Kemaren diacara peringatan 5thn tsunami ditunjukkan banyak infrastruktur dan 
kehidupan penduduk yg belum kembali seperti kondisi sebelum tsunami. 
Tapi pemda bisa ngeluarin 45 milyar utk segelintir anak2 belajar bola yg masa 
depannya belom jelas dan untungnya dimana semakin membuktikan kebenaran teori 
gw kalo pejabat2 pemda itu isinya otak udang semua. 


------Original Message------
From: Ari Muladi
To: [email protected];
Subject: Re: [BolaML] Pemerintah Aceh Jalin Kerjasama dengan Empoli

Sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu rombongan ini jadi urusan Polisi di Paraguy
bahkan mendapat ancaman akan dideportasi kena tuduhan traficking anak-anak.
Kejadian bermula dari anak-anak Aceh yang menimba ilmu main bola
tersebut merusak hotel di tempat mereka menginap karena pelayanannya sangat
buruk. Pihak Hotel melaporkan ke polisi karena perusakan tersebut dan semua
diangkut ke kantor polisi. Baru ketahuan kalau selama beberapa bulan si agen
sudah tidak bayar biaya menginap mereka di hotel. Si Agen tidak bisa
disalahkan juga karena pemda Aceh tidak komit dalam pembayaran.
Pembayarannya telah terlambat beberapa lama. Harap diketahui Paraguy adalah
negara dengan biaya hidup paling murah di dunia (berdasar majalah mode nya
ibu2 di rubrik jalan2 ... he3) mungkin ini yang jadi pertimbangan pemda
Aceh. Ketika masalah ini mencuat sampai tingkat pemerintahan, PSSI baru
diberi tahu. Jadi mereka pergi tidak ada sangkut pautnya dengan program
PSSI.
Aku tahu dari wawancara si pendamping dari Indonesia dengan BBC, bahkan si
pendamping tersebut juga mengeluh kualitas pelatih yang disediakan tidak
sesuai dengan perjanjian dengan agen.

Salam,
Ari Chelski

Kirim email ke