Ada yg masih mengingat game-game ini ?
Atau ada game yg laen yg lebih pantas dimasukkan ?

  
SPESIAL: Sepuluh Kemenangan Tidak Terduga Selama Piala Dunia
Setelah kemenangan tidak terduga Swiss atas juara Eropa Spanyol, GOAL.com 
merilis sepuluh pertandingan dengan kemenangan yang mengejutkan pecinta 
sepakbola dunia.
Oleh Riska Khaerunnisya
23 Jun 2010 16:15:00
10. Spanyol 0-1 Swiss (Babak penyisihan grup Piala Dunia 2010)

            Mari kita mulai dengan kemenangan mengejutkan Swiss atas Spanyol 
yang berakhir dengan skor 1-0. Tergabung dalam Grup H babak penyisihan Piala 
Dunia bersama Swiss, Cili, dan Honduras, Spanyol tentu saja diprediksi dapat 
dengan mudah lolos dalam babak penyisihan Grup H mengingat hasil gemilang yang 
selalu diraih Spanyol sepanjang babak kualifikasi dan pertandingan 
persahabatan. Namun, kini Spanyol harus berjuang keras agar dapat lolos ke 
babak 16 besar setelah kekalahan menyakitkan yang dialami ketika menghadapi 
Swiss. Dominasi dan banyaknya peluang yang tercipta sepanjang pertandingan 
harus berakhir tanpa hasil setelah dipatahkan oleh barisan pertahanan Swiss 
yang sangat solid dan disiplin. Sebuah gol dari kaki Gelson Fernandes sudah 
cukup membawa Swiss memenangkan pertandingan menghadapi Spanyol.

9. Korea Selatan 2- 1 Italia (Babak perdelapan-final Piala Dunia 2002)

            Italia harus angkat koper lebih dulu di babak perdelapan-final 
Piala Dunia 2002 setelah dikalahkan 2-1 atas tuan rumah Korea Selatan. Ahn Jung 
Hwan patut menyandang gelar pahlawan ketika menciptakan gol kemenangan atas 
Italia di menit-menit terakhir pertandingan.

            Sebenarnya kemenangan Korea Selatan atas Italia tidak akan terjadi 
seandainya saja gol yang diciptakan oleh Giovanni Trapattoni tidak dianulir 
off-sideoleh wasit Byron Moreno asal Ekuador dan memberi hadiah penalti bagi 
Korea Selatan atas pelanggaran yang dilakukan oleh barisan pertahanan Italia.

            Usai pertandingan, timnas Italia menuding bahwa telah terjadi 
konspirasi terhadap mereka. Hal ini berdasar karena sebelumnya ketika melawan 
Meksiko dan Kroasia mereka berhasil mencetak masing-masing dua gol yang 
akhirnya dianulir off-sideoleh wasit.

8. Spanyol 0- 1 Irlandia Utara (Babak penyisihan Piala Dunia 1982)

            Penampilan Spanyol di Piala Dunia 1982 sebetulnya tidak pantas 
dikatakan bagus bahkan bisa dikatakan mereka memiliki penampilan yang buruk. 
Hanya menang sekali dalam lima pertandingan, dan hanya mampu mencetak empat gol 
dimana dua diantaranya merupakan tendangan penalti yang menimbulkan kontroversi 
adalah buktinya.

            Sesungguhnya timnas Spanyol tidak akan lolos ke babak berikutnya 
tanpa bantuan wasit pertandingan. Mereka berhasil mengalahkan Honduras 1-0 
dalam laga pembuka Piala Dunia, itupun berkat gol hasil tendangan penalti 
Roberto Ufarte.

            Setelah dikejutkan dengan kekalahan ketika melawan Yugoslavia, 
timnas Spanyol kembali dikejutkan setelah mengalami kekalahan 1-0 ketika 
menghadapi Irlandia Utara. Gerry Armstrong mencetak gol kemenangan bagi 
Irlandia Utara dua menit sebelum jeda babak pertama.

