Haiyah !!


..:: dikirim dengan perasaan ikhlas ::..

-----Original Message-----
From: indah larasati <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 10 Jun 2010 20:28:07 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Sari kebluk<[email protected]>; Trimurti 
Astuti<[email protected]>; <[email protected]>
Subject: [BolaML] Indonesia tetep ikut ambil bagian di Piala Dunia

Bola Majalengka 'Lolos' Piala Dunia
Siapa bilang Indonesia tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2010
di Afrika Selatan? 
Tim nasional kita memang gagal lolos kualifikasi,
namun tidak demikian dengan bolanya. Tahun 2006, bola produksi
Indonesia menjadi bola resmi Piala Dunia Jerman. Kini, menjelang Piala
Dunia, bola buatan kita membanjiri Negeri Nelson Mandela itu. Ekspor
bola sepak produksi dari Majalengka, Jawa Barat, ke Afsel, meningkat
hingga empat kali lipat dari biasanya.

Direktur Produksi dan Ekspor-Impor PT Triple S Majalengka Jefry
Romdonny, di Majalengka, Sabtu, menyebutkan ekspor bola ke Afrika
Selatan sebelumnya hanya satu kontainer ukuran 20 feet dalam setiap
pengiriman dengan kapasitas 8.316 buah bola.
Namun, menurut dia, sejak awal 2010 ekspornya meningkat hingga dua kontainer 
ukuran 40 feet per bulan.

"Kami hanya memenuhi permintaan pembeli. Kami tidak tahu bola itu
digunakan untuk pertandingan di Piala Dunia nanti atau tidak. Yang
pasti kiriman ke Afrika Selatan meningkat hingga empat kali lipat dari
sebelumnya," katanya.
Ia mengatakan awal kerja sama ekspor bola sepak ke Afrika Selatan
pada 2006. Awalnya ada seorang pembeli asal Afrika Selatan mengunjungi
pabriknya sambil membawa sampel bola yang diperoleh dari Timur Tengah.

"Setelah kami lihat, ternyata bola tersebut sama persis dengan yang
kami buat. Sejak itu, dia pesan ke kami, dan pengirimannya langsung ke
Afrika Selatan," katanya.
Peningkatan pesanan bola sepak juga terjadi untuk ekspor ke sejumlah
negara lain di antaranya Jepang, Malaysia, Singapura, dan sejumlah
negara di Timur Tengah. Pihaknya bahkan sampai kewalahan memenuhi
permintaan ekspor tersebut, karena keterbatasan tenaga kerja.

Menurut dia, tenaga kerja pembuat bola sepak di pabriknya saat ini
sebanyak 200 orang, ditambah 2.500 perajin yang tersebar di empat
kabupaten yaitu Majalengka, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon,
Kuningan, serta Kabupaten Indramayu.

"Namun, kami hanya mampu memproduksi 100.000 buah bola per bulan,
sehingga masih jauh dari permintaan sejumlah negara yang mencapai
250.000 bola per bulan," katanya.
Meskipun bola sepak produksi PT Triple S di Jalan Liangjulang,
Kadipaten, Kabupaten Majalengka ini merupakan buatan tangan, namun
Jefry memastikan kualitasnya tidak diragukan lagi, karena telah diakui
dunia hingga memperoleh sertifikat lisensi dari federasi sepak bola
dunia, FIFA pada 2009.

"Bahkan bola buatan kami pernah digunakan pada Piala Dunia 2002 di Korea," 
katanya. (ant/erw)

artikel yg terkait 
juga:http://www.antaranews.com/berita/1275743735/ekspor-bola-majalengka-ke-afrika-selatan-meningkat



      

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke