http://bola.kompas.com/read/xml/2010/03/10/08294818/Indonesia.Dicoret..Selamat.Tinggal.Piala.Dunia

Rabu, 10/3/2010 | 08:29 WIB

 *JAKARTA, KOMPAS.com* - Federasi sepak bola dunia (FIFA) mencoret
keikutsertaan Indonesia sebagai peserta bidding Piala Dunia 2022 karena
dianggap tidak memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.

Sekjen PSSI Nugraha Besoes tidak mengelak jika Indonesia dicoret FIFA dalam
keikutsertaannya pada *bidding* pelaksanaan olahraga terpopuler di dunia
itu. "Saya sudah mendengar informasi itu. Saat ini kami hanya menunggu sikap
pasti dari FIFA saja," katanya saat dikonfirmasi oleh *Antara*.

Menurutnya, PSSI sebagai otoritas tertinggi sepak bola di Indonesia sudah
berusaha semaksimal mungkin untuk meloloskan pada proses *bidding* Piala
Dunia 2022. Namun demikian, ada beberapa persyaratan keikutsertaan
*bidding*yang belum terpenuhi hingga batas yang ditetapkan FIFA
berakhir. Sesuai
dengan keputusan FIFA, batas akhir pemenuhan persyaratan *bidding* adalah
tanggal 9 Februari 2010 lalu.

Indonesia dicoret menjadi peserta *bidding* Piala Dunia 2022 karena tidak
mendapatkan dukungan dan jaminan dari pemerintah. Padahal, dukungan dan
jaminan dari pemerintah merupakan syarat yang harus terpenuhi.

Dukungan dari pemerintah yang dibutuhkan termasuk dukungan dari sembilan
departemen itu di antaranya, Departemen Imigrasi, Perhubungan, Keuangan,
Luar Negeri, Hukum dan HAM, Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata,
Komunikasi dan Informasi, serta Departemen Pertahanan.

Pada tahapan *bidding*, Indonesia sudah masuk tahap 14 dari 19 tahap yang
harus dijalani. Setelah mengumpulkan dukungan dari pemerintah yang
seharusnya 9 Februari lalu, selanjutnya menuju *assessment* pada 14 Mei
mendatang. Proses *bidding* selesai ketika FIFA memutuskan status tuan rumah
pada Desember tahun ini.

Dalam *bidding* tersebut, Indonesia seharusnya bersaing dengan 10 negera
menyusul mundurnya Meksiko. Sepuluh negara itu adalah Australia, Inggris,
Belgia, Belanda, Korea, Jepang, Amerika Serikat, Rusia, Spanyol dan
Portugal, serta Qatar.

*LHW*
*Editor: lhw

*


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke