Butuh kejadian kayak gini tuk dibahas,
It's part of the game, wasit khilaf, dan itu biasa, selama gak ada campur 
tangan teknologi secara signifikan, ya kejadian kayak gini akan terus 
berlangsung...

Niat awal kan ingin terus "humanized" football, ya it's part of the human aspect



:: dikirim dengan perasaan ikhlas ::

-----Original Message-----
From: "petirburung" <[email protected]>
Date: Tue, 24 Nov 2009 04:55:49 
To: <[email protected]>
Subject: [BolaML] FIFA Rapat Darurat Bahas Hansball Henry

FIFA mulai sediki khawatir soalnya kepala negara mulai turun tangan

==================================================
FIFA Rapat Darurat Bahas Hansball Henry
 
ZURICH, KOMPAS.com - Federasi sepak bola internasional (FIFA) mengadakan rapat 
mendadak untuk membahas kasus handsball Thierry Henry. Selain itu, FIFA juga 
akan membahas kekerasan menyusul pertandingan Aljazair lawan Mesir.

Rapat itu akan digelar pada 2 Desember nanti, sebelum undian Piala Dunia 2010 
di Cape Town, Afrika Selatan.

Pada leg kedua babak play-off, Rabu (18/11) memang terjadi beberapa insiden 
serius. Kekerasan terjadi selepas pertandingan antara Aljazair lawan Mesir di 
Sudan. Sebelumnya, pada pertandingan pertama di Mesir, suporter melempari tim 
Aljazair, melukai tiga pemain.

Selain itu, pertandingan Perancis lawan Irlandia diwarnai kontroversi handsball 
Thierry Henry. Pada pertandingan itu, Irlandia menang 1-0. Agregat kedua tim 
1-1 dan harus dilakukan perpanjangan waktu.

Pada menit ke-103, Thierry Henry sengaja handsball untuk mengontrol bola, 
kemudian memberi assist kepada William Gallas. Gol Gallas memastikan Perancis 
lolos ke putaran final Piala Dunia. Namun, ini diprotes Irlandia dan dunia, 
karena harusnya gol itu dianulir. Irlandia sempat meminta pengulangan 
pertandingan, tapi ditolak FIFA.

Dalam pernyataannya, FIFA juga akan membicarakan masalah wasit. Sehingga, di 
Piala Dunia 2010 nanti tak terjadi keputusan kontroversial lagi. Kasus 
handsball Henry juga akan mendapat porsi tersendiri. Kemungkinan, FIFA akan 
membicarakan penggunaan teknologi untuk mengurangi kesalahan keputusan wasit. 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke