Note: forwarded message attached.


Blab-away for as little as 1ยข/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.

YAHOO! GROUPS LINKS




--- Begin Message ---

Note: forwarded message attached.

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

--- Begin Message ---
 
  
 
 
  Mungkin berguna bagi para wanita ya.
 
 
 
   Please spread this out....
 
 
   Hati-hati berjalan kaki di tempat gelap....(antara summitmas dan jemb  penyeberangan ratu plaza)
 
   Dear All,..
 
   Membaca dua kisah yang saya dapatkan  lewat milist membuat saya teringat akan kejadian yang juga menimpa saya sekitar  tahun lalu... tapi saya lupa tepatnya tanggal berapa...
 
   Saya operational  auditor restoran bakmi di Jakarta, sehingga tugas saya berkeliling dari satu  outlet ke outlet yang lain.
 
   Hari itu kebetulan saya bertugas audit ke  outlet yang ada di Electronic City, SCBD. Sore hari sekitar jam 6 sore, selesai  audit saya pulang menuju halte busway Polda.
 
   Tak ada kejadian yang  mencurigakan. Semua berjalan normal, banyak pegawai kantor yang keluar dari  gedung Artha Graha dan BEJ menuju halte Polda.
 
   Ketika mendekati halte,  dekat persimpangan saya ditampar seorang wanita. Saat itu saya sedang berjalan  membawa 2 tas. Satu tas berisi barang pribadi seperti dompet, HP, camera  digital, dkk dan satunya lagi dokumen audit.
 
   Terus terang saya  terperanjat, tidak menduga sama sekali. Mimpi apa semalam hingga tiba2 ditampar  di depan umum seperti itu. Dongkol juga...
 
   Dia memaki  saya...melotot...saya tidak peduli dengan dia, dan berpikir positif mungkin saja  dia sedang meluruskan tangan dan terkena pipi saya... (saya mencoba positive  thinking karena malu di depan umum...). Rasanya seh sedikit panas dan  pedih.
 
   Refleks, saya langsung memeluk kedua tas saya itu  erat2...
 
   Ajaibnya,.. hanya beda sepersekian detik, ada 3 orang pemuda  dari arah belakang saya menanyakan kabar saya, mencoba memberikan bantuan dengan  bersimpati kepada saya, menanyakan apakah saya bermasalah dengan wanita  tersebut.
 
   Saya masih ingat dengan jelas mereka menawarkan bantuan  memegang tas saya sehingga saya bisa membalas tamparan wanita tadi. Saya sempat  menoleh ke belakang, melihat apakah wanita itu baik2 saja... ternyata... dia  sedang menggeram kepada saya...dan memandang benci, langsung saja saya berjalan  cepat menaiki tangga menuju loket busway. Ketiga pemuda tadi terus mengejar  saya, hingga saya tiba di ujung tangga halte.
 
   Well...saat itu ada banyak  orang, pegawai kantoran yang sama2 berjalan dengan saya, tukang ojek motor, joki  three in one, semuanya hanya memandang kejadian yang saya alami tanpa  ekspresi.
 
   Saat menghindari kejaran 3 pemuda tadi, dan saya melewati  tukang ojek motor, seorang diantara tukang ojek berseru kepada saya agar saya  lebih berhati2...
 
   Ada kemungkinan wanita yang menampar saya sekongkol  dengan 3 pemuda tersebut... berharap emosi saya tidak stabil, balas mengejar,  mencaci dan menampar wanita tadi sehingga saya lengah dan tas2 saya pun  raib...
 
   Puji Tuhan saya berpikir positif saat itu... sehingga selamat  tiba di rumah. Semoga pengalaman ini dapat dijadikan perhatian untuk teman2  semua...
 
   Jangan lupa untuk selalu berdoa, waspada dan berpikir positif  ya???
 
   Regards,...
   yang mengalami langsung kejadian  tersebut
 
   ^_^
   Sherly
 
   lisa yanti <[EMAIL PROTECTED]>  wrote:
 
   Dear All,
   Ini bukan issue rasialis tapi untuk ke hati2an  teman-teman.. tidak ada maksud untuk mendiskrisminasikan pihak manapun dari suku  manapun. Sebaiknya memang kita harus berhati-hati dalam dalam segala situasi dan  berdoa setiap saat.
 
   Love,
   Lisa
 
   Jie, please release ke  milis lu.....
 
   Dear All,
   Untuk teman-teman yang sering berjalan  di trotoar Jendral Sudirman, baik antar gedung ataupun menuju Halte busway  terdekat... hati-hati.... Terutama teman-teman yang masih keturunan Chinese...  Maaf, saya bukan mengumbar isu SARA di sini. Melainkan, pure sharing supaya  teman-teman extra berhati-hati, jangan sampai terkena juga.
 
   Saya,  ibu beranak satu, seorang konsultan pajak. Pada hari Rabu, tgl 1 Feb 2006 yang  lalu, saya sedang visit (fieldwork) ke klien saya yang bertempat di gedung  summitmas, Jend Sudirman (sekitar seberang Ratu Plaza). Biasanya kalo bawaan  tidak banyak, pulang saya naik bus transjakarta (busway) dari halte ratu plaza.  Tp hari itu saya hendak dijemput dari ratu plaza. Trotoar jalan sudirman antara  Gedung summitmas dan halte busway ratu plaza memang agak gelap, dinaungi  pohon-pohon. Selama ini pun klo berjalan kaki sepanjang
   gedung summitmas  menuju jembatan penyebrangan, saya selalu berdoa ekstra dalam hati, dan jalan  cepat-cepat. Terus terang namanya gelap, pasti agak takut. Tp hari itu,  kebetulan tidak jauh di depan saya ada orang (perempuan). Dlm hati saya, Wah,  tumben ada temen jalan. Paling gak sepanjang jalan gelap ini, pas ada orang yang  jalan kaki juga, mau ke arah
   jemb penyebrangan. Syukur deh. Siapa yang  sangka, sekitar kedudukan saya berjalan kaki sejauh 150 meter sekeluar saya dari  gedung summitmas. Speed saya tetap, tp perempuan depan saya itu berubah. Dia  jadi dibelakang saya. Dan seketika menjambak rambut saya. Alamaakkkk,  sakitnyaaaaa.....
 
   Kejadian begitu cepat. Saya tahunya dijambak, yah  karena efek sakit lumayan yang timbul setelahnya. Saya berhenti berjalan dan  menengok ke belakang.. Eh.. perempuan itu sedang melotot, MEMANDANG DENGAN PENUH  KEBENCIAN kepada saya dan membentak...HEEEEEE!!!! MAU MALING LUH YAH??? Saya  sudah tidak ingat, saya bergumam atau mengeluarkan suara yang cukup kedengaran,  tp saya ada menjawab, Gila kali luh yah??!!! Teman-teman, waktu itu saya pakai  kemeja, celana panjang, berblazer, bersepatu hak tinggi, bahu kanan membawa  laptop yang dijejal dengan dokumen juga, tangan kiri membawa tas kerja. Ribettt  deh..... Excuse me???? Mau malinggg????!!! Terus perempuan itu lanjut, EMANG  DASAR CINA LUH!!! (maap) BABI LUH!!! ANNJJJINGGGG LUHHH!!!!.... de el el de el  el.... Perempuan ini benar-benar sekuatnya berteriak, memaki dengan penuh hawa  nafsu kebencian. Wkt dibilang mau maling, saya kaget. Tp kalimat kedua, sumpah  serapah, saya shocked, shocked sekali. Saya sempat
   bingung, mau jalan terus  ke jembatan penyebrangan (masih setengah jalan lagi) or naik taksi yang lewat.  Perempuan itu terus memaki-maki, dengan kalimat lebih kurang sama. Saya sempat  meminta tolong kepada orang yang akhirnya ada lewat juga. Tp mereka menghindar.  Saya bingung-bingung aja, tp lalu saya putuskan meninggalkan tempat kejadian  sesegeranya, naik taksi.
   Waktu saya melambai manggil taksi, taksi pertama  tidak berhenti (mungkin order). Si perempuan itu masih terus berteriak-teriak,  DASAR CINA!!! ANJING!!! BABIIII LUHHH!!! MAU KABUR LUH YAH???? PERGI LUUUHH!!!  PERGIIIII!!! CINA!!! ANJING!! BABI!!! De el el de el el  berulang-ulang....
   Aduhhhh saya makin takutt...Taksi kedua yang saya  lambaikan berhenti... Saya naikkk... Selamaaaatt..........Akhirnya.. Aduhhhhhh  hhhhhhh!! Saya takuutt sekali, di taksi baru efek traumanya keluar, saya agak  gemetar, dan mulai nangis (belum sesenggukan), cuman air mata mengalir  aja...
 
   Saya raih handphone saya, mau mengadu pada suami saya (di luar  negeri). Waktu itulah saya sesenggukan. Saya butuh ditemani segera, saya ke  tempat adik saya di Bina Nusantara (yang memang semulanya mau menjemput di Ratu  Plaza). Masih dengan sesenggukan, di sana saya dipeluk dan dihibur oleh adik  tercinta.
 
   = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
 
   Teman-teman, klo saya bertemu lagi dengan perempuan ini, saya pasti  ingat. Ciri-cirinya, agak tinggi berisi sekitar 162cm-165 cm, dari suku Batak  atau Ambon (tidak ada maksud lain selain saya menjelaskan di sini), lebih  kurangnya. Klo tidak sedang memaki atau melotot, mungkin sebenarnya tampangnya  lumayan juga. Dia membawa tas dikempit di ketiak kiri. Pakaiannya kemeja,  memakai rok. Pakaian tua, tapi rapi. Rambutnya ikal, panjang dikuncir.  Sepertinya orang ini psycho, anti Cina. I dont know.... Reaksi teman-teman if  only you were the one who experienced it mungkin berbeda-beda. Mungkin melawan,  berusaha meluruskan atau apa aja. Saran saya tinggalkan tempat kejadian segera.  Mungkin juga apa yang saya alami itu sebenarnya awal dari modus perampokan yang  baru. Karena klo saya ingat2 dan ingat2 lagi, perempuan ini sedang menunggu di  jalan waktu saya keluar dari batas pagar summitmas. Mungkin perempuan ini memang  sudah menunggu target.
 
   Saya ada sharing cerita ini kepada teman kantor  saya. Salah satunya sekitar 2 tahun lalu, pernah terkena kasus serupa di depan  Sudirman Square Office Towers (dulu namanya masih Danamon Aetna). Di depannya,  klo sudah sore ke malam, ada jualan bertebar begitu bukan? Nah, teman saya  tiba-tiba ditampar tanpa alasan oleh seorang perempuan bercirikan sama (tp  rambutnya tidak begitu panjang, mungkin karena 2 thn lalu?). Teman yang sama  pernah juga di bus P86, duduk di sisi bangku yang tiga dekat jendela, tengah ada  orang, dekat aisle ada perempuan. Perempuan yang dekat aisle berusaha menampar  teman saya yang duduk dekat jendela, tp gak nyampe sepenuhnya. Sehingga Cuma  pedih-pedih dikit aja di pipi. Masih juga oleh perempuan bercirikan  sama.
 
   Aduh, teman-teman, pokoknya hati-hati yah.. Kita perempuan, baik  Indonesia asli ataupun keturunan Chinese, sebaiknya menghindari tempat gelap.  Anytime, anywhere, anything can happen to us. Always pray to our Lord.. Mohon  perlindunganNya senantiasa....Amin..
 
   Salam,
   Sari
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Attachment: IMSTP130.gif
Description: GIF image


--- End Message ---

--- End Message ---

Kirim email ke