7.   Argentina 0-1 Kamerun (Babak penyisihan Piala Dunia 1990)

            Pembukaan Piala Dunia 1990 di Italia disambut dengan kemeriahan. 
Argentina datang dengan predikat juara bertahan,  meskipun tidak memiliki skuad 
bertabur pemain bintang Argentina masih memiliki Diego Maradona dan bintang 
muda masa depan Claudio Caniggia. Argentina sepertinya akan memenangkan 
pertandingan kala menghadapi Kamerun yang belum pernah menujuarai Piala Dunia. 
Namun diluar dugaan Argentina harus mengakui keunggulan Kamerun. Francois Oman 
Biyik menciptakan gol bagi Kamerun di menit ke-67 pertandingan. Dan siapa yang 
menyangka jika Argentina harus dikalahkan Kamerun dengan sembilan sisa pemain 
di lapangan.

6. Prancis 0-1 Senegal (Babak penyisihan Piala Dunia 2002)

            Sama halnya dengan Piala Dunia 1990 di Italia, Piala Dunia 2002 
dibuka dengan kemenangan mengejutkan timnas asal Afrika ini. Prancis yang 
merupakan juara piala Eropa, dan memiliki pemain-pemain top skorer yang berlaga 
di Liga Inggris, Italia, dan Prancis dikejutkan oleh penampilan permainan 
timnas Senegal. Papa Bouba Diop mencetak gol kemenangan bagi Senegal di paruh 
permainan babak pertama dan merayakan golnya tersebut dengan tarian kemenangan 
khas Afrika.

5. Jerman Barat 1-2 Aljazair (Babak penyisihan Piala Dunia 1982)

            Jerman Barat mengikuti Piala Dunia 1982 dengan gelar juara Eropa. 
Selain itu timnas Jerman Barat juga memiliki pemain kelas dunia seperti Karl 
Heinz Rummenigge, Paul Breitner, Harald Schumacher, Pierre Littbarski, dan Uli 
Stielike. Tidak ada satupun yang menaruh harapan Aljazair akan memenangkan 
pertandingan, namun diluar dugaan timnas Aljazair mampu memperlihatkan 
permainan cepat yang sangat baik. Sang legenda Rabah Madjer mencetak gol 
pertama. Jerman Barat pun kemudian menyamakan kedudukan di menit ke-67 sebelum 
akhirnya Lakhdar Belloumi mencetak gol kemenangan bagi Aljazair.

4. Inggris 0-1 Amerika Serikat (Babak penyisihan Piala Dunia 1950)

            Piala Dunia 1950 merupakan Piala Dunia yang pertama bagi Inggris. 
Sementara itu, timnas Amerika Serikat mengikuti Piala Dunia 1950 tanpa memiliki 
pemain dengan kualitas dunia.

            Setelah Inggris berhasil mengalahkan Cili 2-0 di babak penyisihan 
grup, dan Amerika Serikat yang dikalahkan oleh Spanyol 3-1, tentu saja Inggris 
diunggulkan akan memenangkan laga melawan Amerika Serikat. Pemain-pemain 
Inggris mendominasi pertandingan namun tidak satupun peluang yang tercipta 
berhasil menjadi gol. Secara mengejutkan, di menit ke-38 Amerika Serikat 
berhasil mencetak gol melalui Joe Gaetjens yang membuat publik terkejut.

            Bahkan surat kabar di Inggris yang melaporkan kekalahan timnas 
Inggris 1-0 atas Amerika Serikat dianggap melakukan kesalahan ketik. Publik 
menganggap, Inggris tidak mungkin kalah dan telah terjadi kesalahan ketik hasil 
pertandingan.

3. Hungaria 2-3 Jerman Barat (Final Piala Dunia 1954)

            Hungaria tampaknya tidak terkalahkan ketika harus melawan Jerman 
Barat di Piala Dunia 1954. Dengan catatan 31 kemenangan tanpa terkalahkan dan 
berhasil mengalahkan Inggris 6-3 di Stadion Wembley membuat timnas Hungaria 
jauh diunggulkan. Hungaria mengubah sepakbola taktis dengan menempatkan empat 
penyerang di depan. Sandor Kocsis, Jozsef Bozsik, Nandor Hidegkuti, dan tentu 
saja Ferenc Puskas adalah kuartet penyerang Hungaria yang tidak tergantikan.

            Hungaria mencetak 17 gol dalam dua pertandingan babak penyisihan 
grup, termasuk mengalahkan Jerman 8-3, dan membungkam 4-2 Brasil dan Uruguay. 
Memimpin 2-0 di delapan menit pertandingan melawan Jerman Barat, Hungaria 
sepertinya akan keluar sebagai pemenangnya. Namun keunggulan Hungaria harus 
berakhir pahit ketika di menit 84 Uwe Rahn mampu membalikkan kedudukan menjadi 
3-2 setelah sebelumnya Fritz Walter berhasil mencetak gol pembangkit semangat.

2. Korea Utara 1-0 Italia (Babak penyisihan Piala Dunia 1966)

            Pertandingan antara Korea Utara dan Italia berhasil menempati 
urutan kedua dalam pertandingan dengan hasil akhir yang mengejutkan sepanjang 
sejarah Piala Dunia yang berlangsung di Inggris. Korea Utara berhasil 
mengejutkan dunia dengan kemenangannya 1-0 melawan Italia yang akhirnya 
meloloskan mereka ke babak perempat-final.

            Korea Utara berangkat ke Inggris dengan membawa predikat kuda hitam 
dan memiliki pemain yang tidak diketahui oleh dunia karena isolasi dari negara 
komunis. Korea Utara bahkan diprediksi akan angkat koper duluan dan pulang ke 
negara mereka di babak penyisihan grup. Dan sesungguhnya Korea Utara harus 
terseok-seok untuk lolos ke babak berikutnya setelah kalah 3-0 melawan Uni 
Soviet. Kemudian kekalahan 1-0 atas Cili sepertinya membuat timnas Korea Utara 
betul-betul akan angkat koper namun di menit ke-88 pertandingan Pak Seung Sin 
berhasil mencetak gol penyeimbang dan menunda kepulangan Korea Utara.

            Dalam pertandingan terakhir fase grup melawan Italia, sang legenda 
seperti Giacinto Facchetti, Sandro Mazzola, dan Gianni Rivera nampaknya terlalu 
tangguh untuk dikalahkan. Namun di menit ke-42 Pak Doo Ik menciptakan gol 
sensasional yang membuat timnas Korea Utara berhasil melaju ke babak berikutnya 
sementara timnas Italia akhirnya angkat koper dan pulang ke negaranya.

1. Uruguay 2-1 Brasil (Final Piala Dunia 1950)


"Di segala tempat terjadi bencana nasional seperti bencana yang terjadi di 
Hiroshima. Dan Hiroshima kami adalah kekalahan ketika melawan Uruguay 1950," 
tulis penulis terkenal Brasil Nelson Rodrigues. 
            Bermain di negeri sendiri, Brasil hanya membutuhkan hasil imbang 
untuk menjadi juara Piala Dunia 1950. Uruguay membutuhkan kemenangan untuk 
mencuri gelar dari saingan mereka Brasil.

            Bencana bagi Brasil akhirnya tiba di menit ke-79 dimana Uruguay 
berhasil mencetak gol yang membalikkan kedudukan, 2-1. Uruguay berhasil keluar 
sebagai juara Piala Dunia 1950 dan seluruh publik di Brasil berkabung yang 
dikenal dengan sebutanMaracanazo. Beberapa fans bunuh diri, sementara banyak 
pemain Brasil yang jadi bulan-bulanan publik.

            Kiper Barbosa dituding sebagai penyebab kekalahan Brasil dan 
menjalani sisa hidupnya dalam kesengsaraan sebelum akhirnya meninggal tanpa 
uang sepeser pun di tahun 2000. "Berdasarkan hukum Brasil maksimum hukuman 
adalah tiga puluh tahun. Tetapi saya telah dihukum selama lima puluh tahun," 
katanya sebelum meninggal dunia.



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke