Copy-paste dari bolanews.com: Mari kita mundur delapan tahun silam. Masihkah Anda ingat makna angka 3.964? Angka ini saya terima sebelum Korea Selatan dan Jepang menggelar babak perempat final Piala Dunia.
Sebelum Brasil meraih gelar Piala Dunia kelima di Yokohama, Jepang, angka ini punya arti yang seolah menjadi "peramal" hebat. Brasil meraih gelar juara dunia keempat mereka tahun 1994. Sebelumnya, singgasana dunia diduduki Selecao tahun 1970. Kalau dijumlahkan, angka yang kita dapatkan 3.964. Lalu lihat Argentina. Terakhir kali mereka juara adalah tahun 1986. Tim Tango berpesta untuk pertama kali pada 1978. Ayo jumlahkan kedua tahun ini, dapat lagi angka 3.964, bukan? Contoh lain, Jerman. Sebelum penalti Andreas Brehme yang mengalahkan Argentina di final Italia '90, Jerman bertahta tahun 1974. Kembali penjumlahan 1.990 dan 1.974 memunculkan angka 3.964. Nah, untuk memilih juara di Jepang delapan tahun lalu, inti e-mail itu adalah mencari tahun yang penjumlahannya dengan 2.002 menghasilkan angka 3.964. Bukan sulap, bukan sihir, pada tahun 1962 Brasil menjadi juara dunia untuk kedua kali. Tentu saja angka klenik ini tak bisa dipakai ketika Italia menjadi juara di Germany '06. Bila 3.964 dikurangi dengan 2.006, seharusnya yang menjadi juara adalah Brasil, karena Selecao bertahta tahun 1958 (3.964 - 2.006 = 1.958). Bagaimana untuk Afrika Selatan 2010? Apakah Jerman yang beruntung memakai perhitungan angka 3.964? Tahun 1954, dua gol Helmut Rahn dan satu dari Max Morlock mengalahkan Hongaria dengan Ferenc Puskas-nya (2-1). Tidak, tentu saja angka klenik Piala Dunia itu tidak saya sampaikan kepada mereka yang mencoba mencari penguatan atas pilihannya melalui keterangan saya. Masing-masing kita punya tim jagoan, dan biarlah orang lain juga memiliki tim kesayangan. Lalu, kapan dong Indonesia bisa menjadi juara dunia? Jawaban yang konyol dan menggelikan ini jangan dianggap serius. Ya, putra-putra terbaik Indonesia akan membela Tim Merah-Putih di final PD tahun 3964 dan juara untuk pertama kali.
