kalo pertanyaanya bisa tdk yah pasti bisa. itu kan
tergantung bakatnya.

tapi kalo pertanyaanya apakah diajarkan ilmu cenayang
di fakultas psikologi, jawabanya tidak.

Terima kasih buat perhatian elo ke gue, mudah-mudahan
gw tidak lupa sama nasehat lo, got.

tapi untuk mengontrol perilaku rekan-rekan seprofesi
gw...itu hal yang luar biasa sulit. bayangin aja di UI
aja kira2 200 org psikolog dari 4 bagian yg berhasil
di sumpah, belum dari univ. yg lain. so, sebagai klien
dari profesi psikologi lo berhak untuk memantau dan
melaporkannya ke HIMPSI (seperti IDI di kedokteran),
ini akan lebih efektif --> masyarakat ikut berperan
sebagai polisi profesi.

namun, sebagai klien kalian juga harus jujur: bahwa
informasi yang kalian berikan adalah yang sebenarnya
bukan dari hasil "belajar". Misalnya untuk tes yang
menghitung dari bawah ke atas...kalian berpikir (entah
dari mana dapat infonya) kalau yang terbaik adalah
yang datar!!! Benarkah???? kembali lagi tergantung,
apakah perusahaan perlu yang datar, meninggi, atau
menurun. Dari sini jelas, kalau itu bukan yang kalian
buat sendiri -->ada usaha untuk membuatnya datar
berdasarkan info yang beredar (entah dimana?).

nah kalo gini jangan salahkan psikolognya. seperti
pada tes urin kalian kasih urin orang lain untuk di
tes ternyata hasil tes menunjukkan diagnosa positif
hamil...apakah si pemeriksa yang salah???? Begitu juga
pada tes psikologi. urinnya adalah jawaban anda pada
tes, wawancara, dan perilaku, hasilnya diagnosa
individual. alat ceknya PSIKODIAGNOSTIK. Metodenya:
wawancara, tes, observasi, dan pengumpulan bahan.

sebenarnya yg gw tawarin kemarin ke kalian adalah
pemeriksaan psikologis lengkap. dimana kalian akan
mendapatkan hasil tesnya (disebut psikogram) dan
diberikan kesempatan untuk mempertanyakan keraguan
kalian terhadap hasil tes tersebut dan kalian juga
bisa "melihat" bukti2 yg mendasari kesimpulan
tersebut. namun terbatas pada masalah pekerjaan bukan
masalah yang sifatnya klinis/keabnormalan. Misalnya
kenapa selalu gagal mendapatkan pekerjaan --> bisa aja
memang tidak mampu, bisa saja karena tidak sesuai
dengan permintaan perusahaan. kan lebih mudah mencari
jabatan yang sesuai dengan minat, bakat , dan
kemampuan kalian.

satu hal, hati-hati dengan mal praktek!!!!
psikolog tidak sama dengan sarjana psikologi -->
sarjana kedokteran bukanlah seorang dokter.

pisahkan peran psikolog, antara kedekatan mereka
sebagai teman/sahabat dan mereka sebagai profesional
di bidang psikologi...

SEKALI LAGI TERIMA KASIH BUAT PERHATIAN KALIAN....HOPE
ITS ALL GONNA BE GOOD EXPERIENCES TO MY STEP IN THE
NEXT DAY....


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
The all-new My Yahoo! - What will yours do?
http://my.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/qxiolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bonsi97/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke