Terus terang, tulisan ini menarik. Intinya there's a big difference between "coach" and "manager".
Sedangkan gw pernah baca kalo di Inggris itu, yang namanya manager ya merangkap coach. Kalo diliat Rafa memang jagoan soal taktik dan latihan (tugasnya seorang coach), sementara tugas manajer bukan cuma itu, dan Rafa nggak bisa menghandle sisi yang lain (press conference, dan hal2 non teknis lainnya),.. sepertinya memang Rafa sangat sulit untuk sukses as a manager (di Inggris), kecuali dia mau mulai belajar hal-hal yang selama ini blom (mau) dia pelajari :) 2009/12/21 Frely Pakan <[email protected]> > > > > btw, di awal2 masa kepelatihannya rafa bukannya dah beberin 5 year plannya > tuh. bisa dibilang hampir semua targetnya tercapai kan, except the holy > grail.. premier league title. > > sebagai coach rasanya Rafa termasuk di antara yang terbaik dari segi taktik > dsb dsb.. tapi kalau dijadiin manager keknya masih ada yang kurang. > > Man management ma keahlian motivasinya Rafa keknya gak pernah disanjung2. > Pernah baca komentar Pennant atau sapa tuh winger pool yang main di liga > spanyol sekarang yang ngomong kalau Rafa selalu pengen ngontrol pemaennya di > lapangan. bola mesti dioper kemana, tendangan bebas ditendang kemana. > intinya hampir gak ngasih kebebasan berkreasi ke pemaennya. Mungkin Rafa > lebih ngeliat football kek catur, and pemaen2nya itu sebagai pion yg mesti > ngikutin instruksinya 100%. > dulu pernah kan xabi dimarahin pas tendangan bebas yang ditendang langsung > ke gawang gak sesuai instruksi rafa yang pengennya tuh bola diumpan ke bek2 > liverpool. padahal tendangannya xabi jadi gol tuh.. > cmiiw.. > > good coach tapi gak terlalu bisa diandalin jadi manager apalagi dipercaya > ngontrol transfer pemain. > dulu di valencia juga suksesnya lebih karena pemaen2 warisan dari hector > cuper kan? > > _frely_ > > [Non-text portions of this message have been removed]
