Perlu Anda catat, promosi jabatan didapat bukan semata-mata karena
kepintaran dan kemampuan kita dalam mengerjakan tugas. Tapi, kemampuan itu
harus didukung sikap, kebiasaan, dan perilaku simpatik. Makanya jangan
heran jika ada karyawan yang cukup cerdas dan potensial tetapi tidak
kunjung mendapatkan promosi jabatan. Penyebabnya tak lain dan tak bukan
adalah karena sederet kebiasaan buruk yang kerap dilakukannya.

So, berikut ini beberapa kebiasaan buruk yang dapat menghambat promosi
jabatan Anda yang patut Anda waspadai, plus solusi singkatnya:

- Selalu terlambat
Keterlambatan yang sering Anda lakukan seperti terlambat datang ke kantor,
telat menghadiri rapat, dan telat menyelesaikan tugas akan memperburuk
reputasi Anda di kantor. Atasan dan rekan Anda akan turut merasa dirugikan,
karena siapapun paling 'kesal' jika harus menunggu, apalagi menunggu dalam
jangka waktu yang lama. Keterlambatan ini, mengesankan bahwa Anda tidak
mempedulikan dan tidak memikirkan kepentingan orang lain.

Kiat mengatasinya, cobalah untuk lebih menghargai waktu. Buatlah perkiraan
yang lebih realistis mengenai perjalanan Anda dari rumah ke kantor. Jika
Anda membutuhkan waktu 15 menit ke kantor, berangkatlah minimal 20 menit
sebelumnya untuk mengantisipasi kemacetan, dll. Begitu juga dalam
menyelesaikan tugas. Setiap kali Anda tepat waktu baik hadir di kantor atau
menyelesaikan tugas catat dalam agenda Anda dari hari ke hari, sampai Anda
benar-benar bisa menghargai dan menepati waktu.

- Sering mengeluh
Banyak mengeluhkan berbagai hal, seperti mengeluhkan beban pekerjaan,
mengeluhkan bos, dan teman-teman, akan mengurangi kredit point yang telah
terkumpul. Apalagi jika keluhan itu bernada negatif misalnya sampai
menjelek-jelekan bos dan manajemen perusahaan. Hal ini jelas akan
menurunkan kredibilitas Anda sebagai karyawan. Anda akan dicap emosionil
dan tidak bisa mengontrol diri. Lebih baik Anda bicarakan atau diskusikan
secara terbuka dengan atasan tentang ketidakpuasan Anda.

- Sering lupa
Sifat pelupa memang sering menjadi penyakit manusia. Kadang, saking
banyaknya detail pekerjaan membuat Anda lupa seperti lupa nama klien, lupa
nomor telepon yang akan dihubungi, lupa jadwal pertemuan penting, bahkan
lupa batas waktu menyelesaikan tugas. Hal ini akan menimbulkan kesan bahwa
Anda teledor dan tidak menaruh minat pada pekerjaan.

Untuk mengatasinya, buatlah jadwal penyelesaian tugas dari tahap persiapan,
pelaksanaan hingga tahap penyelesaian akhir. Lengkapi dengan rencana kerja
yang matang. Catat selalu daftar nama klien atau siapa saja yang harus Anda
hubungi beserta nomor telepon yang dapat dihubungi. Catat semua detail yang
berkaitan dengan tugas Anda dan tempelkan di meja agar Anda mudah
mengingatnya.

- Tidak memiliki prioritas
Dalam bekerja Anda harus memiliki prioritas. Meninggalkan satu pekerjaan
yang belum selesai untuk mengerjakan tugas lain menimbulkan kesan bahwa
Anda tidak punya prioritas. Mungkin maksudnya ingin buru-buru menyelesaikan
pekerjaan yang berikut tapi akhirnya pekerjaan yang Anda tinggalkan jadi
terbengkalai. Langkah seperti ini membuat kualitas dan kuantitas pekerjaan
Anda tidak optimal. Untuk itu jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan
dalam waktu bersamaan buatlah daftar prioritas dan alokasikan waktu untuk
menyelesaikan tugas berdasarkan prioritas. Jika tugas Anda berkaitan dengan
rekan Anda, kompromikan cara penyelesaian tugas tersebut.

- Kekanak-kanakan
Sikap childish atau kekanak-kanakan bisa terlihat dari beberapa hal.
Misalnya dari cara bicara dan tingkah laku Anda. Sikap kekanakan membuat
Anda tidak punya wibawa dan kharisma. Biasanya sikap kekanakan dibarengi
dengan suka 'ngambek' jika ada hal yang kurang berkenan. Misalnya sehabis
ditegur bos, Anda akan ngambek dengan tidak mau mengerjakan tugas. Atau
jika Anda mendapat tugas yang tidak disukai, Anda akan pasang wajah
cemberut. Sikap seperti ini jelas sangat tidak menunjang kredibilitas Anda
untuk promosi jabatan. Sebagai seorang profesional, Anda dituntut mampu
menampilkan citra diri yang matang dan bertanggung jawab. Tinggalkan sikap
kekanakan yang merugikan. Biarlah sikap kekanakan itu hanya merupakan
bagian dari masa kanak-kanak Anda.

- Selalu membela diri
Membela diri selama menganggap diri Anda benar memang wajar. Karena setiap
orang pasti memiliki naluri untuk melindungi dirinya sendiri. Namun kalau
setiap kali atasan atau bos mengkritik Anda dan Anda selalu berkilah, akan
menimbulkan kesan bahwa Anda anti kritik dan selalu menganggap diri Anda
benar. Sikap defensif seperti ini akan memperlebar jarak antara Anda dan
atasan. Ia akan merasa tidak nyaman bicara dengan Anda. Hingga pada
akhirnya Anda tidak akan pernah lagi mendapat masukan sekalipun yang
berharga. Jelas ini merugikan Anda bukan..? Sebelum terlanjur, ubahlah
kebiasaan ini. Jika Anda ingin mengemukakan argumentasi, lakukan dengan
cara simpatik. Jika Anda mendapat teguran karena Anda salah, cobalah untuk
menerima sebagai konsekuensi dari tindakan Anda.

Nah sekarang, cobalah analisis kembali diri Anda. Usahakan untuk menghindar
dari daftar kebiasaan buruk itu. Sehingga kesuksesan yang sudah dalam
genggaman tidak akan terlepas lagi. Kemungkinan untuk mendapatlam promosi
jabatan pun akan lebih terbuka.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/KZzaMD/.WnJAA/HwKMAA/qxiolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bonsi97/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke