Apa boleh buat, pecat saja! Gue pikir Benitez sudah punya cukup waktu
untuk membuktikan bahwa dia bisa membawa Liverpool ke era yang lebih
baik. Nyatanya? Nothing. Bohong!

Soal pengganti, Klinsman atau Mancini bisa jadi alternatif.



Dalam sejarahnya, Liverpool nyaris tidak pernah memecat manajernya.
Melihat kecenderungan itu, kans Rafa Benitez untuk dipecat
kelihatannya kecil. Kecuali ia mengundurkan diri.

Sejak berdiri tahu 1892, Liverpool punya 18 orang yang pernah menjadi
manajer. Statusnya beragam, dari manajer penuh, caretaker sampai
dengan manajer bersama (joint manager).

Dari 18 nama itu, cuma seorang manajer yang tertimpa sial harus
meninggalkan kursinya dengan sebuah surat pemecatan. Orang itu adalah
Donald Welsh, yang menutup buku karirnya pada tahun 1956 setelah
berkuasa di Anfield sejak 1951.

Selain Welsh, manajer-manajer Liverpool lainnya mengakhiri karirnya
dengan berbagai cara. Mulai dari mengundurkan diri, pensiun, atau
kontraknya habis.

Manajer teragung The Reds, Bill Shankly, mengakhiri karirnya di
Anfield karena pensiun sebagai gaffer. Ia pensiun pada Juli 1974,
nyaris 15 tahun sejak ia mulai menangani Anfield Gank pada Desember
1959.

Masa kepemimpinan pengganti Shankly, Bob Paisley, juga berakhir karena
pensiun. Paisley, manajer dengan belasan titel untuk The Reds, pensiun
pada tahun 1983. Pengganti Paisley, Joe Fagan, bertahan dua tahun
sebelum pensiun.

Akibat alasan kesehatan, Kenny Dalglish mengundurkan diri sebagai
manajer Liverpool di Februari 1991 dan lantas berniat pensiun. Namun
pada bulan Oktober, Dalglish kembali ke dunia sepakbola dengan
memanajeri Blackburn Rovers.

Selepas Dalglish, Liverpool dibesut caretaker Ronnie Moran. Di akhir
musim, Moran menolak tawaran menjadi manajer penuh dan posisi itu
akhirnya dijabat oleh Graeme Souness.

Souness ternyata hanya sanggup bertahan tiga tahun. Dengan cuma
menghadirkan satu trofi Piala FA tahun 1992, Souness yang juga mantan
pemain Liverpool mengundurkan diri tahun 1994.

Suksesor Souness adalah Roy Evans. Bulan Juli 1998, Evans ditemani
oleh Gerard Houllier sebagai manajer bersama. Hanya empat bulan
menjadi sekondan Houllier, Evans lantas mundur pada bulan November.

Houllier yang juga gagal mengangkat Liverpool ke prestasi tertinggi
akhirnya mundur pada tahun 2004. 'Si Merah' lantas mendatangkan Rafa
Benitez yang sukses bersama Valencia untuk dijadikan manajer baru.

Setelah sempat menyibak harapan dengan membawa Steven Gerrard cs jadi
juara Liga Champions 2005 dan runner-up di ajang yang sama tahun 2007,
prestasi Liverpool di bawah Benitez tak juga membaik.

Musim ini bisa dibilang adalah titik nadir prestasi Liverpool dengan
terpuruk di posisi tujuh Liga Inggris, tersingkir di fase grup Liga
Champions dan terlempar dari Piala Liga.

Sudah banyak suara yang mendesak Liverpool untuk memecat Benitez.
Namun melihat kebiasaan The Reds yang sudah tidak pernah memecat
manajer dalam 53 tahun, tampaknya kans untuk melihat ada suksesi di
Anfield adalah menunggu Benitez mengundurkan diri.

Kirim email ke