sebuah gunung yg susah dieja namanya ngamuk, maka inilah akibatnya: 


1. "Barca Naik Bis ke Milan" [untung gak naek bajaj, mas] 



Meletusnya gunung berapi di Islandia mempengaruhi
penerbangan negara Eropa. Imbasnya dirasakan oleh Barcelona. Untuk melakoni leg
pertama semi final Liga Champion melawan Inter Milan, Barcelona terpaksa harus
melewati perjalanan darat yang berjarak ratusan kilometer.

 

Barcelona akan melawan Inter Milan di Giuseppe Meazza pada,
Selasa (20/4). Meski pertandingan baru akan diadakan pada dua hari mendatang,
tapi hari ini Minggu (18/4) Barcelona telah memulai  perjalanan menuju Italia. 
Menurut berita yang dilansir AP,
Minggu (18/4), Barcelona akan menggunakan bis untuk menuju Milan.

 

Berangkat dari kota Barcelona, juara bertahan Liga Champion
itu akan memulai perjalanan sejauh 634 kilometer menuju Cannes, Prancis dan
mereka akan tinggal semalam di kota itu. Keesokan harinya, Senin (19/4),
pasukan Pep Guardiola itu kemudian akan melanjutkan perjalanan sejauh 351
kilometer menuju Milano.

 

"Perjalanan itu bukan yang terbaik, tetapi ada tim-tim
dari liga lebih rendah yang melakukan perjalanan selama 17 jam dengan
menggunakan kendaraan bus. Semi final cukup membantu siapa pun untuk mengatasi
kelelahan," bunyi statemen Barcelona dalam situs resmi klub, Minggu
(18/4).

 

Barca terpaksa mengubah rencana perjalanan mereka akibat
debu tebal gunung berapi yang mengganggu penerbangan di seluruh Eropa. Bandara
udara Barcelona dan Milan hari Minggu masih ditutup.

 

----------------------------

 

2. "Motegi Ditunda"

Jika F1 hanya pusing menemukan cara untuk pulang ke Eropa,
maka imbas letusan Gunung Eyjafjallajoekull di Eslandia sudah langsung menerpa
Motogp. Seri Motogp Motegi di Jepang akhir pekan depan akan ditunda.

 

Meski belum ada pernyataan resmi dari Dorna tentang
penundaan seri Motegi, tapi tanda-tanda ke arah tersebut sudah terlihat. Salah
satunya seperti dilaporkan autosport.com adalah perlengkapan milik Honda Racing
(HRC) yang belum dilepas dari markas mereka di Spanyol, padahal mestinya
seluruh perlengkapan tim dan pabrikan biasanya sudah berangkat sepekan sebelum
seri berlangsung.

 

Letusan Gunung Eyjafjallajoekull sendiri melontarkan debu
vulkanik yang menyiram hampir seluruh daratan Eropa khususnya Eropa bagian
Utara. Hampir seluruh jadwal penerbangan dari dan ke Eropa ditunda hingga waktu
yang tidak bisa ditentukan. Bahkan sejumlah maskapai penerbangan baru bisa
memberikan kepastian jadwal dan ketersediaan tempat duduk pada awal Mei.

 

Menurut kabar Dorna akan mengumumkan penundaan seri Motegi
pada Senin (19/4). Jadwal Motegi akan digeser ke tanggal 1-3 Oktober mengisi
slot di antara Motogp Malaysia dan Australia.

 

Penundaan Motegi bagi Dorna cukup beralasan, pasalnya
sepekan setelah Motegi, Motogp akan langsung menggelar seri Spanyol di Sirkuit
Jerez. Motogp sendiri punya pasar utama di Spanyol dan Italia dan seri Jerez
biasanya adalah penyedot jumlah penonton terbesar di seluruh seri Motogp. Dorna
sepertinya tidak mau mengambil resiko dengan tidak menunda seri Motegi karena
dikhawatirkan sirkus Motogp tidak bisa kembali ke daratan Eropa usai seri
Motegi.



 



 



 3. "Debu Gunung Tunda F1"

Letusan Gunung Eyjafjallajoekull di Eslandia, yang
menghamburkan debu vulkanik ke hampir seluruh daratan Eropa khususnya bagian
utara, mengganggu hampir semua jadwal penerbangan ke dan dari Eropa. F1 pun
terkena imbasnya.

 

Seluruh sirkus F1 kini sedang berada di Shanghai, Cina.
Sedianya, Ahad (18/4) malam waktu Shanghai hingga Senin adalah jadwal
kepulangan mereka menuju homebase di daratan Eropa. Kebetulan, GP Cina adalah
rangkaian terakhir flyaway races awal musim F1 dan usai GP Cina mereka akan
pulang ke Eropa untuk persiapan seri perdana F1 musim ini di daratan Eropa, GP
Spanyol di Sirkuit Barcelona.

 

Namun, pembatalan hampir sebagian besar jadwal penerbangan
untuk 48 jam ke depan membuat kepulangan mereka tertunda. Pihak maskapai
penerbangan bahkan baru bisa memastikan jadwal baru dan ketersediaan kursi pada
awal Mei.

 

Untungnya, GP Spanyol baru akan digelar dengan jeda tiga
pekan dari GP Cina, sehingga masih banyak waktu bagi personil tim untuk menunda
kepulangan mereka. Persoalannya, hampir semua tim sudah mempersiapkan jadwal
pengembangan mobil mulai pekan depan dan itu membutuhkan kepulangan seluruh
perkakas, suku cadang, hingga sasis mobil secepatnya.

 

"Situasinya belum sampai membuat chaos, tapi sudah
memunculkan sejumlah spekulasi. Bahkan ada beberapa orang yang katanya mencoba
untuk membooking tiket kereta Trans Siberia," sebut Martin Whitmarsh, bos
McLaren, berkelakar. "Tapi saya pikir kita akan bisa menemukan cara untuk
pulang. Kami tidak terlalu khawatir untuk kepulangan orang. Yang kami
khawatirkan adalah keharusan untuk secepatnya memulangkan mobil dan kami belum
mendapat penjelasan dari pihak pengangkutan. Mobil-mobil ini sudah keluar
pabrik lama dan kami sudah memutar pemakaian sasis, tapi mobil-mobil dan 
perlengkapan
ini sudah terlalu lama keluar. Kami berusaha memulangkannya secepat yang kami
bisa dan memastikan bisa melakukan servis untuk mobil secara proper. Akan
sedikit menimbulkan chaos jika kami gagal menemukan cara untuk mengangkutnya
pulang karena kami sudah merencanakan pengembangan yang akan kami pakai di
Barcelona."

 

Bandara-bandara di seluruh Spanyol dikabarkan tidak terkena
imbas dari debu vulkanik Eyjafjallajoekull. Situasi ini menimbulkan rencana
dalam kasus terburuk di F1 jika debu vulkanik masih mengganggu jadwal
penerbangan, yaitu semua perlengkapan, mobil, sasis, dan suku cadang, termasuk
para personil untuk langsung terbang ke Barcelona tanpa pulang dulu ke markas
tim masing-masing.

 

****************************************************









      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke