Anti football nih apaan ? Maen bola menang WO karena lawan jiper ama penonton ? :p
peter.herma...@mobile -----Original Message----- From: Eljero Elia <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 21 Jun 2010 10:43:20 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [BolaML] "Tiptap" Tim Matador Versus "Anti-Football" Tahun 2014 Indonesia bisa ikut piala dunia dengan memainkan anti football. ============================= Sometimes, everything I Want comes after I stop looking for it 2010/6/21 Daniel Vero <[email protected]> > "Tiptap" Tim Matador Versus "Anti-Football" > > Senin, 21 Juni 2010 | 04:14 WIB > > Oleh BUDIARTO SHAMBAZY > > ”Dalam sepak bola semua menjadi rumit karena kehadiran lawan” (Jean-Paul > Sartre) > > Tidak salah semua rumah taruhan menjagokan Spanyol sebagai calon juara > dunia baru—walau survei wartawan dan warga global menyimpulkan > Brasil—karena data menunjukkan, saat kalah 0-1 dari Swiss, Tim Matador > melakukan 579 operan (nomor dua terbanyak setelah Brasil saat melawan > Korut) selama 2 x 45 menit. Namun, para penyerang Spanyol mencatat > rekor terbanyak saling oper di kotak penalti, yakni 49 kali, waktu > merumput lawan Swiss (nomor dua Cile 32 kali saat mengalahkan Honduras > 1-0). > > Xabi Alonso dan Xavi Hernandez masuk lima besar pengoper terbanyak > selama 16 pertandingan penyisihan grup, masing-masing di urutan kedua > dan keempat (96 dan 94 operan). Urutan pertama Melo (Brasil) dengan 98 > operan, ketiga Francisco Rodriguez (Meksiko) 95, dan Maicon (Brasil) > 88. Namun, tak satu pun pemain Spanyol masuk daftar 10 besar penembak > terbanyak ke gawang lawan. > > Data ini menjelaskan sang juara Eropa 2008 itu, dalam kosakata bahasa > Inggris yang paling sederhana, pandai memainkan tiptap (tippy-tappy) > football. Mereka berani dan amat fasih memainkan operan pendek > mendatar, dengan kecepatan tinggi, dan secara sistematis. Inilah sepak > bola Latin yang bersumber dari tari tango atau samba, yang efisien, > enak ditonton, dan memorakporandakan lawan. > > Tiptap football butuh determinasi tinggi, kemampuan individu di atas > rata-rata, kerja sama tim yang terbina lama, dan pelatih andal. Semua > prasyarat itu terpenuhi, tetapi David Villa dan Fernando Torres serta > para gelandang tak kunjung membobol gawang Swiss. Vicente del Bosque, > pelatih puritan karena jarang mengubah taktik, dikritik karena > memainkan pola 4-5-1, bukan 4-4-2 yang lebih agresif. > > Uniknya, tak satu pun pemain disalahkan penggemar, kecuali kiper Iker > Casillas. Pacarnya, Sara Carbonero, reporter olahraga, melakukan > siaran langsung dari samping gawang sepanjang pertandingan. Kehadiran > mantan ratu nasional itu di pinggir lapangan, juga sebelum > pertandingan, dianggap merusak konsentrasi Casillas. > > Kritik terhadap Del Bosque dan Casillas mengada-ada karena tak ada > kelemahan substansial pada Tim Matador. Mereka kalah karena sial, bola > bundar, kejutan pasti terjadi. Kritik justru layak dilayangkan kepada > Swiss, yang memainkan anti- football alias sepak bola ultradefensif. > Julukan ini pertama kali ditujukan pada Estudiantes (Argentina) pada > final Piala Dunia Antarklub 1968 melawan Manchester United. > > Johan Cruyff mengatakan, anti-football hanya mengambil keuntungan dari > lawan yang membuat blunder. Menurut Frank Rijkaard, taktik ini > dijalani dengan membariskan dua lini pertahanan di belakang dan > gelandang, masing-masing dengan lima pemain, tanpa ujung tombak tetap. > Cesc Fàbregas mengatakan, ”Tim anti football hanya bertahan, bertahan, > dan bertahan. Mereka membuang-buang waktu saja, tetapi kita harus > menerima kenyataan pahit ini.” > > ”Special One” > > Uniknya, pelatih yang sering dituding menerapkan anti-football justru > pelatih paling top di dunia saat ini: Jose Mourinho. ”Special One” > bukan cuma dicemooh karena memainkan taktik negatif itu saat membawa > Inter Milan juara Eropa 2010, tetapi juga saat Chelsea empat kali > menjuarai Liga Inggris. Peragaan anti-football sempurna ditampilkan > ketika Inter kalah 0-1 dari Barcelona di semifinal Liga Champions > 2010. > > Sewaktu kalah dari Swiss, Spanyol mendominasi dengan penguasaan bola > 63 persen berbanding 37 persen. Tim yang sekitar sejam mengendalikan > permainan takluk dari tim yang cuma sekitar setengah jam menguasai > bola. Jangan lupa pula, gol Swiss dibukukan Gelson Fernandes, yang > jujur mengakui jarang mencetak gol karena lebih terbiasa bertahan. > > Bagaimanapun, jangan menyalahkan anti-football Swiss atau Inter karena > tugas para pemain dan pelatih memenangi pertandingan. Tak relevan > mempersoalkan cara mengalahkan lawan, lebih relevan menggugat caranya > memainkan anti-football. Ada dua cara. Pertama, begitu wasit meniup > peluit, segera berlakukan penjagaan zona. Tiap anti-footballer berdiri > pasif meronda wilayah seperti Swiss. Begitu lawan kehilangan bola baru > memanfaatkan peluang secepat kilat. > > Cara kedua sebenarnya enak ditonton karena yang melakoninya > berprinsip, seperti halnya politik, bahwa football is the art of the > possible. Kalau cara pertama bosan ditonton dan membuat mandek > permainan seperti Swiss, cara kedua mengandung banyak kemungkinan. > Pelatih menyiapkan sistem pertahanan dengan kombinasi serangan balik > yang diuji coba berulang kali. Juga mesti ada penyerang balik berbakat > seperti Paolo Rossi (Italia) di Spanyol 1982. Lebih penting lagi > adalah peranan capo di tutti capi (bos dari semua bos) yang > mengoordinasi pertahanan dengan metode, kalau perlu, berbagai ”cara > mafia”. > > Itu sebabnya, pertahanan gerendel (catenaccio) Italia 1982 dan AC > Milan 1990-an punya jutaan pemuja. Bahkan, garra charrua Uruguay yang > menerapkan fitur-fitur nonteknis (seperti memperlambat tempo, > mengasari lawan, dan sering memprotes wasit) jauh lebih berbumbu > dibandingkan Swiss 2010. Boleh tak suka anti-football, toh Zinedine > Zidane mengagumi anti-footballer sejati Enzo Francescoli, penggila > global merindukan permainan tanpa pandang bulu Franco Baresi dan ulah > Claudio Gentile yang mencabik kaus Zico dan menendang Maradona sesuka > hatinya. > > Anda yang anti-football tak perlu khawatir. Pada akhirnya penggila > lebih mengenang gol-gol yang indah yang diciptakan tim yang > memperagakan sepak bola menyerang. Kita ingin menikmati pesta gol > dengan dansa tiptap football, tarian samba dan tango, dengan makanan > Italia berbumbu catenaccio. Seperti kata filsuf Perancis Jean-Paul > Sartre (1905-1980) di awal tulisan ini, sepak bola adalah konversasi. > Setelah berdialog, kedua pihak yang pasti tak seimbang fifty-fifty > bukan hanya berebut kendali, tetapi masing-masing telah memilih. Anda > pun telah menetapkan pilihan siapa yang akan jadi juara. > > > ------------------------------------ > > HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. > > ========================================================== > Milis Tabloid BOLA > Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat > [email protected] > ==========================================================Yahoo! Groups > Links > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [email protected] ==========================================================Yahoo! Groups Links ------------------------------------ HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [email protected] ==========================================================Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
