usia 26th apa gak sedikit terlalu terlambat ya? :( 
btw, denger2 tim toyota akan mundur dr F1 tahun depan  :( 
sementara Raikkonen bakal back to McLaren  :) 

----------------------------------------------------------------------------------
Bruno Senna Mengusung Nama Besar sang Paman

ABU DHABI--MI: Bruno Senna
tetap akan menghadapi tekanan karena dia bakal tampil di ajang balapan
jet darat Formula Satu (F1) musim depan, dengan memikul nama besar
pamannya mendiang Ayrton Senna.



Hal itu diungkapkan Frank Williams, bom tim Williams yang terakhir
kali dibela Ayrton Senna saat mengalami kecelakaan tragis di GP San
Marino 1994. "Saya berharap dia (menunjukkan kecepatan), sebab ada
harapan besar yang harus dipikul di bahunya," tandas Williams, Minggu
(1/11).



Williams menjadi orang yang memboyong Ayrton Senna--kampiun dunia
tiga kali--dari tim McLaren ke Williams, hingga kecelakaan merenggut
nyawa pembalap asal Brasil itu pada 1994 lalu. Ayrton Senna saat
meninggal masih berusia 34 tahun.



"Saya hanya berharap dia mampu tampil baik. Itu sangat berarti bagi
keluarganya, selain dia juga mampu menunjukkan kemampuannya," tandas
Williams.



Bruno Senna musim depan akan membela tim baru Campos Meta Spanyol.
Pembalap berusia 26 tahun itu, tahun lalu sudah menjadi test driver tim
Honda--sebelum akhirnya Honda memutuskan meninggalkan balapan F1 pada
awal musim 2009 ini. Prestasi Bruno yang melambungkan namanya ke
jajaran pembalap F1 yakni menjadi runner up balapan GP2 pada tahun 2008
silam.


Harapan agar Bruno Senna mampu meramaikan persaingan juga dilontarkan
Ross Brawn, bos Brawn GP yang musim ini mendudukkan Jenson Button
sebagai juara dunia pembalap, sekaligus menjadi kampiun konstruktor.
"Saya pikir dia telah menunjukkan yang terbaik, dan masa depan dia
cukup bagus," tandas Brawn yang telah mengenal Bruno ketika sama-sama
di tim Honda.


Pandangan Brawn tidak perlu diragukan. Dia berposisi sebagai direktur
teknik Benetton yang mendukung Michael Schumacher pada 1994, ketika
Ayrton Senna mengalami kecelakaan tragis. Selain mengenal Senna, Brawn
juga menjadi salah satu faktor sehingga Schumacher mampu melegenda
dengan memenangi tujuh gelar juara dunia F1. (Reuters/OL-03)






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke