Taufik lawan Lindan kaya pertandingan latihan murid vs guru. Taktik apapun yg 
dipakai murid mentah oleh guru. Kalau ini yg namanya kalah dgn tidak memalukan 
oleh menpora, saya tidak tau apa yang namanya kalah memalukan. 

Cheers. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: omar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 17 May 2010 20:11:58 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [BolaML] Thomas Cup

Agak telat ya ngebahasnya...gagal lagi, gagal lagi. cabang olahraga yang bikin 
kita bangga di level dunia kok kayaknya sudah bukan "milik" Indonesia lagi. 
Bisa2 kita ngalamin kayak Malaysia yang pernah jaya, namun perlahan menghilang 
lama, dan baru muncul lagi setelah tidur panjang.

kapan era 7 magnificent bisa kembali...rudy, king, tjun-tjun, johan wahyudi, 
christian, ade chandra...yang ke-7nya siapa itu ya...iie sumirat?. 

kemarin itu gue bilang, dulu di Thomas Cup, dari ganda putra kita "hampir 
pasti" dapet angka penuh, tinggal kutak katik susunan single aja. dari era-nya 
tjun-tjun itu sampe ricky/rexi, ganda putra kita selalu jadi titik kuat tim 
Thomas. what went wrong ya?

btw, tadi pagi di motion fm, ronald dan tike nanya kira2 dream team indonesia 
di bulutangkis siapa aja...kalo gue sih:

- liem swie king (tunggal 1): ini mah pemain paling indah kalo kata gue gaya 
mainnya, netting mulus, smash...(king smash, gak perlu dibahaslah)

- rudy hartono (tunggal 2): gak pernah nonton rudy dimasa jayanya...konon gaya 
mainnya juga indah beibeh, kata orang "bola lob rudy membuat bola  seakan 
melambai langit)".

- alan bk (tunggal 3): dari generasi setelah king/icuk, dia ini yg terbaik.

- ricky/rexi (ganda 1): gak perlu dibahas juga

- tjun-tjun/christian (ganda 2): ini ganda gak pernah eksis sebenernya...gue 
cuma ngebayangin aja kalo tjun-tjun dipasangin dengan christian, mungkin kayak 
sebuah kesebelasan di midfieldnya ada beckenbauer dan cruyff.   

ngliat kalah telak 0-3 kemarin itu, cuma bikin miris aja, masa' gak bisa dapet 
point. Taufik udah saatnya pensiun-lah.

-omar-


      




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke