------ Forwarded Message
From: delta <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 29 Nov 2006 15:14:42 +0700
Subject: FW: Artikel: Indonesia Aku Cinta kamu



Rgds,
Delta

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, November 23, 2006 4:43 PM
Subject: Artikel: Indonesia Aku Cinta kamu





halo sahabat,

sering kita merasa bahwa kesempatan orang lain selalu
lebih besar. Rasanya kita
tidak pernah merasa cukup. Dengan segala macam yang
kita peroleh kita masih
saja merasa bahwa hidup orang lain selalu kelihatan
lebih enak.

saya pernah ketemu teman kerja yang Magang dari
Perancis. Dia (perempuan)
mengatakan bahwa hidup di Indonesia lebih dinamis,
lebih hidup. Di sana
(Perancis) kalau jalan-jalan naik bus kota isinya
orang pada tua-tua... dan
harus emndahulukan orang tua, rasanya sungguh banyak
biaya negara untuk
mengurusi pensiunan.

Jadinya negara seperti negara pensiunan. Apalagi lihat
bangunan di Jakarta ,
setiap bulan muncul gedung baru. Disana kalau bikin
gedung baru bisa masuk
penjara kalau belum ada ijin merobohkan bangunan kuno.

Bangunan kuno? kita pikir bangunan kuno itu eksotis,
itu karena di sebelahnya
ada bangunan modern, maka jadi eksotis, namun kalau
seluruh Paris atau Amsterdam
atau Den Haag isinya gedung kuno, yah hanya bagus buat
difoto saja.
Kenyataannya, di setiap gedung jarang ada lift.
Belanja di toko naik lantai 3
naik tangga.

Kita merasa hidup di Indonesia rasanya tidak ada
kepastian hukum. Coba
bayangkan sebulan saja kita di Singapore , kita bisa
masuk penjara... kita
merokok di tempat umum masuk penjara, makan permen
karet masuk penjara, meludah
di Bus kota , masuk penjara, iseng merusak cat mobil
orang lain, langsung masuk
penjara.

Kita pikir, seperti di Indonesia kita bisa kabur kalau
sudah melanggar lampu
merah. Di Singapore kita tidak bisa transaksi di Bank
atau ke luar negeri kalau
belum membayar tilang.

Lalu kita pikir, kartu kredit bisa diakalin karena
kita kenal Eggi Sujana, di
Singapore kalau kita tidak membayar kartu kredit,
jangan harap kita bisa membuka
tabungan.

Di Amerika kita bisa belanja di Hypermarket kredit
(Bayar bulanan), atau bisa
dikembalikan dalam beberapa hari kalau tidak cocok,
namun bayangkan, kita bisa
masuk penjara kalau binatang peliharaan kita tidak
terurus. Disini kita
memperjuangkan HAM, disana yang ada Perikebinatangan.
Hak-hak binatang jelas
ada undang-undangnya.

Bayangkan kalau di depan rumah kita ada kucing yang
kurus kering dan kita
bingung mau dikasih makan, eh ternyata dilaporkan
tetangga sebelah dan polisi
datang, he he masuk penjara atau denda.

Kita pikir di Tokyo cewek cantik-cantik, kenyataannya
di Tokyo sesorang yang
sukses (Manajer) hari ini bisa mati 2 hari lagi kalau
kena PHK. Karena disana
orang tidak sanggup bayar sewa rumah (mahal sekali),
dan jangan harap bisa
numpang rumah teman atau saudara, karena masing-masing
sudah kesusahan dan ego
nya tinggi, maka dia akan merasa malu kalau dibilang
gagal, dan lebih baik mati
kedinginan di kolong jembatan.

Kita pikir kolong jembatan di akarta enak banyak angin
paling juga banyak
nyamuk. Kolong jembatan di Tokyo temperaturnya bisa
minus 2 derajat celsius.
Kita pakai segala macam jaket, jas, selimut juga masih
nembus.

Kita pikir orang Jakarta egois, ternyata di Tokyo yang
banyak adalah toko-toko
jasa pemeliharaan kecantikan binatang. Kolam renang
untuk binatang peliharaan,
salon anjing, salon kucing, bahkan acara TV untuk
anjing. Isinya ikan-ikan di
akuarium.

Kita pikir kita bisa beli kucing lucu atau minta
tetangga. Di Tokyo anjing dan
kucing jarang yang asli, kebanyakan robot.

Di Hong Kong banyak cewek cantik-cantik, apalagi kalau
jalan cepat banget,
rasanya seperti kita mengejar Bus di Cawang.
Kenyataannya di Hong Kong banyak
pasangan yang menunda pernikahan karena tidak mampu
membeli rumah bahkan
mencicil. Apartemen model rumah susun saja harganya Rp
2 Milyar cicilannya Rp
10 juta per bulan. Makanya kalau makan bersama cewek
di Hong Kong pastikan
bayar sendiri-sendiri. Teman saya orang Singapore
bikin perjanjian nikah, siapa
yang bayar listrik, bayar susu, bayar uang sekolah,
bayar pembantu, bayar masak,
bayar rekreasi, bayar popok bayi, tidak semua
ditanggung suami, biasanya 50-50
termasuk yang cuci baju. Cuci baju sih oke paling
tinggal masukin Electrolux
tapi setrika?

Di Jakarta kita bisa banyak memperoleh segala macam
dibayar dengan kasih sayang.









________________________________________________________________________
_______
Visit us at www.coca-colabottling.co.id

CAUTION: 
This message may contain privileged and confidential information
intended only for the use of the addressee named above. If you are not
the intended recipient of this message, you are hereby notified that any
use, dissemination,distribution, or reproduction of this message is
prohibited. If you have received this message in error, please notify
Coca-Cola Bottling Indonesia immediately. Any views expressed in this
message are those of the individual sender and may not necessarily
reflect the views of Coca-Cola Bottling Indonesia.


------ End of Forwarded Message


Kirim email ke