---------- Forwarded message ---------- From: My Confession Date: Mar 13, 2007 1:41 AM Subject: Buat Gay di Kudus
Buat Gay di Kudus <http://myconfession.blog.com/1603872/> Waktu sudah banyak berlalu, saya sudah tidak tahu lagi kaya apa perkembangan gay di wilayah Kudus. Dulu, saya sering menangis karena merasa bahwa ruang lingkup saya selama tinggal di kudus itu sempit. Gerak gerik saya pasti banyak yang menyoroti apalagi keluarga saya dianggap sebagai keluarga yang terpandang begitu kata orang. Semasa SMA (tahun 1983-1986) tidak pernah ada aktivitas seksual yang saya lakukan kecuali hanya mengagumi pemain film bioskop ataupun kakak kelas. Hingga akhirnya saya diterima di PTN di Semarang. Kudus pada waktu itu sepi saya sering nongkrong dan nangis sendirian di Simpang tujuh sampai malem. Tapi aktivitas gaypun masih minim tapi saya berkeyakinan pada suatu saat Kudus akan tumbuh menjadi kota yang lebih maju dan kaum gay pun maju dan memulai eksistensinya. Hari demi hari, tahun demi tahun berlalu dikala saya pulang dari Semarang saya masih setia dan nongkrong di Simpang Tujuh (tahun 1986-1991). Hingga akhirnya tumbuh juga pusat keramain baru saat itu lengkap dengan Plaza yang megah untuk daerah itu lengkap dengan tugu copy menara kudus. Akhirnya sayapun pindah untuk nongkrong di tempat itu. Pelan pelan saya temukan segelintir dua gelintir orang yang "nyebong" disana lengkap dengan segala permasalahn yang ada. Setelah 20 tahun berlalu tepatnya tahun 2004 kegalauan gay di kudus sudah banyak menujukkan eksistensinya dari perancang mode, salon serta beberapa orang yang masing masing punya profesi dan pekerjaan tetap pada bergabung membentuk suatu paguyuban sekong mania di Kudus. Mereka kadang membuat semacam acara untuk gathering sambil silaturahmi khusunya Hari Raya di tempat yang mereka tentukan. Lucunya, meskipun saya sudah lama tidak berada di Kudus, beberapa dari mereka bahkan masih mengenal siapa saya dan bahkan orang yang belum pernah ketemu sayapun menganggap mereka kenal dengan saya. Apakah saya termasuk leluhur dari mereka atau cikal bakal dari mereka, saya tidak tahu. Cuma sebagai teman, sejawat dan leluhur saya hanya berpesan jagalah persatuan diatara kalian. Soalnya kadang mereka emosional dengan acara seperti rebeutan cowok dan sebagainya. galanglah persatuan dan kesatuan diantara kaum binaan. Lakukan kegiatan yang mengarah ke positive activities dan tetaplah eksis meskipun badai selalu mengancam. Ingat Badai pasti berlalu..... Link <http://myconfession.blog.com/1603872/>

