Ampun deh. Mau sampe kapan juga Indonesia kalo gini terus gak bakalan menggelar perhelatan akbar sepak bola sejagat itu.
Pengurus sepak bola Indonesia aja gak beres, liga lokal gak beres. Gak sedikit koq suporter beberapa kesebelasan yang udah terkoordinir dan gak memakai cara brutal, radikal & bar-bar. Ada tim yang kalo seri ato kalah, suporternya bikin rusuh. Menang aja cuma bisa bikin macet jalanan. Malah arogan nguasain jalanan, ngelebihin bikers arogan yg suka lawan arah ato berhenti 2 meter di depan lampu merah. Lebih bikin macet daripada ada aparat negara lewat. Ada jg tim yg udh kena sanksi masih juga nekat suporternya. Ngimpi aja lah bisa nyelenggarain WC disini. Yg ada kalo kita kalah, malah orang2 gak bisa pulang ke rumah. Lebih parah, bisa2 anggota timnas kita dibunuh smua HANYA karna suporternya kecoa, ups...kecewa. Sory ya bwt yg tersinggung. Harusnya kalian malu sama tingkah kalian. Kalo emang cinta tim, cinta bangsa, benahin diri sendiri dulu deh. Idola kalian juga udah pasti maksimal koq. Mreka pasti main sebagai profesional. Cuma aja kalo emang skill mereka beda sm pemain2 liga luar, itu karna atmosfer tempat mreka main, dan cara latihannya beda. Sportif donk. Jangan bisanya nyusahin orang banyak. Sory jg kalo saya frontal. Frankly speaking untuk membangun mental bangsa sendiri boleh donk. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Aldo Desatura ™ <[email protected]> Date: Sun, 28 Mar 2010 22:01:43 To: BAOT<[email protected]> Subject: [BolaML] Jak Mania Ricuh ABG di Depok Tewas Sesamanya aja dibantai apalagi ama supporter lain... barbar banget.. tapi kok ngga kena sangsi?? eee tanya kunaon? Jak Mania Ricuh ABG di Depok Tewas Jumat, 26/03/2010 - 20:04 DEPOK, (PRLM).- Karena rasa cintanya kepada sepak bola dan kepada klub Persija, Zainal Arifin (17) siswa SMK Eka Paksi, Depok Jawa Barat, memaksakan diri untuk ikut menonton pertandingan Persija VS Persib kemarin di Stadion Gelora Bung Karno. Namun, setelah puas menyaksikan pertandingan, dalam perjalanan pulang, dia babak belur dihajar oleh massa Persija di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat hanya gara – gara tak menggunakan kaos Persija. Tak hanya itu pula, Zainal hanya menggunakan pakaian seragam sekolah dimana di bagian depan terdapat coretan berwarna biru. Para pendukung Persija mengira, Zainal adalah pendukung Persib atau Viking. Zainal akhirnya dirujuk ke RS Sentra Medika, Cimanggis Depok dekat dengan rumahnya di Jalan Radar Auri RT 002/011 Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, Depok. Namun, hanya beberapa jam dirawat, pukul 01.00 WIB dini hari tadi Zainal meregang nyawa. Ayah Zainal, Nirin (60) menuturkan, anak ketiganya tersebut baru saja selesai Ujian Nasional kemarin dan tidak pamit hendak menonton pertandingan sepak bola. Nirin merasa terkejut ketika mendapat kabar dari teman Zainal datang ke rumahnya yang sangat sederhana dini hari tadi. “Baru selesai ujian, saya gak tahu kok gak pulang – pulang, nyatanya dini hari saya dapat kabar katanya di rumah sakit, lebam – lebam, saya juga gak tahu siapa yang mukulin anak saya,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (26/03/10). Menurut Nirin, Zainal memang pecinta bola dan seringkali berlatih bola bersama teman – temannya. Nirin mengaku ikhlas dan tidak akan menuntut pihak manapun terkait kematian anaknya. Saya ikhlas, mungkin memang sudah nasib anak saya, tapi untuk anak – anak lain jangan terlalu bergembira kalau menonton bola, jangan sampai ricuh dan berkelahi, jangan ada lagi korban seperti anak saya,” katanya. Salah seorang tetangga Zainal, Nasih (40) menuturkan Zainal dikenal sebagai anak yang baik, pintar, dan tidak pernah menyusahkan orang tua. “Saya kaget waktu dengar kabar, gak nyangka, kemarin ketemu pamit berangkat sekolah,” tutur Nasih. Sementara itu Kapolsek Cimanggis Depok, AKP Dede Yudi mengaku belum menerima laporan kasus tersebut lantaran diproses oleh Polsek Tanah Abang Jakarta. “TKP nya disana, bukan di Depok,” tandas Dede. (A-163/A-26).*** -- Aldo Desatura ® & © ================ Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
