*JAKARTA, KOMPAS.com* - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI),
Nurdin Halid, dituntut mundur dari jabatannya terkait melorotnya prestasi
sepak bola Indonesia. Pernyataan itu disampaikan salah satu anggota Gerakan
Reformasi PSSI Indonesia, Emerson, pada acara diskusi "Mendorong Reformasi
di PSSI" di kantor Indonesian Corruption Watch, di Kalibata, Jakarta, Minggu
(7/3/2010).

Dikatakan Emerson, prestasi sepak bola Indonesia dari waktu ke waktu semakin
melorot. Buktinya, pada dua SEA Games terakhir, Indonesia selalu kandas di
penyisihan. Apalagi, Indonesia mengalami kekalahan yang memalukan dari tim
lemah Laos, 0-2. Selain itu, timnas Indonesia gagal tampil di Piala Asia
untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir. Bahkan, dalam rangking FIFA
terbaru per 3 Februari 2009, posisi Indonesia melorot tajam dari peringkat
ke-120 (Desember 2009) menjadi peringkat ke-136. Ini peringkat terburuk
Indonesia setelah Juni 2009 terpuruk di rangking 138 dunia. PSSI juga
dianggap tak kuasa menangani berbagai macam permasalahan seperti dugaan
suap, kerusuhan antarsuporter, dan kompetisisi yang tidak profesional dan
fair.

Menurut Emerson kondisi ini tak terlepas dari kinerja kepengurusan PSSI di
bawah Nurdin Halid. "PSSI seharusnya malu dengan buruknya prestasi
Indonesia," tegasnya. Emerson juga meminta agar pemerinta dan suporter
berperan aktif mendesak PSSI melakukan Kongres Luar Biasa (KLB). "Pemerintah
harus bertanggung jawab dan melakukan tindakan luar biasa jika Ketua PSSI
tidak mundur. Suporter dan masyarakat juga harus mendorong percepatan KLB,"
tekannya.

Hal senada disampaikan anggota DPR Komisi X, Dedi "Miing" Gumelar.
Menurutnya, Nurdin Halid tidak layak lagi menjadi ketua. "Apa seseorang yang
dipenjara bisa bertanggungjawab?" tegas Miing. Ia berpendapat Kongres
Sepakbola Nasional (KSN) merupakan momentum yang tepat untuk melakukan
perbahan. "KSN merupakan momentum perubahan. Tidak apa-apa jika akhirnya
FIFA menghukum PSSI sehingga kita bisa berkancah di laga internasional. Toh,
kia juga tak bisa berprestasi. Tapi, dengan cara ini kita bisa membenahi
sepak bola Indonesia sehingga 10 atau 15 tahun lagi bisa berprestasi,"
tegasnya.

Berikut petisi dari Gerakan Reformasi Indonesia:
1. Ketua PSSI Nurdin Halid dan jajaran pengurusi lainnya yang bertanggung
jawab atas merosotnya prestasi sepak bola Indonesia harus mundur dari
jabatannya.
2. Pemerintah harus melakukan upaya luar biasa apabila Ketua Umum PSSI dan
pengurus lainnya tak bersedia mundur dari jabatannya.
a. Mengambil alih PSSI ataupun membuat PSSI tandingan dengan mendorong
percepatan Kongres Luar Biasa.
b. Tidak memberikan izin pertandinban kompetisi sepak bola nasional
diselurih Indonesia.
3. Masyarakat khususnya suporter dan pecinta sepak bola di seluruh Indonesia
untuk memberikan dukungan penuh terhadap upaya penyelamatan sepak bola
Indonesia dan mendorong reformasi di PSSI termasuk di dalam pergantian Ketua
dan Pengurus PSSI serta percepatan KLB. Dukungan dapat dilakukan dengan cara
aksi simpatik, meminta anggota PSSI di daerah untuk menyetujui gagasan
reformasi atau kongres luar biasa PSSI maupun cara-cara lain yang santun.

*C16-09*
*Editor: wsn*


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke