Saya sudah pernah ajukan ide serupa ke beberapa forum termasuk milis ini mungkin yakni membuat sebuah PSSI tandingan apabila yg saat ini tidak bisa diharapkan lagi.
Spt yang dijelaskan, kita tidak usah terlalu kuatir kl sepakbola Indonesia dibekukan FIFA toh sejauh ini peran Indonesia dalam sepakbola tergolong minim & memalukan. Mungkin selama masa pembekuan itu akan lebih mudah bagi kita utk membentuk kembali sepakbola nasional & refleksi diri alasan mentok dan mundurnya sepakbola kita. Pada akhirnya, viva sepakbola Indonesia Cheers Danny Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Delfiars" <[email protected]> Date: Wed, 7 Apr 2010 19:43:31 To: <[email protected]> Subject: [BolaML] Bila PSSI Diganti PSBSI Kolom Sepakbola Bila PSSI Diganti PSBSI Hendri Satrio - detiksport Jakarta - Suatu pagi di akhir Maret, sebuah pesan singkat di layar handphone membangunkan saya dari tidur dengan perasaan tidak enak. Bukannya segar, saya malah lunglai. Tulisannya singkat, padat dan penuh aroma kehancuran. "BUZZ, Gatot, Bung!" SMS itu dikirim seorang kawan saya yang berprofesi sebagai wartawan dan kebetulan meliput Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang belum lama ini. Gatot itu gagal total. Pertanyaan terberat di dunia ini adalah mengapa dan bagaimana. Kedua pertanyaan ini tergolong berat karena tidak bisa dijawab dengan jawaban yang singkat. Perlu analisis, tahapan dan keyakinan untuk menjawabnya. Mengapa sulit sekali memperbaiki kondisi sepakbola Indonesia? Bagaimana caranya supaya sekelompok orang itu sadar bahwa mereka sudah gagal dan menyerahkan penataan kepada arus baru? Mengapa? Sama seperti teorinya, pertanyaan ini tidak mudah dijawab walau diyakini sangat bisa dijawab. Masih ada cara memperbaiki carut marutnya kondisi sepak bola Indonesia. Pucuk pimpinan negara ini bisa menggunakan otoritasnya untuk memutuskan dan membuat sebuah organisasi baru yang juga mengurus sepakbola Indonesia dengan aliran baru. Bila saat ini ada PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia), saya mengusulkan dibentuk PSBSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia). PSBSI, organisasi baru desakan rakyat yang dibentuk pemerintah. Apakah kebijakan ini didukung rakyat? Jawabannya, saya yakin, pasti didukung! Bagaimana cara mengetahui bahwa rakyat mendukung keputusan ini? Mudah, ajaklah pemikir dan kritisi sepak bola Indonesia macam Margiyono, Kusnanini, Yesayas, Ropan atau bahkan Surya Paloh, Aburizal Bakrie, Chairul Tanjung dan Erick Tohir yang notabene tokoh penting di media massa untuk berdiskusi teknis mendapat dukungan dari rakyat untuk perbaikan persepakbolaan Indonesia. Media massa adalah cerminan kekuatan rakyat, kekuatan yang ditasbihkan sebagai kekuatan ke empat sebuah bangsa. Mintalah dengan hormat para tokoh media massa ini membuat polling atau survey singkat ke masyarakat luas melalui media massanya masing-masing. Isinya singkat saja, cukup dua pertanyaan. Pertama, demi prestasi sepak bola Indonesia, setujukah anda bila PSSI dibekukan? Kedua, bila setuju apakah anda menerima PSBSI sebagai pengganti PSSI? Saya yakin pasti 99% setuju untuk pilih PSSI dibekukan dan jadi PSBSI. Bila mayoritas rakyat setuju, pemerintah tak perlu gamang saat kelak persepakbolaan Indonesia terancam dibekukan FIFA. Dibekukan demi keadaan yang lebih baik. Tak masalah! Bagaimana dengan ketua? Siapa yang akan memimpin organisasi baru ini? Pertanyaan ini juga cukup mudah, silakan pilih salah satu dari tokoh bangsa ini yang diyakini banyak kalangan pasti mampu memimpin organisasi sepak bola. Sebut saja Sutiyoso, Arifin Panigoro, Agum Gumelar atau bahkan Jusuf Kalla dan pastinya banyak juga figur lain yang pantas dan mumpuni termasuk para tokoh media massa tadi. Bagaimana tatanan organisasinya? Untuk pertanyaan ini, para tokoh yang telah saya sebutkan tadi 2010 kali lebih kompeten dari saya untuk menjawabnya dan saya yakin hasilnya pasti mantab bin ciamik. Bila saya jadi Nurdin Halid, saya akan mundur dan bertaruh. "Saya akan mundur hingga SEA Games 2011 usai dilaksanakan. Bila yang menggantikan saya kelak berhasil membawa Indonesia juara SEA Games 2011, maka saya akan sepenuhnya mundur dari persepakbolaan Indonesia. Tapi bila pengganti saya gagal, maka saya diperbolehkan memimpin PSSI lagi dan tidak boleh direcoki isu apapun dan pihak manapun hingga masa jabatan saya berakhir". Bila keputusan ini dibuat, Nurdin akan dicatat sejarah sebagai tokoh yang lebih positif bagi sepakbola Indonesia. Jadi bagus buat Nurdin, bagus juga buat Indonesia. Sayangnya, saya bukan Nurdin. Terus terang, saya merindukan prestasi sepakbola, prestasi juara, sama seperti saat Ribut Waidhi mencetak gol semata wayang yang mengantar Indonesia merebut emas SEA Games Manila 1991 dan bukan juara turnamen internasional dalam negeri cuma gara-gara lawannyawalk out lantaran merasa dikerjai wasit. Saya juga ingin Indonesia ikut Piala Dunia, tapi hasil lolos seleksi dan bukan hasil pemaksaan diri menjadi tuan rumah. Bila banyak tokoh sepakbola mengungkapkan bahwa bolanya saat ini ada di tangan pemerintah, saya setuju. Nah, sekarang tinggal pemerintah memilih, memilih untuk didukung rakyat banyak atau pilih mendukung segelintir orang yang tidak punya dukungan tulus. Saya sumringah membaca judul di majalah Tempo, "Cintailah Sepak Bola, Lupakan PSSI". Pesan yang sangat jelas arti dan maknanya. Pak SBY, media massa dan rakyat sudah mulai mengeluarkan dukungan buat bapak untuk segera bertindak untuk kejayaan sepakbola Indonesia. Lanjutkan dengan tindakan, Pak! Mendirikan PSBSI, atau semacam itulah, kalau menurut saya sih, mungkin sebuah solusi bagi persepakbolaan Indonesia saat ini. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [email protected] ==========================================================Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
