Ini bukan sekedar karena pengen liat SP lolos ke Divisi tertinggi LI tapi lebih 
melihat kepada betapa gampangnya pengurus PSSI merubah/melanggar aturan dalam 
pelaksanaan.
Emang sih dari dulu kita bisa melihat bahwa ada 'mafia' di dalam tubuh PSSI yg 
sepertinya tak bisa disentuh (untouchable).
Apalagi di jamannya ketua PSSI saat ini (dimana prestasi sepakbola Indonesia 
hancur sehancur-hancurnya) dimana bahkan FIFA pun tak dapat berbuat banyak.
Salah siapa? Salah FIFA karena membuat peraturan bahwa ketua organisasi 
sepakbola tak boleh disentuh?
Atau salahkan para pengurus PSSI daerah yg gampang disumbat mulutnya dengan 
segepok uang? Atau ..... ?

Mudah-mudahan sih untuk kasus di bawah PSSI tetap patuh pada aturan yaitu juara 
grup yg jadi tuan rumah meski itu bukan SP ...

Semen Padang Kecewa Berat

BILA DELTRAS TUAN RUMAH 8 BESAR

PADANG - Manajemen Semen Padang kecewa berat dengan keputusan PT. Liga 
Indonesia seandainya salah satu tuan rumah Babak 8 Besar Divisi Utama diberikan 
kepada Deltras Sidoarjo. Walau keputusan final Deltras itu belum diterbitkan 
PT. Liga Indonesia namun dukungan serta mengarah kepada tim The Lobster 
-julukan Deltras- di beberapa situs dan jejaring sosial cukup mengemuka kemarin.
"Memang putusan final belum diterbitkan PT. Liga Indonesia atau PSSI Pusat soal 
tuan rumah yang rencananya baru besok diumumkan. Hanya saja di beberapa situs 
serta jejaring sosial kami baca Deltras disebut-sebut berpeluang besar jadi 
tuan 8 Besar bersama Persiram Raja Ampat," papar Asdian, ST kepada Singgalang, 
kemarin.
Manajemen SP pantas kecewa bila Deltras menjadi kenyataan jadi tuan rumah. 
Sesuai aturan yang ditetapkan PT. Liga Indonesia jelang kompetisi ditabuh yang 
berhak mengajukan tuan rumah 8 Besar adalah tim-tim yang juara di masing-masing 
grup. Alhasil Semen Padang tampil juara grup I. Makanya manajemen mengajukan 
proposal serta melakukan penawaran kepada PT. Liga Indonesia.
Dalam proposal yang diajukan manajemen tim Kabau Sirah pun dicantumkan 
persepakbolaan Sumbar bakal bangkit pascagempa dahsyat 30 September silam.
"Deltras jangankan juara grup, runner up grup saja tidak, kok bisa begitu. 
Aturan mana yang diterapkan PT. LI. Sementara kita (SP) kan jelas juara grup 
I," geram Asdian sambil bertanya.
Dikatakan Asdian, bila betul-betul terjadi Deltras jadi tuan rumah maka SP 
betul-betul lah abih silek (sudah habis silat-red). "Sudah abih silek awak dek 
bueknyo (sudah habis silat kita). Namun kami masih menunggu dan tetap 
optimistis," ungkap Asdian menghibur diri.
Bila BLI atau PT. LI berdasarkan uang banyak memutuskan tuan rumah untuk 
Deltras, tambah Asdian, maka mau diapakan sepakbola Indonesia ini.
"Mau jadi tuan rumah 8 Besar saja PSSI atau PT. Liga Indonesia sampai-sampai 
menanyakan berapa duit klub yang mengajukan tuan rumah. Bahkan baru kali ini 
pula sejarahnya tim tamu dibayar oleh tuan rumah," sesal Asdian.
Apa tidak melakukan lobi? "Lobi apa juga lagi. Semua langkah telah kita 
lakukan. Sesuai aturan yang ditetapkan sudah kami lengkapi pula persyaratannya. 
Apa lagi," ungkapnya. (102)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke