Minggu, 11/4/2010 | 07:14 WIB

MILAN, KOMPAS.com - Calciopoli atau skandal pengaturan skor yang terjadi di 
Liga Serie-A pada 2006, tampaknya bakal kembali memanas. Sinyalamen baru 
keterlibatan Inter Milan dan AC Milan semakin diungkit-ungkit, bahkan kini 
transkrip telepon klub itu kepada wasit dipublikasikan.

Dalam calciopoli 2006, direktur Juventus, Lucciano Moggi, menjadi tokoh 
sentral. Dia mengaku tak sendirian menelepon wasit untuk mengatur pertandingan. 
Menurutnya, AC Milan dan Inter Milan juga melakukan hal yang sama. Namun, dia 
akhirnya yang terkena sanksi paling berat dan tak boleh terlibat dalam sepak 
bola. Bahkan, Juventus akhirnya terdegradasi ke Serie-B.

Dalam transkrip telepon yang dipublikasikan beberapa media massa itu, terlihat 
Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, mengontak wasit. Demikian juga dengan 
Giachinto Facchetti, mantan direktur Inter yang kini sudah almarhum. Wakil 
Presiden AC Milan, Adriano Galliani, dan pelatih Udinese waktu itu, Luciano 
Spaletti, juga menghubungi wasit. Keempatnya menghubungi pengatur wasit, Paolo 
Bergamo. Juga ada kontak dengan pengatur wasit lainnya, Pierluigi Pairetto.

Dalam kontak telepon tertanggal 11 Februari 2005, Pairetto berbicara dengan 
Facchetti soal pertandingan Coppa Italia. Menurut Sportmediaset.it, berikut 
transkrip itu.

Pairetto: "Bicara dengan Anda, pasti ingat 'kan. Anda tahu ini hal yang sangat 
pribadi. Tak ada yang tahu tentang masalah ini."

Facchetti: "Ya, ya, saya setuju."

Pairetto: "Ini hanya antara kita!"

Dalam transkrip telepon lainnya tertanggal 10 Januari 2005, Bergamo berbicara 
dengan Moratti. Ia menjelaskan kepada Moratti telah mengirim wasit yang bagus 
untuk pertandingan Inter Milan lawan Bologna di Coppa Italia. Inter akhirnya 
menang 3-1. Transkrip ini dipublikasikan Il Secolo XIX.

Bergamo: "Agar tak ada hasil seri, semua akan diatur. Saya akan mengirim 
Gabriele (sebagai wasit, Red). Dia akan dibantu dua asisten yang sangat 
bagus..."

Pembicaraan berlanjut dan Bergamo menjelaskan keputusannya mengirim Gabriele.

Bergamo: "Saya sudah bicara dengan Facchetti, untuk mengonfirmasikan iklim 
keramahan ini. Ini sesuatu yang hanya diketaui Anda dan saya. Gabriele dan 
Palanca bisa diandalkan. Maka, saya memutuskan mengirim mereka memimpin Coppa 
Italia. Salah satunya dari mereka akan memimpin pertandingan Inter dan 
pertandingan Milan."

Moratti: "Ok..."

Bergamo: "Kami ingin mengirim gambar yang baik."

Moratti: "ya, ya..."

Bergamo: "Facchetti mengatakan sudah setuju..."

Moratti: "OK, hari Rabu nanti saya akan menemuinya sebelum pertandingan."

Bergamo: "Dia akan bahagia dengan ini semua."

Moratti: "Saya akan menemuinya untuk menyapa."

Bergamo: "Dia akan bahagia jika Anda sapa."

Moratti: "Terima kasih. Ssaya akan berada di sana (stadion) pada Rabu. Jika 
dibutuhkan, saya akan menemuinya (Facchetti) sebelum pertandingan."

Dalam transkrip telepon yang dipublikasikan Il Corriere dello Sport, Bergamo 
mendiskusikan hasil imbang 1-1 antara Inter Milan lawan Chievo Verona dengan 
Facchetti. Mereka juga membicarakan gol Christian Vieri (pemain Inter waktu 
itu) yang dianulir oleh hakim garis Ricci. Bergamo berjanji hal seperti itu tak 
akan terjadi lagi di pertandingan berikutnya, karena dia akan mengirim wasit 
pilihannya.

Bergamo: "Hai Giancinto (Facchetti)."

