----- Original Message -----
Sent: Friday, April 29, 2005 4:36
PM
Subject: Re: ENGKONG ACONG Fw:
[budaya_tionghua] Agama = sarana pembauran?
Penindasan yang dialami keturunan China mungkin disebabkan sikap orang
China yang tidak berpihak kepada kaum pribumi pada zaman penjajahan (mungkin
juga sikap tidak berpihak ini dilembagakan oleh Belanda bukan karena kehendak
orang China itu sendiri). sehingga ketika kemerdekaan telah tercapai dan kaum
pribumi menjadi penguasa direpublik ini, nasionalisme dan sikap mendukungnya
keturunan China terhadap pemerintah Indonesia masih diragukan. apalagi
ditambah ada semacam kepercayaan yang menyebar dilingkungan masyarakat China
di Indonesia bahwa pada suatu hari negeri Tiongkok akan menguasai negeri -
negeri diselatannya termasuk Indonesia.
Tidak diragukan banyak sekali orang China yang ikut berjuang demi
kemerdekaan Indonesia, tidak diragukan juga banyak sekali orang China yang
memiliki nasionalisme yang tinggi melebihi orang - orang yang disebut
pribumi.
Tidak terhitung juga jasa - jasa orang China terhadap negeri ini dari
masalah keagamaan, budaya, olah raga bahkan ilmu pengetahuan.
Saya percaya manusia Indonesia yang yang plural ini bisa hidup
berdampingan dengan baik. tanpa salah satu pihak kehilangan identitasnya.
Masing - masing pihak bisa hidup merdeka tanpa sedikitpun rasa takut terhadap
pihak yang lain.
Tidak ada dominasi mayoritas maupun tirani minoritas. dominasi mayoritas
jelek, tirani minoritaspun buruk. semuanya harus merasakan keadilan. Dan saya
kira semua pihak bisa bekerja sama tanpa perlu saling mengambil
keuntungan dengan dzolim.
penderitaan orang China, juga dirasakan orang Jawa yang leluhurnya PKI,
juga dirasakan orang Sunda yang leluhurnya DI TII.
Saya kira penindasan di Aceh juga sistematis dan terlembaga. dari sejak
sebelum merdeka sampai setelah reformasi Aceh tidak berhenti dari penindasan
dan kesengsaraan. Pemerkosaan, pembunuhan dan perampokan terus berlangsung
disana walaupun sepi pemberitaan.
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Wah, rekan sutrisna tidak bisa begitu saja memukul
rata semua penindasan di zaman orba itu.
Penindasan yang terjadi di Aceh, Riau, Papua dll. itu bersifat lokal
dan kasus per kasus, sementara penindasan yang menimpa keturunan Chinese di
Indonesia itu bersifat sistematis, institutional/melembaga dan seragam di
seluruh Indonesia. Sama sekali tidak sama dan tidak bisa disamakan.
Sekarang sih sudah era reformasi, yang
dulu biarlah berlalu, ke depanlah yang harus kita lihat, janganlah melihat
ke masa lalu, apalagi sampai mengulangi kesalahan di masa lalu, misalnya
dengan program pembauran, agama, kawin campur dsb.
Salam,
Suryadi
- Re: ENGKONG ACONG Fw: [budaya_tionghua] Agama = sarana pemb... BUD'S
-