Selasa, 22 Februari 2005 384 Tatung dan Lauya Dipastikan Beraksi Marakkan Cap Go Meh di Singkawang
Singkawang,- Sebanyak 384 tatung dan lauya dipastikan akan beraksi ketika pelaksanaan Cap Go Meh tahun 2005 di Kota Singkawang yang mayoritas penduduknya etnis Tionghoa. Menurut Sekretaris Panitia Pelaksana Cap Go Meh Kota Singkawang, Bong Cin Nen SPd kepada Pontianak Post, sedikitnya 384 tatung dan lauya akan beraksi ketika pelaksanaan Cap Go Meh. "Tatung dan lauya yang sudah terdaftar di secretariat dan tinggal beraksi lagi," jelas dia. Disebutkan Bong Cin Nen, ada dua altar persembahan yang didirikan oleh panitia pelaksana yakni di Jalan Sejahtera dan Budi Utomo. Di jalan Sejahtera, kata Bong Cin Nen disebut altar I dan di Jalan Budi Utomo disebut altar II. "Di altar I tatung dan lauya terdaftar sebanyak 297 orang dan altar II sebanyak 87 orang," kata Bong Cin Nen yang didampingi oleh Beni Setiawan sebagai ketua panitia di altar I. Mengenai atraksi tatung dan lauya yang mampu menyedot perhatian publik dan wisatawan, Bong Cin Nen menyatakan panitia tidak mentargetkan berapa kunjungan wisatawan dari luar negeri. "Kita berharap sebanyak-banyaknya datang ke Singkawang untuk menyaksikan pelaksanaan Cap Go Meh di Singkawang." Diakui anggota dewan Singkawang dari Partai Golkar ini, setiap tahunnya wisatawan banyak yang berkunjung ke Kota Singkawang untuk menyaksikan Cap Go Meh dari dekat. Pengusaha travel A Bui menyatakan, sejak beberapa pekan tiket pesawat jurusan Jakarta, Surabaya, Medan ke Pontianak sudah penuh. Bahkan dari luar negeri seperti Taiwan, Cina, dan sebagainya tiket pesawat pun sudah penuh. "Banyak dari masyarakat ingin menyaksikan secara langsung pelaksanaan Cap Go Meh," kata A Bui yang di temui Pontianak Post di Jalan Pai Bakir Singkawang, kemarin. Sementara itu, kemarin puluhan tatung dan lauya sudah beraksi di depan masyarakat yang ingin menyaksikannya. Sebelum beraksi mereka melakukan ritual di vihara-vihara yang ada di Kota Singkawang. Seperti yang terlihat di vihara Cetya Tri Dharma Adhi Mokka Jalan Diponegoro dan Tri Dharma Pusat Kota Jalan Sejahtera. Para tatung melakukan ritual dengan memanjatkan doa agar diberikan keselamatan. Usai itu, baru mereka beraksi dengan parang yang sudah dipersiapkan di atas altar. Tatung beraksi di depan umum ini tentu memacetkan jalan utama, apalagi masyarakat ingin menyaksikan secara langsung. Polisi lalu lintas dan satuan lainnya terlihat sibuk menjaga jangan sampai jalan-jalan umum tersebut macet dan mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. (zrf) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today! http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : [EMAIL PROTECTED] :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
