Dear Harry,
 Setahu saya Asal mula kelenteng itu adalah berasal dari kata (Khe Ren Tang)
yang kemudian oleh dialek indonesia dijadikan kelenteng.
Khe Ren == Tamu
Tang== Rumah
Khe Ren Tang (Klenteng) == Rumah peristirahatan tamu. Para pedagang pada masa 
ribuan tahun yang lalu, berpergian dari kota ke kota untuk berdagang. 
Merekapun mampir ke tempat peristirahatan ini.
Kemudian ditambahkan tempat persembahyangan kepada Thien, Dsb. oleh para 
pengurus rumah peristirahatan tsb. Lama kelamaan, yang menjadi ramai & 
terkenal pada saat ini menjadi tempat sembahyang/ Ibadah.
 Mohon maaf bila salah info.
 Regards,
 Fery

 On 7/26/05, harry alim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
> 
> Ferry xiong,
>  terima kasih atas informasi tentang kelenteng welahan,
>  tambahan informasi ini malah menunjukkan bahwa kelenteng ini memang 
> menduduki tempat tertentu di komunitas tionghoa di jawa tengah bagian timur 
> dan jawa timur bagian barat.
>  tentunya kalau tidak karena terkenal tidak akan menyebabkan kartini pun 
> di ajak kesana, walaupun pada saat kartini di ajak kesana belum terkenal 
> tersohor seperti sekarang, paling tidak dia anak bupati dari daerah yang 
> membawahi kelenteng welahan ini.
>  hal ini semakin menambah rasa ingin tahu tentang kelenteng ini, sungguh 
> sayang agaknya tidak banyak yang mendalami tentang kelenteng, atau mungkin 
> bahkan belum ada ahli yang mempelajari kelenteng kelenteng di indonesia di 
> milis ini, sehingga gayung tidak bersambut
>  apa yang menyebabkan kelenteng ini jadi terkenal, apa sejarah dibalik 
> kelenteng ini, kapan dibangunnya? oleh siapa? apa tujuan membangunnya? 
> apakah hanya untuk pelayanan terhadap komunitas tionghoa sekitarnya? atau 
> adakah tujuan tertentu misalnya peringatan terhadap sesuatu? dsb
>   semoga ada cianpwe yang mau turun gunung memberi pencerahan
>  salam,
>  harry alim
>   
>  ----- Original Message ----- 
> *From:* fery xie <[EMAIL PROTECTED]> 
> *To:* [email protected] 
> *Sent:* Tuesday, July 26, 2005 11:44 AM
> *Subject:* Re: [budaya_tionghua] kelenteng welahan
> 
>  Dear Bung Harry,
>  Kalo Tidak salah Klenteng Welahan tersebut adalah dulu tempat Ibu Kita 
> Kartini Di Kwepang.
>  Untuk Lebih jelasnya, lihat di Gramedia, Buku : "Kartini Anak Buddha"
> Karangan : Jo Priastana, Gan K.H
> Atau bukunya dapat dibeli di saya.
>  Mengenai penyebaran agama Buddha di Jawa sudah ada sejak 1000 tahun lalu, 
> anda bisa membaca buku "Dharmo Gandul", yang dapat anda jumpai di toko toko 
> buku di daerah Jawa.
>  Regards,
>  Fery




.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : [EMAIL PROTECTED] :. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke