Vientiane, Kompas -  Menghadapi partai hidup mati pada laga terakhir
penyisihan Grup B cabang sepak bola SEA Games 2009 melawan Myanmar, Kamis
(10/12), Indonesia tidak akan diperkuat oleh penyerang andalan Boaz Solossa
yang terkena cedera.

Bahkan, tim nasional Indonesia semakin dipusingkan dengan cederanya dua bek
andalan, Rahmad Latif dan Jayusman Triadi, yang juga mendapat cedera saat
kalah 0-2 melawan Laos pada laga sebelumnya.

Indonesia yang menempati posisi buncit di klasemen grup berada dalam kondisi
kritis karena nasib mereka berada di tim lain. Tidak hanya harus menang
melawan Myanmar, tim asuhan trio pelatih Uruguay—Alberto Bica, Gabriem Anom,
dan Francisco Morales—ini harus berharap agar ada pemenang pada laga lainnya
antara Laos dan Singapura.

Tim Merah Putih bakal tersingkir jika Laos dan Singapura bermain imbang, apa
pun hasil yang diraih saat melawan Myanmar. Kondisi semakin tidak
menguntungkan karena laga pamungkas yang menentukan ini tidak dilakukan
secara bersamaan. Indonesia melawan Myanmar dimainkan terlebih dahulu, baru
kemudian Laos melawan Singapura.

”Bagi kami tidak masalah lolos atau tidak ke putaran selanjutnya. Namun,
yang lebih penting adalah bagaimana kami bisa fokus untuk mengalahkan
Myanmar,” kata Andi Darussalam Tabusalla, Manajer Tim Indonesia. ”Kami
berusaha agar bisa kembali tegak.”

Andi mengeluhkan soal jadwal laga terakhir yang tidak digelar bersamaan.
Dikhawatirkan Laos dan Singapura akan main mata. Ia mengatakan, kubunya
sudah menyampaikan kepada KONI untuk mengantisipasi masalah seperti ini.
”Seharusnya laga terakhir yang menentukan ini kan digelar bersamaan, kami
sangat kecewa dengan perubahan jadwal ini,” ujar Andi.

*Krisis cedera*

Soal kondisi pemain, Andi menyebutkan bahwa ada tiga pemain yang tidak
bermain memperkuat Indonesia. ”Boaz mengalami cedera otot, demikian juga
Rahmad Latif tidak bermain. Jayusman juga cedera dan kemungkinan besar tidak
tampil,” ungkap Andi.

Meski tanpa diperkuat tiga pemain andalan, Andi yakin para pemain pengganti
akan mampu menjalankan tugasnya. ”Kami percaya pemain pengganti bisa tampil
bagus menggantikan pemain yang absen. Kami butuh pemain yang bertipe ofensif
karena kami harus tampil menyerang untuk mengalahkan Myanmar,” ujar Andi.

Tanpa Boaz, Indonesia kemungkinan akan menurunkan Yongki Ariwibowo sebagai
striker. Soal kondisi mental pemain, Andi mengatakan, manajemen dan pelatih
berusaha membangkitkan semangat pemain yang terpuruk setelah kekalahan
memalukan dari Laos.

”Kemarin kami mencoba memompa semangat mereka kembali. Apa pun hasil
pertandingan kedua (Laos vs Singapura), kami harus bisa mengalahkan
Myanmar,” katanya.

Menurut Andi, baik Myanmar maupun Indonesia dalam kondisi tertekan. Para
pemain tim nasional Indonesia, kata Andi, tidak boleh lagi memberi ruang
terlalu besar bagi pemain lawan, seperti saat menghadapi Laos, jika ingin
mengalahkan Myanmar. Soal masa depan tim sepak bola SEA Games, Andi
menyebutkan, apa pun hasilnya, ia akan melaporkan dulu kepada Badan Tim
Nasional PSSI.

(Gatot Widakdo/ Prasetyo Eko P dari Vientiane, Laos)


Wassalam,


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat 
[email protected]
==========================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke