Zurya Amalina
Daewoo
International Corp.
Jakarta
Representative
P : 5204520
F : 5203478
C :
08158822279 - 081808882879
E :
[EMAIL PROTECTED]
From: wahyu [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 09 Juni 2006 11:52
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Bendera Belanda berkibar
di Papua
· Subject:
Bendera Belanda berkibar di Papua
Ini sungguh kejadian yang menjengkelkan.
Satu bentuk pelecehan nasionalisme kita.
Siapapun terusik.
Bendera Belanda pekan lalu di Gunung Jaya Wijaya sudah mulai berkibar.
Campur tangan asing makin kentara.
Sekjen Dewan Papua Thoha Al Hamid menceritakan kepada saya semalam.
Tentu berkibarnya bendera Belanda membuat aparat polisi meradang. Maka
satu peleton polisi pun dikirmi ke sana. Mereka
merayap, siaga penuh.
Sambil mengendap-endap, senjata laras panjang pun mulai terkokang. Sang
komandan sesekali berkomunikasi melalui HT. Dalam jarak 100 meter
mereka
mengepung rumah itu. Semuanya siaga penuh.
Wajar saja. Mereka geram, karena tidak hanya bendera OPM yang sering
berkibar di sana.
Kini malah bendera Belanda.
Papua memang ibarat kubangan tambang emas. Baik Amerika maupun Uni
Eropa semua berebut menambang kekayaan alam di sana. Diam-diam, perang
kepentingan sudah berkecamuk keras.
Meski sebenarnya pemerintah Indonesia
masih adem ayem saja.
Lima polisi
kemudian menggebrak rumah itu. Para penghuni
histeris. Jhon
Mambo, pemilik rumah, meski dikepung dua peleton polisi tetap tenang
saja. Ia yang berprofesi pengacara tentu tahu prosedur. Katanya, "Ada
apa
ini",
Polisi pun nyaut, "Anda mengibarkan bendera Belanda, Anda kami tangkap,
Ayo ke markas" satu polisi menarik keras Jhon. Tapi tangan kekar Jhon
menampiknya. Ia tidak kalah galaknya. Katanya, "Bapak ini kurang
kerjaan, apa? Saya memang mengibarkan bendera Belanda. Karena saya
pendukung
kesebelasan Belanda. Lihat tuh... !!!" Jhon menunjuk kepala suku yang
rumahnya berjarak 200 meter ke arah bawah. "Itu bendera Brasil
berkibar...."
Polisi tahu dirinya keliru langsung beringsut, undur diri.
"Waduhh...Maafkan kami, kami kira ada campur tangan asing di sini",
dan
mereka pun balik kanan, "Bubar....Bubar... Jalan...!!" sebagian
mereka
cekikikan dan ada juga yang berguman geram, "Sialan!"
__._,_.___
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___
|