2009/11/24 m abraham <[email protected]>: > pemakaian teknologi kan nggak berarti harus diterapkan di semua lapisan. > > Wong standar stadion, jadwal kompetisi, dan mutu wasit aja ada banyak > macemnya kok. > > IMO, paling nggak, standar teknologi harus dipakai di pertandingan skala > besar FIFA (Piala Dunia) dan UEFA (Piala Eropa atau Liga Champion).
yW~> Sepakbola emang bukan cuma milik Eropa. Tapi kalau institusi mereka bagus, kenapa ngak? Lagipula yang diterapkan khusus buat event tertentu yang efeknya sangat besar. (contohnya udah disebutkan, dan Piala Dunia bukan cuma milik Eropa. Jadi soal dana gw rasa sangat ga bermasalah) Standar itu harus ada. tapi ngak akan menghilangkan "kasta". Pilihannya kan banyak. Ga harus pake teknologi hawk-eye yang mahal. Contoh dengan melihat replay dengan pembatasan call termasuk yang ideal IMO. Seandainya dirasa ini akan memberi efek "wasit jadi kurang tegas", lebih milih mana? kalah tanpa kesempatan "membuktikan" atau keputusan wasit ditinjau/bahas kembali? Seandainya sistem ini sudah ada saat partai Prancis-Irlandia kemarin, gw rasa belum tentu Prancis yang lolos ke putaran final. Sepakbola memang ga boleh kehilangan sisi humanismenya, tapi untuk ajang sepenting ini, terlalu banyak manusia yang bakal kena efeknya. Yg jelas gw 99,99% yakin ngak akan ada replay karena 1. kekeraskepalaan Blatter 2. Kalo Prancis yg lolos, lebih rame :p -- -- Yan Walando
