[rudy]
Hayo siapa yang diawal musim bilang Leo bakal menjadi pelatih yang paling
cepet dipecat di Serie A?

Ketika ditunjuk menjadi pelatih Milan banyak sekali yang meragukan dia,
bagaimana tidak... sertifikat kepelatihan saja belum punya, hanya karena dia
"Juara Dunia" Lega Calcio memberi dia toleransi. Sekarang Milan di bawah Leo
sedang berproses menjadi tim yang kembali menjadi juara dengan permainan
terbaik ala Brazil di bawah asuhan Joel Santana jamannya Zico(tim idolanya
Leo).
Siapa tahu Leo ini bisa kasih 3 gelar Liga Champions buat Milan melebihi
pendahulu2-nya yang mentok di angka 2 seperti Nereo Rocco, Sacchi, dan
Ancelotti... bahkan Capello hanya sebiji.

Kehadirannya juga bisa mendobrak tradisi dimana hanya pelatih2 Italia yang
bisa mengantar Milan menjadi juara Piala/Liga Champions.

Ciao
[/rudy]

Selasa, 10/11/2009 19:10 WIB

Leonardo Memang untuk Milan
Mohammad Resha Pratama - detiksport


AFP
Milan - Leonardo sempat dikecam di awal musim terkait buruknya performa AC
Milan. Kini seiring membaiknya penampilan Milan, Leonardo pun mulai nyaman.
Memang si pria Brasil itu pilihan tepat untuk Rossoneri.

Begitulah yang diutarakan oleh legenda hidup sepakbola Brasil, Zico,
mengenai sepak terjang Leonardo belakangan ini yang mampu membuat Milan
kembali ke bentuk asalnya sebagai sebuah tim besar dan calon kuat juara.

Menjadi suksesor Carlo Ancelotti yang telah banyak memberi gelar buat Milan
bukan lah pekerjaan mudah. Dan itu yang dirasakan Leonardo di awal
perjalanannya, di mana hasil buruk terus saja dituai Milan dan di Seri A
mereka sempat terlempar dari sepuluh besar.

Kini dengan semangat baru dan pola permainan yang sudah bisa diracik dengan
benar, kursi Leonardo sudah adem dan keharmonisan antar para pemain sudah
tercipta, terkhusus ia mulai bisa mengembalikan kembali Ronaldinho ke bentuk
terbaiknya.

Fakta singkatnya adalah di Seri A Milan menduduki peringkat ketiga dengan 22
poin serta jadi pemuncak Grup C Liga Champions dengan tujuh poin dari empat
laga.

Sebagai mantan pemain Milan pada kurun waktu 1997-2001 dan 2002-2003,
Leonardo tentu tahu banyak seluk beluk klub pemegang 17 gelar scudetto itu.
Hal itu lah yang diyakini Zico sebagai kunci akhirnya Leonardo bisa
menjalankan sistemnya dengan baik di Milan.

"Dia telah menjadi sahabat baikku sejak lama. Kami sering ngobrol dan saling
menasehati satu sama lain untuk banyak hal. Aku membawanya ke Jepang, di
Kashima Antlers. Ketika ia memilih Milan, aku mendukungnya untuk mengambil
jalannya sendiri, dengan keyakinannya sendiri tanpa mendengarkan orang
lain," urai Zico panjang mengenai juniornya di Seleccao itu kepada La
Gazetta Dello Sport yang dikutip Football Italia.

"Leonardo mengetahui Milan seperti ia mengenal dirinya sendiri. Anda hanya
butuh memberinya sedikit waktu dan dia akan menunjukkan sendiri kalau ia
adalah orang tepat di saat yang tepat," yakin pria yang semasa bermain
dijuluki 'Pele Putih' itu.

So, sekarang tinggal Leonardo membuktikan sendiri ucapan mantan pelatihnya
di Antlers itu. Apakah pria 40 tahun itu bisa membawa Milan berprestasi di
akhir musim?

( mrp / din )

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke