Hendy Lie menulis :

Halo Mang Ucup,

Mang Ucup (atau rekan lainnya) pernah baca gak kalau Laksamana Cheng
Ho juga pernah singgah di Kalimantan? Saya tidak tahu apakah Cheng Ho
pernah singgah di Kalimantan apa nggak, tapi yang pasti di kota saya
Singkawang (Kalimantan Barat) ada pantai yang dinamai dengan Sam Po
Kung (bahasa Khek). Di pantai ini juga ada sebuah kelenteng kecil
yang dinamai Sam Po Kung untuk menghormati beliau. Selain itu di
Kuching (Malaysia - Kalimantan bagian utara) ada jalan yang dinamai
Laksamana Cheng Ho.
Apa ini bisa dijadikan "bukti" kalau Cheng Ho pernah singgah di
Kalimantan?

Salam,
Hendy



Rinto Jiang :

Catatan mengenai Laksamana Cheng Ho pernah singgah di Kalimantan belum pernah saya baca. Memang ada beberapa tempat yang dinamai berhubungan dengan Cheng Ho adalah benar2 pernah disinggahi oleh armada Laksamana Cheng Ho di antaranya kota Zamboanga di Filipina Selatan dan kota Semarang di Jawa. Zamboanga disebut San-bao-yan atau Sam-po-gan dalam dialek Hokkian. Kemudian Semarang bernama San-bao-long atau Sam-po-long dalam dialek Hokkian.

Zamboanga dapat saya pastikan berasal dari kata Hokkian, Sampogan. Nah untuk Semarang, saya kurang tahu dan juga tidak mau berspekulasi apakah Sam-po-long lebih dulu ada lalu di-Jawa-kan menjadi Semarang atau Semarang lebih dulu ada? Sam-po-long itu dalam Mandarin arti harfiahnya adalah Kuburan Sampo (Cheng Ho) dalam pada ini memang cocok dengan anggapan bahwa Cheng Ho dikuburkan di Semarang.

Saya pernah mendengar ceramah dari seorang profesor di almamater saya yang telah beberapa kali mengadakan konferensi internasional membahas tentang Cheng Ho tentang peta laut ekspedisi Cheng Ho, disebutkan bahwa di dalam peta-peta yang digambar dengan tangan tadi tertera 500 nama tempat di benua Asia dan Afrika. Saya kurang tahu apakah angka 500 ini merupakan jumlah tempat yang pernah disinggahi Cheng Ho atau bukan?

Di Nusantara, selain Semarang, Cheng Ho juga pernah singgah di Palembang dan Aceh. Di Aceh, Cheng Ho ada menghadiahkan satu buah lonceng kepada Raja Aceh, raja yang mana saya kurang tahu karena buta sejarah Aceh. Dikatakan bahwa lonceng tadi masih ada tersimpan di museum di Aceh. Sebelum ke Aceh, Cheng Ho mengunjungi Palembang dan Malaka. Kunjungan ke Palembang ini sebenarnya adalah titah dari Kaisar Ming Tai-zu yang heran mengapa Sriwijaya sepertinya hilang ditelan bumi dan tidak pernah mengirimkan upeti lagi. Dalam laporannya Cheng Ho menuliskan bahwa Sriwijaya telah sangat lemah.

Sedikit penjelasan dari saya. Thanks.


Rinto Jiang



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : [EMAIL PROTECTED] :.



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke