--- In [email protected], "David Sundah" <davidsun...@...> wrote:
>
> Juve juga baru sukses kalo punya midfield orang perancis. 
> 

hmmm .. sepertinya Diego masuk milis ini ya ??

===================================================
Diego Tantang Platini dan Zidane
 
TURIN, KOMPAS.com - Gelandang serang Juventus, Diego, menilai, performa 
Juventus musim ini belum optimal. Namun, itu tak mengubah keyakinannya bahwa 
masa depannya ada di Juventus. Ia bertekad untuk tetap berkostum Juventus, 
setidaknya, sampai bisa mengalahkan kebesaran Michel Platini dan Zinedine 
Zidane.

Juventus memang sedang mengalami masa sulit. Di pentas Liga Champions, mereka 
terancam gagal lolos babak penyisihan grup. Di Serie-A, mereka perlahan 
tergusur dari persaingan puncak klasemen. Keadaan semakin tidak menyenangkan 
bagi Diego, setelah pelatih Ciro Ferrara menyebutnya kurang menaati instruksi.

Diego memaklumi sikap Ferrara. Ketika dibeli Juventus dari Werder Bremen di 
bursa transfer lalu seharga 25 juta poundsterling, ia tahu bahwa penghargaan 
itu, ia tahu akan mendapat tanggung jawab besar di Turin. Karenanya, ia 
bertekad terus meningkatkan kualitas permainannya demi mengangkat Juventus.

"Tim kami bukanlah tim nomor dua di muka tim mana pun. Aku akan bertahan di 
Turin selama delapan, bahkan sepuluh tahun.Aku ingin menjadi seperti Platini 
dan melebihi Zidane yang pergir ke Real Madrid," ungkapnya.

Sebagai langkah awal, Diego bertekad maksimal dalam duel versus Inter Milan, 
dalam lanjutan Serie-A, akhir pekan ini. Selain gengsi, kemenangan akan 
mengembalikan Juventus kepada persaingan scudetto. Juventus saat ini berada di 
posisi ketiga dengan selisih delapan angka dari Inter di puncak klasemen.

Meski begitu, Diego tetap mengedepankan sportivitas dan persamaan hak bagi 
semua orang. Ia berharap, meski "Derbi Italia" akan berlangsung ketat, namun 
baik penonton maupun pemain bisa menjaga sikap saling menghormati.

"Delapan poin bukanlah selisih yang normal, tidak untuk Juventus yang memiliki 
kualitas dan telah berinvestasi besar. Kami harus menang atas Inter. Aku hanya 
berharap bahwa pertandingan itu akan menjadi momen sepak bola, sportivitas, dan 
beradab," ungkapnya. 

"Aku pernah merasakan banyak stadion. Aku tak pernah diminta untuk mewaspadai 
rasisme. Tak masuk akal bagiku, rasisme masuk stadion sepak bola Italia. 
Tentunya tidak," tambahnya


Kirim email ke