Facchetti: "Hai Paolo, saya ingin menyapa Anda, kemudian melihat apa yang 
terjadi pada pertandingan Minggu lalu. Saya tak tahu Moratti datang dengan 
cerita wasit seperti ini."

Bergamo: "Tiidak, jangan cemas, sang presiden (Moratti) hanya ingin bicara saat 
dia merasa perlu."

Facchetti: "Ya, tapi ini gara-gara Ricci yang membuat kesalahan. Paparesta 
(wasit) kemudian membuat keputusan ini (menganulir gol Vieri)."

Bergamo: "Tapi, ketika sang presiden juga menyatakan keputusan itu tepat. 
Jangan memberi alibi kepada para pemain."

Facchetti: "Ya, benar, faktanya begitu."

Bergamo: "Mengerti? Apa yang bisa dilakukan Paparesta? Ricci membuat 
kesalahaan, Paparesta memimpin pertandingan dengan baik. Dia menyiapkan 
pertandingan dengan baik, tapi sayangnya..."

Facchetti: "Tak ada, kita punya Palanca malam ini."

Bergamo: "Anda akan lihat dia memiliki pertandingan yang bagus. Tunggu dan 
lihat, ini akan menjadi pertandingan yang bagus."

Sementara itu, Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani juga melakukan kontak 
dengan Bergamo lewat telepon. Dalam sebuah pembicaraan telepon, mereka 
membicarakan kekalahan Milan 0-1 dari Juventus pada 8 Mei. Pertandingan itu 
menentukan gelar scudetto buat Juve. Galliani gusar, karena pertandingan itu 
tak sesuai dengan rencana. Telepn Galliani kepada Bergamo terjadi pada 17 Mei 
2005 dan dipublikasikan Calciomercato.com.

Bergamo: "Halo?"

Galliani: "Ini Galliani, halo?"

Bergamo: "Halo, apa kabar?"

Galliani: "Saya mencari Anda malam kemarin, tapi Anda sibuk."

Bergamo: "Saya belum selesai dengan urusan pertandingan Milan-Juventus. Ini 
mengakibatkan trauma di keluarga dan meninggalkan tanda. Kami pikir segalannya 
tapi..."

Galliani: "Kita juga, kita juga..."

Bergamo: "Saya pikir, segalanya tak sesuai rencana. Jika berlangsung buruk, 
maka buruk. Pertandingan harusnya berakhir seri."

Galliani: "Jika pertandingan itu seri, kami bisa menang lawan Lecce 
(pertandingan ini berakhir 2-2). Sebab, kami tak akan menyerah. Jika kami seri 
lawan Juve, maka akan berada di puncak klasemen. Kami pasti akan mengalahkan 
Lecce di partai berikutnya. Itu pertandingan mudah."

Bukti lebih jauh muncul di pengadilan di Napoli. Pelatih Udinese waktu itu, 
Luciano Spalletti berbicara kepada Bergamo sebelum pertandingan Udinese lawan 
Sampdoria yang berakhir 1-1 pada 12 Mei 2005.

Bergamo: "Sangat penting bahwa anda bertanggung jawab penuh."

Spalletti: "Tidak, saya tak sepnuhnya termotivasi. Seperti yang Anda katakan 
dengan segala transparansi, mencoba mengirimi kami, seperti Anda tahu, seperti 
yang biasa Anda lakukan."

Bergamo: "Lihat, saya bisa katakan kepada Anda bahwa setelah menit terakhir, 
saya sudah memutuskan asisten wasit yang saya tunjuk. Anda akan mendapatkan 
Pisacreta yang sangat bagus dan Griselli dari Livorno yang juga nomor satu. 
Bagaimanapun, Anda dilindungi dengan baik. Dan tentang hasil seri, Anda akan 
mendapat wasit internasional seperit yang kami utus."

Spalletti: "Baik."

Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani, menolak berkomentar tentang 
serangkaian hasil transkrip telepon itu. Sabtu (10/4/2010), Presiden Inter 
Milan, Massimo Moratti, siap untuk membela diri pada 13 April ini.

Sebuah laporan menjelaskan, Moratti akan menjelaskan teleponnya dengan Bergamo. 
Federasi sepak bola Italia (FIGC) juag mengkonfirmasi, pihaknya akan mencari 
bukti baru untuk memastikan apakah pengadilan baru tentang calciopoli 2006 akan 
kembali digelar.

HPR



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke