Kebetulan saat terjadi Gempa di Jogja. Aku ada disana di rumah teman belakang Taman Makam Pahlawan (Kuburan Gajah) dan Alhamdulillah Aku dan rombongan gak ada yang terluka.
Ceritanya pagi-pagi habis mandi sekitar jam 1/2 enam lewat, kami sedang ngobrol di teras, Saat itu teman saya si pemilik rumah sedang keluar mencari sarapan pagi, dan 2 orang sedang mandi, Satu di kamar mandi dalam dan yang satunya lagi di kamar mandi samping.
Tiba-tiba saya merasa goncangan yang pelan terus membesar gak sampai 1 detik. Saya langsung sadar ini gempa. Segera saya teriak untuk memberi tahu yang lain dan keluar rumah. Gempa itu sekitar 10 detik (kayaknya) tapi sudah merontokkan rumah yang aku tinggali itu.
Saya ingat teman saya ada yang sedang mandi. gak lama yang ada di kamar mandi samping lari dari jalan setapak samping rumah karena dia lari ke belakang rumah yang kebetulan sawah. Temen aku yang satunya lagi Alhamdulillah selamat, padahal dia kekurung di kamar mandi dan terhalang dengan ranjang besi yang menutup pintu (kegeser karena gempa). Memang kebesaran Allah, kalau dia bisa keluar dari kamar mandi, hampir dipastikan dia akan tertimpa perabot rumah yang mayoritas dari kaca (guci, Lampu gantung, hiasan keramik dan yang hancur gelas minum kami).
Setelah gempa, kami sempat menolong beberapa orang yang luka-luka dan setelah 2 jam kami bertolak kembali ke jakarta.
Ditengah perjalanan, terjadi kekacauan. Jalanan banyak puing-puing, ambulance & mobil yang mengangkut korban berseliweran & warga yang keluar rumah. Sampai hampir di jalan malioboro, kami dialihkan arusnya lewat keraton. Disitu timbul kepanikan lagi. Banyak warga yang teriak "Banyu!!!!" , "AIR, balik arah".
Asli. Saat itu stress sekali. Warga ada yang lari, naik motor, naik becak dimana yang naik & yang ngenjot sama-sama pucet.
Yang kebayang tragedi ACEH, Sekarang, aku ada di tengah-tengah nya. Arah yang dituju adalah tempat yang tinggi. Saya & rombongan terbawa arus ke arah magelang. Semua jalan macet. Polisi hampir gak kelihatan.
Ditengah kemacetan saya menyalakan radio, dan baru jelas kalau Tsunami itu hanya Isyu. Lega lah. Perjuangan kami menembus lautan mobil, motor & manusia. Akhirnya kita semua baru bisa lepas dari semua itu sekitar pukul 11.00 siang. Karena sudah terlanjur arah magelang, kami pulang lewat semarang & pantura, Alhamdulillah gak ada kejadian lagi yang berarti. Saya sampai di jakarta hari minggu pukul 2 dini hari.
Kejadian ini peringatan bagi kita semua, kususnya saya yang selamat dari bencana ini. Saya masih diberikan kesempatan untuk bertaubat. Gak sepatasnya kita ini sombong.
Nikmat apa lagi yang kamu Ingkari........
Selagi ada kesempatan, Bertaubatlah....
Semoga semua yang menjadi korban bencana gempa, bisa tabah menghadapi cobaan ini. Dan segala yang ada di dunia ini hanya milik Allah SWT.
Amin
SPONSORED LINKS
| School education | Jakarta | Pre school education |
| Bonsi tree |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "bonsi97" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
