Messi mungkin ngga sedahsyat saat dia main di Barca..
tapi dia tetap roh permainan Argentina.

=========================================
"Feliz Cumpleanos, Messi"

POLOKWANE, KOMPAS.com - Jangan salahkan Lionel Messi jika ia belum mencetak gol 
untuk tim nasional Argentina. Tanpa dia, "Albiceleste" mungkin tak segemilang 
seperti sekarang. Permainannya semakin matang seumur dengan bertambahnya usia 
sang striker lincah itu.

Dalam tiga pertandingan Argentina di penyisihan grup Piala Dunia 2010, tak satu 
pun dari delapan gol tim "Tango" yang lahir dari kaki lincah Messi. Dua gol 
terakhir Argentina, yang dicetak ke gawang Yunani, Selasa (22/6/2010), lahir 
dari aksi Martin Demichelis dan Martin Palermo. Messi yang saat itu menjadi 
kapten punya andil penting dalam terciptanya gol-gol tersebut, juga gol-gol 
pada laga sebelumnya.

Pada saat melawan Nigeria, Messi frustrasi akan kehebatan kiper Vincent Enyama. 
Melawan "Elang Super", penyerang Barcelona itu selalu digagalkan oleh 
tangan-tangan kekar Enyeama maupun kekuatan tiang gawang. Demikian pula ketika 
melawan Korea Selatan, pekan lalu. Walau tak mencetak gol, Messi banyak menarik 
perhatian lawan sehingga membuka celah bagi pemain lain untuk membombardir 
gawang Jung Sung-ryong.

Messi boleh dibilang apes. Setiap kali berusaha mencetak gol, Dewi Fortuna tak 
mengizinkannya. Dewa Keberuntungan hanya membolehkannya menjadi motor serangan, 
paling banter sebagai pemberi umpan terakhir kepada pencetak gol.

Dalam laga semalam, Messi pun tampak mengancam dengan mengeksekusi tendangan 
bebas pada menit ke-11. Bidikannya mentah setelah bek Yunani Sokratis 
Papastathopoulos berhasil mematahkannya. Tentu seorang Messi tak menyerah 
begitu saja. Ia terus mengacak-acak pertahanan lawan, seolah ingin menantang 
kesaktian "Negeri Para Dewa".

Pemain berjuluk "Si Kutu" itu kembali mengeksekusi sebuah tendangan bebas pada 
menit ke-23. Sokratis kembali mematahkannya. Di menit ke-44, Sokratis kembali 
menggagalkan peluang Messi. Gelandang bernomor punggung 19 ini lalu mengganggu 
Messi, selain mistar gawang yang membenturkan tembakan Messi jelang turun minum.

Meski mengalami kegagalan demi kegagalan, Messi belum menyerah. Ia tak seperti 
tak habis akal mencari peluang mencetak gol. Pada menit ke-63, Messi kembali 
merangsek hingga jantung pertahanan musuh. Tembakannya kembali patah di tangan 
musuh, begitu juga enam menit kemudian.

Yang paling apes terjadi pada menit ke-81. Kali itu tembakannya menghantam 
tiang. Delapan menit kemudian, sepakan keras Messi diblok kiper Alezandros 
Tzorvas. Untung ada Martin Palermo di dekat gawang, yang kemudian menyosor bola 
muntah dan membuat gol untuk "Albiceleste".

Messi memang apes pada pertandingan ini. Betapa tidak, ia menjadi pemain yang 
paling banyak melepaskan bidikan ke gawang lawan. Total ada lima tembakan dari 
kaki Messi, dua di antaranya mengarah ke gawang.

Messi tak mencetak gol lagi, tapi Argentina menang lagi dan kali ini lolos ke 
16 besar sebagai juara Grup B. Pelatih Diego Maradona senang, Argentina pun 
senang. Messi tak terkecuali karena ia menjadi man of the match dalam laga 
tersebut, sebuah predikat yang layak menjadi kado ulang tahunnya yang ke-23 
pada 24 Juni besok. Selamat ulang tahun, Messi. Feliz CumpleaƱos.



Kirim email ke