My oh my ... =============================================== Moggi: Calciopoli Cuma Isapan Jempol ROMA, KOMPAS.com Mantan Direktur Juventus, Luciano Moggi, mengungkapkan, kasus pengaturan skor (Calciopoli) yang dituduhkan kepada Juventus tidak pernah ada. Menurutnya, itu hanya konspirasi orang-orang yang ingin menghancurkan kebesaran Juventus.
Pada 2006 lalu Juventus dituduh melakukan pengaturan skor dengan cara menyuap wasit. Akibatnya, selain pencabutan gelar scudetto, yang kemudian diserahkan kepada Inter Milan, Juventus juga terdegradasi ke Serie-B. "Apa itu Calciopoli? Calciopoli hanyalah kesalahan yang dibuat oleh para wasit. Kesalahan yang selalu ada. Kenyataannya, Calciopoli tak pernah ada. Itu hanya ada di kepala orang-orang yang ingin membawanya ke permukaan," ungkapnya. "Buktinya adalah bahwa di pengadilan di Turin, Juventus dibebaskan dari tuduhan telah melakukan kesalahan. Ini mengatakan segalanya (bahwa Calcipoli tak pernah ada). Fakta (Juventus berlaku curang) tidak ada. Calciopoli terjadi karena klub tidak membela kami. Wasit melakukan kesalahan," ujarnya. Lebih jauh, Moggi mencontohkan, musim ini ada banyak klub dan tokoh sepak bola memprotes sejumlah keputusan wasit di lapangan. Mereka ini merasa dirugikan karena keputusan wasit tidak obyektif dan cenderung menguntungkan klub tertentu. Moggi menilai, keputusan wasit yang mengecewakan itu bukan terjadi karena sogokan, melainkan karena kesalahan mereka sendiri. Itu juga yang, menurutnya, terjadi pada 2006 silam. Namun, karena saat itu terlihat sering diuntungkan wasit, Juventus menjadi musuh bersama. Sekarang hampir setiap klub jadi korban kesalahan wasit. "Sampai sekarang, presiden-presiden klub, yaitu Aurelio De Laurentis, Maurizio Zamparini, Presiden Bologna (Fransesca Menarini), dan Jose Mourinho semua protes dan bicara tentang Calciopoli. Jadi sekarang ini ada banyak wasit melakukan kesalahan besar dan setiap orang mulai protes," tandasnya
